Fentanil (Fentanyl)

    Fentanil (Fentanyl)

    Keberadaan rasa nyeri yang intens merupakan salah satu tantangan yang dihadapi pasien kanker. Apabila metode penanganan nyeri alami tidak memberikan hasil, dokter akan merujuk pada pilihan medis seperti Fentanil yang masuk dalam klasifikasi obat terkontrol dengan penggunaan yang diawasi secara ketat oleh profesional kesehatan.

    Golongan obat: Analgesik dan anestesi opioid

    Merek dagang: Durogesic, Etanyl, Fentanyl, Fentanyl Citrate

    Apa itu obat fentanil?

    Fentanil dikenal sebagai obat kuat yang berfungsi untuk meredakan nyeri intens, terutama yang berhubungan dengan kanker atau setelah operasi. Obat ini termasuk dalam kategori opioid sintetis yang efeknya dapat melebihi morfin hingga 100 kali lipat. Varian obat ini terdiri dari injeksi dan patch transdermal, dengan injeksi yang digunakan dalam setting resusitasi oleh tenaga medis dan patch untuk mengobati nyeri kronis kanker. Pada kondisi nyeri non-akut, penggunaannya tidak direkomendasikan. Tidak hanya untuk nyeri, Fentanil juga sesekali dimanfaatkan dalam anestesi.

    Dosis fentanil?

    Sesuai dengan panduan medis, Fentanil tersedia dalam dua bentuk: injeksi dan patch transdermal. Injeksi diberikan sebanyak 5 ampul per pengobatan secara individual, sementara patch digunakan sesuai dosis yang dipersiapkan dan ukurannya disesuaikan per bulan, berlaku untuk pasien BPJS.

    Mengatasi nyeri parah menggunakan patch (transdermal)

    Dosis umum untuk dewasa bervariasi antara 12-100 mcg/jam dan perlu penyesuaian apabila pasien belum pernah menerima opioid. Untuk anak-anak yang toleran dengan opioid, dosis akan diatur berdasarkan kebutuhan sebelumnya. Lansia tanpa pengalaman opioid harus mengawali dengan 12 mcg/jam, namun mereka yang sudah toleran mungkin memerlukan penyesuaian dosis.

    Pemberian anestesi secara injeksi intravena

    Dosis untuk dewasa dan anak diberikan sesuai respon pernapasan dan apakah mereka memakai ventilator atau tidak. Penyesuaian pada lansia juga diperlukan berdasarkan kondisi kesehatan.

    Aturan Pakai Fentanil

    Penggunaan Fentanil harus mengikuti instruksi medis dengan seksama. Durasi terapi akan tergantung pada keparahan dan respons pasien terhadap pengobatan. Untuk menggunakan dan mengganti patch, pasien harus mematuhi jadwal penggantian setiap 72 jam dan menghindari area tubuh yang mudah bergerak atau lipatan tubuh. Anak-anak perlu dipastikan bahwa patch dipasang di area yang sulit dijangkau mereka sendiri.

    Efek Samping Fentanil

    Penggunaan Fentanil dapat menimbulkan efek samping seperti pusing, kantuk, dan gangguan penglihatan. Efek samping yang lain termasuk:

    • Sakit kepala
    • Mual
    • Muntah
    • Sembelit
    • Mulut kering
    • Sakit perut
    • Pembengkakan bagian dalam mulut
    • Susah tidur
    • Penurunan tekanan darah
    • Keringat berlebih

    Sementara efek samping yang lebih serius melibatkan pernapasan yang tersendat, nyeri dada, demam tinggi, halusinasi, kejang, dan reaksi alergi. Adalah penting bagi pasien untuk segera melapor pada dokter tentang efek samping yang dialami.

    Peringatan dan Perhatian saat Pakai Fentanil

    Perhatian khusus dalam penggunaan Fentanil harus dikomunikasikan dengan dokter, terutama jika pasien memiliki:

    • Alergi terhadap obat opioid
    • Riwayat penyakit mental seperti depresi dan gangguan kecemasan
    • Riwayat gangguan kejang dan penyalahgunaan obat
    • Penyakit hati atau ginjal
    • Hipotensi, penyakit paru obstruktif kronis, atau masalah jantung

    Efek Fentanil untuk Ibu Hamil dan Menyusui

    Wanita dalam masa kehamilan atau menyusui sebaiknya melakukan konsultasi terlebih dahulu sebelum mengonsumsi Fentanil, karena obat ini masuk dalam kategori risiko kehamilan menurut FDA. Ada potensi risiko yang dapat menyebabkan ketergantungan pada bayi baru lahir serta gejala putus zat. Fentanil juga tidak direkomendasikan untuk ibu yang menyusui dikarenakan zat ini dapat bercampur dalam ASI dan dikonsumsi oleh bayi.

    Interaksi Fentanil dengan Obat Lain

    Interaksi obat dapat mengurangi efektivitas Fentanil atau menimbulkan efek samping tambahan. Beberapa jenis obat yang tidak disarankan untuk dipakai bersamaan dengan Fentanil antara lain:

    • Obat opioid lainnya
    • Obat tidur
    • Obat relaksasi otot
    • Obat penyakit mental
    • Antibiotik untuk infeksi
    • Obat untuk irama jantung tidak teratur

    Penting bagi pasien untuk mendiskusikan semua obat yang sedang dikonsumsi dengan dokter untuk menghindari interaksi yang berpotensi berbahaya.

    Mau konsultasi seputar obat dan kesehatan?

    Tanya Apoteker
    Catatan
    FAVO Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.
    Kembali ke blog

    Produk Rekomendasi

    Tutup

    Ditinjau secara medis oleh apt. Diana Fatria, S. Farm

    Artikel terkait