FREE Ongkir Pulau Jawa 0
Rp 120.000 120.000
#PrivasiTerjamin
Paket polos tanpa label. Hanya Tuhan yang tahu barang pesanan kamu.
#PastiBPOM
No fake, no KW. Semua barang 100% original dengan sertifikat BPOM.
#AmbilSendiri
Ada loker rahasia yang menanti. Jadi jejak kamu aman.
#FreeOngkir
Ongkirnya buat kamu aja. Lumayan...buat beli es teh.
Love. Health. Beauty
Advertisement
Advertisement

Vagina Membengkak? In Penyebab dan Cara Mengatasinya

Informasi kategori wanita ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Atika Nurmalitasari - Dokter Umum.

Kondisi vagina yang bengkak tentu membuat sebagian besar wanita merasa khawatir dan cemas. Padahal tidak selalu berkaitan dengan penyakit serius, vagina yang bengkak juga bisa disebabkan karena siklus alami pada tubuh wanita. 

Vagina Membengkak? In Penyebab dan Cara Mengatasinya

PEMBENGKAKAN pada vagina mungkin sudah pernah Anda alami, namun bengkak pada vagina tidak selalu berkaitan dengan kesehatan Miss V yang terganggu. Menstruasi, kehamilan, aktivitas seks juga dapat membuat vagina termasuk bagian labia menjadi bengkak daripada biasanya.

Tapi, meskipun bengkak pada vagina bisa terjadi akibat siklus alami pada tubuh, tetap saja ada beberapa penyebab vagina bengkak yang perlu Anda waspadai. 

Apa saja? Simak ulasan selengkapnya berikut ini: 

 

1. Iritasi Tidak Langsung pada Vagina

Bahan kimia pada penggunaan barang sehari-hari seperti detergen pencuci baju, sabun mandi, pewangi pakaian dan tisu toilet dapat membuat kulit sensitif di bagian vagina, vulva dan labia sehingga jadi iritasi dan membuatnya bengkak.

Jika Anda baru mengganti produk yang sekiranya bersentuhan dengan vagina dan merasakan gejala iritasi, sebaiknya hentikan penggunaannya baik itu sabun, detergen, dan sejenisnya.

Coba pakai produk yang lebih lembut dan dikhusukan untuk kulit sensitif. Jika gejala iritasi tidak hilang atau malah memburuk sebaiknya kunjungi dokter untuk diresepkan krim obat.

2. Iritasi Langsung pada Vagina

Produk yang langsung bersentuhan dengan vagina dapat membuatnya jadi iritasi, bengkak atau luka. Iritasi langsung ini dapat disebabkan oleh penggunaan pembalut, pelumas, krim oles, kondom lateks dan sabun pembersih vagina.

Cara menguranginya adalah dengan berhenti menggunakan produk yang dicurigai menjadi penyebab vagina Anda bengkak. Jika bengkak menghilang setelah penghentian, Anda berarti sudah menemukan penyebabnya.

Cari alternatif produk lain dari yang Anda pakai dan jika gejala memburuk segera konsultasikan pada dokter.

Mustika Ratu Perawatan Wanita Kaplet, Rp 25.000,- ; Beli di sini

3. Rough Sex atau Trauma pada Vagina

Melakukan hubungan intim yang kasar atau melakukan penetrasi ketika vagina masih kering dapat membuat kulit di dalamnya jadi luka. Gesekan penetrasi pada vagina yang kering dapat membuatnya menjadi tidak nyaman dan sakit.

Karena itu selalu pastikan Anda terlumasi dengan baik sebelum melakukan penetrasi. Lakukan foreplay lebih lama atau gunakan pelumas kondom jika memang dibutuhkan.

Antisipasi risiko infeksi luka pada vagina dengan tanda keluarnya cairan tidak normal disertai demam. Jika menemukan gejala tersebut segera ke rumah sakit untuk mendapat penanganan lebih lanjut. 

4. Infeksi bakteri

Pada vagina terdapat bakteri baik dan bakteri jahat dalam jumlah yang seimbang namun karena satu dan lain hal perkembangan bakteri jahat menjadi lebih banyak dan terjadilah kondisi bacterial vaginosis atau infeksi bakteri.

Selain vagina bengkak, gejala lain seperti gatal, sensasi terbakar dan keluar cairan berbau amis juga mengikuti. Infeksi bakteri cukup umum dialami banyak wanita, biasanya infeksi bakteri vagina dapat sembuh dengan sendirinya.

Jika merasa tidak nyaman, Anda dapat menguranginya dengan banyak mengonsumsi yogurt, suplemen kesehatan berbahan dasar bawang putih, atau mengoleskannya dengan tea tree oil. Namun, jika lebih dari seminggu tidak hilang sebaiknya berobat ke dokter.

