We Are Hiring! Yuk, gabung dengan keluarga AsmaraKu! Cek Karir
Advertisement
Advertisement

Keputihan Sering Kambuh? Mungkin Salah Satu dari 11 Hal Ini Penyebabnya!

Keputihan sering kambuh tentunya dapat membuat Anda kesal karena gejalanya yang membuat tidak nyaman. Faktanya, beberapa wanita memang mudah terjangkit penyakit ini. Namun tak perlu khawatir, keputihan dapat dicegah jika Anda tahu penyebab keputihan itu sendiri.

HAL yang biasa dilakukan para wanita untuk menghindari keputihan adalah mengenakan celana dalam katun atau langsung mengganti pakaian dalam ketika selesai berkegiatan.

Tapi kenyataannya, cara ini tak selalu menyelesaikan masalah. Banyak wanita yang tetap mengalami keputihan meskipun sudah merawat dan menjaga kebersihan Miss V.

Kenapa ini terjadi dan bagaimana cara mengatasinya? Anda perlu tahu bahwa keputihan bisa disebabkan oleh berbagai hal. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui penyebab keputihan terlebih dahulu agar tahu bagaimana mengobati ataupun mencegahnya secara tepat.

1. DNA

Mutasi genetik dalam tubuh Anda bisa jadi penyebab keputihan yang sering kambuh. Bakteri dalam tubuh yang terbentuk karena mutasi ini adalah candida albicans.

Umumnya, sistem imun yang sehat dapat melawan bakteri ini di dalam tubuh sehingga kondisi Miss V tetap normal. Namun pada wanita dengan gangguan imun, tubuh tidak dapat melindungi diri dari bakteri ini secara optimal.

Kondisi genetik ini dapat menjelaskan penyebab keputihan sering kambuh yang mungkin terjadi pada beberapa wanita dalam satu keluarga.

2. Dari Pasangan

Bisa jadi, penyebab keputihan bukan dari pihak wanita, namun dari pasangan! Pria ternyata dapat mengalami infeksi jamur mirip keputihan bernama balanitis. Infeksi ini membuat kepala penis menjadi merah, gatal, dan nyeri, serta lebih sering dialami oleh pria yang belum disunat.

Meskipun bisa menular dari pasangan, keputihan tidak dianggap sebagai penyakit menular seksual karena kondisi ini terjadi di dalam vagina dan wanita yang belum melakukan hubungan seksual pun dapat mengalaminya.

Tidak hanya dari penis pasangan, barang-barang, ataupun gaya seks yang digunakan saat melakukan hubungan seksual juga menjadi penghantar keputihan seperti :

-Kondom

Bahan kondom tertentu dapat menyebabkan iritasi pada vagina yang dapat berujung pada keputihan. Selain itu, pengobatan keputihan juga dapat membuat kondom mudah robek dan mengurangi keefektifan penggunaannya.

-Seks Oral

Kemungkinan keputihan pada wanita meningkat setelah melakukan seks oral. Ini karena bakteri penyebab keputihan berada di mulut 1/3 sampai ½ orang dewasa.

-Lubrikan

Lubrikan yang mengandung gliserin dapat menjadi penyebab keputihan. Jika Anda tipe orang yang sensitif atau mudah alergi, pilih lubrikan yang tidak mengandung gliserin.

3. Kehamilan

Karena perubahan hormon saat hamil, vagina dapat memproduksi cairan dengan tingkat gula yang tinggi, yang dapat berujung pada keputihan. Perubahan hormon juga dapat membunuh bakteri baik yang memerangi bakteri penyebab keputihan.

Untuk pengobatan di masa kehamilan, para Ibu tidak boleh menggunakan flucanozole, atau obat oral untuk keputihan dengan dosis tinggi. Namun, dengan dosis yang rendah, atau dengan obat lainnya, pengobatan keputihan pada masa kehamilan masih aman dilakukan asal konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.

Baca juga : Bisakah Miss V Kembali Rapat Jika Lama Tak Berhubungan Intim?

4. Pantyliner

Jika kelembapan membuat jamur penyebab keputihan berkembang, mengenakan celana dalam yang kering memang dapat mencegah keputihan. Namun hal ini tidak berlaku jika Anda masih mengenakan pantyliner.

Pasalnya, pantyliner malah memicu kondisi lembap karena menyebabkan tidak adanya pergerakan udara. Jamur juga dapat berkumpul di pantyliner dan memperburuk kondisi, menyebabkan keputihan gatal atau malah keputihan berbau.

5. Sistem Imun Lemah

Jika Anda mengonsumsi obat yang menekan sistem imun, Anda mungkin akan lebih mudah mengalami keputihan. Obat-obatan tersebut membuat sistem imun kesulitan memerangi bakteri dan jamur penyebab keputihan.

6. Gula Darah

Wanita dengan diabetes, terutama yang tidak mengontrol kondisi gula darah, dapat sering mengalami keputihan. Meskipun Anda tidak mempunyai diabetes, terlalu banyak mengkonsumsi karbohidrat juga dapat meningkatkan kemungkinan terkena keputihan dengan kadar gula di dalamnya.

7. Menopause

Beberapa tahun sebelum masa menopause wanita, hormon mengalami banyak perubahan. Ketidaksetaraan hormon ini dapat menyebabkan berkembangnya bakteri vagina. Namun perlu diingat, jika Anda telah melewati masa menopause, kegatalan di area vagina dapat menjadi tanda-tanda kanker vulva.

Baca juga : Cara Paling Efektif Mencegah Keputihan

8. Disabilitas

Jika Anda menggunakan kursi roda, kemugkinan terkena keputihan meningkat karena duduk dalam waktu lama membuat kondisi lembap. Untuk mengatasi hal ini, bedak anti jamur atau obat oles lainnya dapat membantu mengurangi keputihan.

9. Dosis Pengobatan yang Kurang Tepat

Mungkin keputihan yang Anda alami sekarang bukan hal baru. Namun, tiap kali dicoba disembuhkan, penyakit ini terus kembali. Ini mungkin karena pengobatan yang Anda gunakan hanya berfungsi untuk menekan penyakit tersebut, dan bukan untuk benar-benar menghilangkannya.

Hal ini biasanya terlihat dalam kasus pengobatan bentuk krim yang memang lebih cepat 2 hari dalam menghilangkan keputihan, dibanding pil yang walaupun menunjukkan dampak lebih lambat, bertahan untuk waktu lebih lama.

10. Penyakit Langka

Mungkin keputihan yang Anda alami bukanlah keputihan biasa. Contoh keputihan yang perlu ditinjau lebih lanjut adalah jika menunjukkan kemerahan dan gatal.

Kemungkinan penyebab keputihan yang tidak dapat diobati ini biasanya meningkat jika Anda mengidap HIV atau mengonsumsi obat yang menekan sistem imun.

11. Bukan Keputihan

Kemungkinan yang terakhir adalah, apa yang Anda alami bukanlah keputihan. Apa yang Anda rasakan sebagai keputihan atau infeksi jamur pada vagina mungkin adalah vulvodynia, yang menyebabkan kesakitan atau rasa terbakar di bagian pembukaan vagina.

Gangguan ini dapat terjadi karena luka atau trauma, yang meningkatkan sensitivitas hormon dan mengerasnya serat syaraf.

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait

icon-arrow-left Kembali ke Love Journal
Keranjang Belanja
Halaman Privasi
Kembali —

Halaman ini dibuat untuk menjaga privasi Anda
ketika berbelanja di Asmaraku.com

Gambar Halaman Privasi