FREE Ongkir Pulau Jawa 0
Rp 120.000 120K
[Hiring] Tertarik Dengan Dunia eCommerce? Join AsmaraKu Now!
Advertisement
Advertisement

Susah Orgasme pada Pria, Apa Penyebabnya?

Susah orgasme yang juga dikenal dengan anorgasmia apa mungkin dialami pria juga? Dan benarkah jika susah orgasme pada pria ada jalan keluarnya? 

Susah Orgasme pada Pria, Apa Penyebabnya?

MAMPU tahan lama di ranjang memang diinginkan semua pria, namun bagaimana jika tak hanya tahan lama, orgasme pun tak kunjung dicapai? Percaya atau tidak, bukan hanya wanita saja yang dapat kesulitan mencapai klimaks saat berhubungan intim, pria juga. Kondisi susah orgasme pada pria ini biasa disebut anorgasmia atau sindrom Coughlan. Sebenarnya kesulitan orgasme lebih umum dialami wanita. Bahkan menurut data, kondisi ini jarang dialami pria muda.

Biasanya, susah orgasme pada pria erat kaitannya dengan ejakulasi terhambat, kondisi yang rata-rata terjadi pada pria lanjut usia. Walau begitu, anorgasmia berbeda dari disfungsi ereksi atau rendahnya hasrat seksual, meski kedua kondisi tersebut mungkin juga menyertainya.

Selain umur, masih ada berbagai alasan lain (baik psikis maupun fisik) mengapa pria sampai mengalami anorgasmia. Oleh sebab itu, anorgasmia dapat dibagi menjadi 2 jenis, primer (di mana seseorang tidak pernah mengalami klimaks sama sekali), serta sekunder (ketidakmampuan mencapai klimaksnya dipicu oleh faktor eksternal).

Penyebab Psikologis

Dari sekian banyak penyebab psikologis, khawatir soal performa seksual agaknya merupakan alasan paling umum mengapa pria susah orgasme. Kegelisahan semacam ini dapat dialami pria dari semua kalangan usia, tapi lebih sering dipicu oleh disfungsi ereksi yang rata-rata menimpa pria yang lebih tua.

Hal sebaliknya juga mungkin terjadi, dimana kecemasan mengenai performa seksual itulah yang justru memicu disfungsi ereksi.

Penyebab psikologis lain yang menyebabkan susah orgasme contohnya seperti sudut pandang yang keliru mengenai seks (seringkali ditanamkan sejak kecil), pelecehan seksual, atau  fobia tertentu seperti haphephobia (takut disentuh) hingga genophobia (takut akan hal-hal yang berbau seksual).

Sedangkan untuk anorgasmia sekunder, penyebab psikologisnya kebanyakan tergantung kepada situasi. Sebenarnya Anda tak perlu khawatir selama kondisi gagal orgasme ini tak sampai mengganggu hubungan dengan pasangan, atau memicu hiperseksualitas, karena sifatnya yang sementara saja.

Penyebab anorgasmia sekunder lainnya termasuk depresi, sedang berdukacita, kelelahan kronis, trauma seksual, hubungan yang kurang baik dengan pasangan, hingga tekanan karena ingin segera punya anak.

Penyebab Fisiologis (Fisik)

Meski beberapa ahli menganggap susah orgasme pada pria sepenuhnya disebabkan faktor psikologis, namun faktanya, ada juga penyebab fisik yang tak bisa diabaikan. Salah satu penyebab biasanya bersifat genetik, misalnya:

  • Kelainan bawaan dari reflek otot bulbokavernosus (seharusnya berkontraksi selama ejakulasi)
  • Sklerosis ganda
  • Diabetes tipe 1, khususnya neuropati diabetik

Sedangkan penyebab fisik untuk anorgasmia sekunder antara lain:

  • Alkohol
  • Efek obat penenang
  • CES (Cauda Equina Syndrome)
  • Komplikasi operasi genital
  • Gangguan endokrin yang memengaruhi keseimbangan kadar hormon
  • Testosteron rendah
  • Trauma pinggul, seperti cedera selangkangan atau perineal
  • Terapi radiasi prostat
  • Pengangkatan kelenjar prostat
  • Cedera saraf tulang belakang
  • Diabetes tipe 2
  • Hipertensi yang tidak diobati

Perawatan Susah Orgasme pada Pria

Setelah mengetahui penyebabnya, pertanyaannya sekarang: anorgasmia apa mungkin bisa diatasi?

Yang pasti jika merasa sulit mencapai orgasme, segera konsultasikan dengan dokter atau pakar urologi sehingga penyebabnya dapat ditemukan. Solusi lainnya adalah dengan menemui psikiater atau psikolog yang mampu mengidentifikasi masalah emosional penyebab susah orgasme.

Nanti bila sudah ditemukan penyebab pastinya, maka perawatan yang tepat baru bisa dipilih, di antaranya sebagai berikut:

  • Untuk kasus anorgasmia akibat ketidakseimbangan hormon, solusinya umumnya melalui terapi pengganti testosteron atau rujukan lebih lanjut ke pakar endokrinologi.
  • Mengganti obat, atau menjalani perawatan terkait alkohol biasanya disarankan kalau kedua hal itu yang jadi penyebabnya.
  • Gangguan mood seperti depresi dan kecemasan berlebih juga memerlukan terapi dan obat-obatan.
  • Psikoterapi bagi yang selalu cemas akan performa seksualnya atau yang mengalami trauma seksual maupun non-seksual.
  • Konseling pasutri juga dapat dicoba untuk membantu mengatasi permasalahan pernikahan.
  • Terapi seks

Sayangnya pada beberapa kasus, tak ada hal yang bisa dilakukan lagi untuk mengatasi anorgasmia pada pria. Keadaan ini umumnya berlaku untuk pria yang:

  • Baru menjalani pengobatan prostat
  • Mengalami cedera panggul parah
  • Menderita sklerosis ganda yang cukup parah

Dalam hal ini, perawatannya lebih diutamakan pada upaya peningkatan kesenangan seksual dan keintiman. Baik psikolog maupun terapis mungkin mampu membantu penderita anorgasmia menerima keadaannya sendiri sehingga kehidupan seksual tetap sehat serta tidak dibebani keraguan maupun rasa tidak aman.

Direview tanggal: | Terakhir Diedit:

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait

icon-arrow-left Kembali ke Love Journal
Keranjang Belanja
Halaman Privasi
Kembali —

Halaman ini dibuat untuk menjaga privasi Anda
ketika berbelanja di Asmaraku.com

Gambar Halaman Privasi