Baca juga: Ladies, Atasi Jamur Vagina dengan Cara Ini

5. Infeksi jamur

Selain infeksi bakteri, infeksi jamur juga umum dialami banyak wanita. Infeksi jamur terjadi ketika jamur candida albicans atau terkadang spesies jenis jamur lain juga tumbuh tidak terkendali pada vagina.

Selain bengkak gejala lain pada infeksi jamur meliputi rasa tidak nyaman saat berhubungan intim, gatal, kulit memerah, sakit saat buang air kecil, dan keputihan bergumpal berwarna putih.

Anda dapat mengurangi rasa gatal dan tidak nyaman dengan obat krim anti jamur yang dijual bebas di apotek.

6. Servisitis

Servisitis adalah kondisi di mana mulut rahim menjadi radang. Penyebab radang ini biasanya disebabkan oleh penyakit menular seksual seperti klamidia, herpes genital dan gonore.

Namun radang pada serviks tidak selalu karena penyakit menular seksual atau infeksi lain. Beberapa wanita tidak menunjukkan gejala pada servisitis namun beberapa gejala yang muncul antara lain nyeri panggul, keputihan berwarna kekuningan atau mengandung darah dan flek saat menstruasi.

Jika mengalami servisitis, jangan menunda untuk berobat dan Anda harus segera mengunjungi dokter spesialis untuk mendapat penanganan.

Lactacyd Herbal, Rp 34.900,- ; Beli di sini

7. Herpes genital

Herpes genital disebabkan oleh herpes simplex virus atau HSV. Mereka yang terjangkit virus ini biasanya muncul bentol melenting yang dapat pecah dan berisi cairan bening.

Luka dari pecahnya bentol tersebut terasa sakit sampai sembuh dalam seminggu. Tidak semua yang terkena herpes genital mengalami kulit yang melenting namun dapat merasakan gejala seperti demam, sakit dan nyeri badan.

Herpes tidak dapat disembuhkan namun dapat dicegah untuk datang kembali dengan resep antivirus. Menjaga kesehatan dengan minum suplemen kesehatan juga dapat membantu menjaga tubuh dari terserang virus lain.

8. Kehamilan

Kehamilan banyak mengubah tubuh wanita. Seiring dengan bertambah besarnya rahim Anda, tubuh juga akan banyak mengandung cairan dan lebih banyak darah.

Kelebihan cairan ini dapat berkumpul di beberapa tempat termasuk vagina dan membuatnya menjadi bengkak dan terasa tidak nyaman. Berbaring dan banyak beristirahat dapat mengurangi rasa tidak nyaman yang Anda rasakan.

Baca juga: Haid Tidak Teratur, Wajarkah?

9. Kista Saluran Gartner atau Abses

Saluran gartner muncul dari sisa-sisa saluran pada vagina saat janin terbentuk. Saluran ini biasanya akan hilang setelah melahirkan, namun sisa-sisa tersebut dapat melekat pada dinding vagina dan membentuk kista.

Kista sebetulnya tidak berbahaya, namun bisa jadi berbahaya ketika kista bertambah besar dan menimbulkan rasa sakit atau terinfeksi. Kista yang terinfeksi dapat membentuk abses.

Untuk menghilangkan kista hanya dapat dilakukan melalui operasi. Kista atau abses dapat dilihat atau dirasakan dari luar vagina berupa benjolan. Jika sudah seperti ini segera konsultasi ke dokter untuk membicarakan penyembuhannya.

10. Kista Bartolin

Kelenjar bartolin terdapat pada salah satu sisi bukaan lubang vagina. Kelenjar ini bekerja untuk menghasilakn mukus (lendir) yang berfungsi sebagai pelumas. Terkadang kelenjar ini bisa terinfeksi, bernanah dan terbentuk abses.

Selain vagina bengkak gejala lain seperti nyeri, rasa tidak nyaman dan berdarah dapat dirasakan. Kista bartolin umumnya tidak memerlukan penanganan karena biasanya akan pecah dan sembuh dengan sendirinya.

Namun untuk mengurangi rasa tidak nyaman Anda bisa berendam di air hangat dan dapat menambahkan sedikit garam. Jika tidak kunjung sembuh segera kunjungi dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut. 

Direview tanggal: | Terakhir Diedit:


Sumber

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait

Lebih mudah dan hemat serta privasi terjaga di aplikasi AsmaraKu.
Download sekarang:

Logo Google Play Logo Google Play
icon-arrow-left Kembali ke Love Journal
Keranjang Belanja
Halaman Privasi
Gambar Halaman Privasi