We Are Hiring! Yuk, gabung dengan keluarga AsmaraKu! Cek Karir
Advertisement
Advertisement

Berapa Lama Sperma Bertahan Hidup Setelah Ejakulasi?

Setiap Anda dan pasangan melakukan hubungan intim, tentunya ejakulasi pria akan menghasilkan sperma. Cari tahu berapa lama sperma bertahan di bawah ini, baik jika Anda ingin cepat hamil atau ingin menunda kehamilan.

Berapa Lama Sperma Bertahan Hidup Setelah Ejakulasi?

DI luar tubuh, sperma akan cepat mati begitu terekspos oleh udara. Berapa lama sperma bisa bertahan di luar tubuh tergantung pada kondisi lingkungan dan seberapa cepat sperma mengering.

Pada prosedur inseminasi atau In Vitro Fertilization (IVF), sperma dapat bertahan hingga 72 jam. Berikut adalah penjelasan berapa lama sperma bertahan dalam beberapa kondisi dan penjelasan mitos dan fakta seputar sperma.

Apakah wanita bisa hamil jika ada sperma dekat vaginanya?

Jawabannya adalah ya. Wanita dapat hamil jika ada sperma yang belum kering di dekat vaginanya. Anda mungkin pernah mendengar bahwa oksigen dapat membunuh sperma, hal tersebut nyatanya adalah tidak benar.

Sperma masih tetap bisa bergerak sampai mereka mengering. Contohnya, ketika hubungan intim dilakukan tanpa pengaman dan ejakulasi pria dilakukan di luar namun dekat dengan vagina.

Masih ada kemungkinan bahwa sperma bisa berenang masuk, terlebih jika kondisinya tetap lembab. Meskipun begitu, kemungkinan terjadinya pembuahan sangatlah kecil dengan cara tersebut.

Dapatkah wanita hamil jika pria ejakulasi di bathtub, kolam renang, atau jacuzzi?

Sangat tidak mungkin bagi sperma untuk dapat bertahan hidup di air dan berenang menuju vagina dan ke uterus. Dalam hot tub atau jacuzzi, suhu air ang panas akan dengan cepat membunuh sperma. Sementara dalam kolam renang, penggunaan kaporit juga tidak ideal bagi sperma untuk tetap hidup dan akan langsung mati.

Nah dalam bathtub, dengan air yang belum dicampur sabun, sperma masih punya kemungkinan untuk tetap hidup selama beberapa menit. Namun jalur sperma menjadi sangat jauh, sudah tercampur air, dan masih harus berenang masuk ke dalam vagina, melalui serviks, dan kemudian uterus. Dan saat itu, kemungkinan sperma sudah terlanjur mati.

Baca juga: 6 Posisi Seks untuk Permainan di Kamar Mandi

Apakah spermisida efektif membunuh sperma?

Spermisida merupakan alat kontrasepsi yang umumnya terdapat pada kondom dan juga dalam bentuk krim, gel, sabun, dan lain lain. Faktanya, spermisida tidak membunuh sperma tetapi membuat sperma tidak bisa bergerak sehingga sperma tidak dapat berenang menuju sel telur.

Ketika Anda menggunakan kondom yang dilapisi dengan spermisida, alat kontrasepsi ini efektif hingga 97% untuk mencegah kehamilan. Jika Anda hanya menggunakan spermisida dengan bentuk krim atau gel yang dioles, efektivitas mencegah kehamilan sangat rendah hanya 28% saja dan rawan gagal.

Sperma beku untuk inseminasi dan IVF

Bagi pasutri yang ingin memiliki anak dengan metode inseminasi atau IVF, Anda dapat memakai sperma yang segar atau sperma yang dibekukan. Sperma dapat disimpan dengan cara dibekukan untuk berbagai alasan dan tujuan.

Meskipun ada anggapan bahwa sperma beku yang disimpan terlalu lama akan menurun kualitasnya, namun sebuah studi menunjukkan bahwa sperma beku sama efektifnya dengan sperma yang segar.

Joy Kit Kejar Target Hamil, Rp.99,000; beli di sini

Motilitas sperma

Pada klimaks saat berhubungan intim, pria umumnya berejakulasi dan mengeluarkan sperma. Jika dikeluarkan di dalam vagina, sperma akan berenang melalui mulut rahim dan ke uterus. Di dalam sana, uterus melakukan kontraksi yang akan menarik sperma ke dalam tuba falopi.

Perjalanan sperma akan lebih mudah jika wanita dekat atau sedang dalam masa ovulasi. Agar kehamilan dapat terjadi, kondisi rahim juga harus mendukung.

Lendir serviks yang ideal agar sperma dapat berenang dengan mulus adalah ketika lendir ini bertekstur seperti putih telur. Bagi pasangan yang sulit memiliki anak, seringkali mereka berpikir bahwa jumlah sperma merupakan hal yang patut dikhawatirkan. Meskipun jumlah sperma yang cukup memang penting, namun motilitas atau kemampuan berenang sperma yang baik merupakan penentu yang lebih penting.

Pria bisa saja memiliki jumlah sperma yang banyak namun jika gerak spermanya loyo, maka kemungkinan hamil akan sulit. Ada beberapa faktor yang menyebabkan motilitas sperma menurun, antara lain adalah tingkat stres, terpapar panas berlebih, konsumsi obat tertentu, dan pola makan yang buruk. Jika memang motilitas sperma tidak bisa atau sulit diperbaiki, Anda masih dapat memiliki anak dengan metode IVF yang tidak mengharuskan sperma untuk berenang.

Kesimpulannya adalah sperma dapat hidup dengan kondisi tertentu di luar vagina. Namun untuk dapat membuahi sel telur, sperma harus berada di dalam vagina. Artinya pria harus ejakulasi di dalam vagina. Jika ejakulasi terjadi di luar vagina seperti di dalam bath tub, kolam renang, dan tempat lainnya, kemungkinan wanita dapat hamil adalah tidak mungkin.

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait

icon-arrow-left Kembali ke Love Journal
Keranjang Belanja
Halaman Privasi
Kembali —

Halaman ini dibuat untuk menjaga privasi Anda
ketika berbelanja di Asmaraku.com

Gambar Halaman Privasi