FREE Ongkir Pulau Jawa 0
Rp 120.000 120.000
#PrivasiTerjamin
Paket polos tanpa label. Hanya Tuhan yang tahu barang pesanan kamu.
#PastiBPOM
No fake, no KW. Semua barang 100% original dengan sertifikat BPOM.
#AmbilSendiri
Ada loker rahasia yang menanti. Jadi jejak kamu aman.
#FreeOngkir
Ongkirnya buat kamu aja. Lumayan...buat beli es teh.
Love. Health. Beauty
Advertisement
Advertisement

Seberapa Efektifkah Kondom untuk Mencegah Kehamilan?

Bagi pasangan yang sudah pernah menggunakan kondom, mungkin akan bertanya-tanya seberapa efektifnya kondom dalam pencegahan kehamilan.

KUNCI dari keefektifan penggunaan kondom adalah cara penggunaannya. Dari persiapannya, cara pemakaian ke tubuh, dan penggunaannya selama berhubungan seksual.

Jika semua dilakukan dengan benar, Anda dan pasangan memiliki risiko sangat rendah untuk mengalami kehamilan dan penularan penyakit seksual.

Faktanya, alat kontrasepsi kondom 98% efektif dalam mencegah kehamilan. Namun, karena adanya kesalahan dalam pemakaian kondom, rata-rata tingkat keberhasilannya hanya sekitar 85% atau sekitar 15 dari 100 orang saja yang hamil walaupun sudah menggunakan kondom.

Jika Anda mengecek di toko-toko, baik online ataupun offline, biasanya akan terdapat dua jenis kondom yang paling banyak dijual: kondom pria dan kondom wanita.

Apa yang Memengaruhi Keefektifan Kondom?

Kondom pria adalah kondom yang paling sering digunakan dan paling mudah ditemukan. Harganya pun relatif murah. Keefektifan kondom bergantung pada orang yang menggunakannya.

Jika bungkus kondom dikoyak dengan keras, dibuka dengan gigi atau kuku, atau hanya menggunakan setengah dari panjang asli kondom tersebut, keefektifan kondom akan berkurang.

Sebaliknya, jika digunakan dengan baik, kondom pria memiliki tingkat pencegahan kehamilan yang sangat tinggi, yaitu 98% efektif.

Ini berarti dalam satu tahun, hanya 2 dari 100 wanita yang hamil saat pasangannya menggunakan kondom pria dalam berhubungan seksual.

Hal inilah yang menjadikan kondom sebagai salah satu alat kontrasepsi yang sangat efektif, dibanding senggama terputus (ejakulasi di luar), atau spermisida yang berbahan dasar kimia.

Kemungkinan kehamilan juga dapat muncul jika kondom tidak digunakan sebelum hubungan seksual dimulai, kondom robek (misalnya karena kuku, gigi, dan lain-lain), atau menggunakan lubrikan berbahan dasar minyak seperti vaseline, minyak pijat, krim, dan lotion yang dapat membuat kondom lateks robek.

Baca juga: 4 Hal yang Perlu Anda Tahu Soal Kondom Wanita

Bagaimana dengan Kondom Wanita?

Seperti kondom pria, kondom wanita juga memiliki keefektifan yang tinggi sejauh digunakan dengan benar, dan pasangannya tidak memasukkan penis dari bagian yang tidak terlindungi oleh kondom.

Tingkat kesuksesan kondom wanita dalam mencegah kehamilan sekitar 95% Namun karena belum banyak ditemukan tempat yang jual kondom wanita dan dibanderol dengan harga yang cukup mahal, banyak orang yang masih belum mengerti cara penggunaannya yang tepat.

Selain cara pakainya yang benar, keefektifan kondom juga akan makin tinggi jika terus digunakan tiap berhubungan seksual, dari vaginal, oral, dan bahkan anal. Gunakan juga bahkan sebelum ada kontak kulit.

Bolehkah Kondom Pria dan Wanita Digunakan Bersamaan?

Meski keduanya efektif, jangan gunakan kondom pria dan wanita secara bersamaan. Kondom didesain untuk digunakan satu pihak saja, sehingga tidak akan memberi proteksi ekstra jika digunakan dalam waktu yang bersamaan.

Sama seperti pemakaian kondom dua lapis, kondom pria dan kondom wanita yang dipakai secara bersamaan justru dapat memberi rasa tidak nyaman dan memperbesar risiko kondom robek.

Baca juga: Cara Pakai dan Buang Kondom Pria

Direview tanggal: | Terakhir Diedit:

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait

Lebih mudah dan hemat serta privasi terjaga di aplikasi AsmaraKu.
Download sekarang:

Logo Google Play Logo Google Play
icon-arrow-left Kembali ke Love Journal
Keranjang Belanja
Halaman Privasi
Gambar Halaman Privasi