FREE Ongkir Pulau Jawa 0
Rp 120.000 120.000
#PrivasiTerjamin
Paket polos tanpa label. Hanya Tuhan yang tahu barang pesanan kamu.
#PastiBPOM
No fake, no KW. Semua barang 100% original dengan sertifikat BPOM.
#AmbilSendiri
Ada loker rahasia yang menanti. Jadi jejak kamu aman.
#FreeOngkir
Ongkirnya buat kamu aja. Lumayan...buat beli es teh.
Love. Health. Beauty
Advertisement
Advertisement

Mungkinkah Hamil Setelah Usia 35 Tahun? Kenali Faktanya

Kehadiran buah hati di tengah keluarga merupakan dambaan setiap pasangan suami-istri, terutama bagi pasangan yang sudah bertahun-tahun mencoba tetapi belum dikaruniai anak. Lalu, banyak wanita yang bertanya-tanya, amankah hamil setelah usia 35 tahun?
Mungkinkah Hamil Setelah Usia 35 Tahun? Kenali Faktanya

JAWABAN sederhananya, mungkin saja kehamilan bisa terjadi. Usia menjadi faktor kunci untuk memprediksi kemampuan wanita agar bisa hamil. Pasalnya, kesuburan akan mulai menurun pada usia 30 tahun dan terus menurun hingga mencapai usia menopause.

Usia Ideal Hamil

Usia ideal hamil adalah rentang usia 20-25 tahun. Peluang kehamilan berada pada puncaknya di usia 20-an. Wanita sehat berusia 20-an merupakan usia ideal hamil karena berpeluang hingga 25% untuk hamil.

Sedangkan, pada usia 40-an, rata-rata wanita sehat hanya memiliki peluang hamil sebesar 5% per siklus. Pada saat yang sama, kemungkinan keguguran janin juga meningkat seiring usia Anda. Tingkat kegagalan hamil mencapai hingga 40% pada usia 40 tahun.

Sementara itu, pada saat Anda berusia lebih dari 45 tahun, menurut American College of Obstetricians dan Gynaecologists menyatakan bahwa hamil secara alami adalah "sulit terjadi bagi kebanyakan wanita."

Jadi, bagi pasangan yang ingin mendapatkan keturunan pada usia lebih dari 40 tahun harus menempuh metode yang berbeda dan berkonsultasi dengan dokter.

Risiko Hamil di Usia 35 Tahun

Seiring bertambahnya usia, risiko hamil di usia 35 tahun juga terus meningkat. Tingkat kesuburan wanita juga menurun. Kualitas sel telur juga berkurang, pun begitu dengan kuantitasnya.

Ada sekitar 1 juta sel telur dalam organ reproduksi wanita. Namun, jumlah ini akan terus berkurang seiring waktu. Bahkan, pada saat Anda mencapai usia pubertas atau sekitar 17 tahun, sel telur hanya tersisa 300.000 sel.

Pada usia 35 tahun, sel telur terus menurun jumlahnya. Tepat pada usia 37 tahun, jumlahnya hanya sekitar 25.000 atau 2,5% dari jumlah sel telur awal saat wanita dilahirkan. Hal ini akan sangat berpengaruh pada program kehamilan. Karena semakin sedikit sel telur pada ovarium, maka semakin rendah peluang untuk mengalami konsepsi atau pembuahan.

Bahkan, jika Anda hamil, sel telur yang lebih matang berpotensi memiliki kromosom yang tidak normal. Hal ini meningkatkan peluang untuk mengalami keguguran bayi. Selain itu, wanita yang berusia di atas 35 tahun cenderung memiliki masalah seperti endometriosis dan mioma uteri yang dapat membuat kemungkinan hamil semakin sulit.

Alasan lain kesuburan menurun adalah dari pihak suami. Kualitas sperma pasangan Anda juga penting. Seiring bertambahnya usia pria, sperma mereka cenderung berenang lebih lambat dan mulai kehilangan bentuknya. Tetapi, kualitas sperma masih dapat bertahan sampai pria memasuki usia 60-an.

Pilihan Program Kehamilan

Beberapa wanita yang berusia lanjut atau di atas 35 tahun mencoba berbagai program kehamilan demi mendapatkan keturunan. Hal ini mungkin membutuhkan lebih dari sekadar waktu yang lama dan uang. Anda dan pasangan juga harus siap mental dan fisik untuk mengikuti berbagai tes dan pemeriksaan dokter yang lebih intens. Beberapa jenis obat kesuburan juga mungkin akan diberikan oleh dokter untuk dikonsumsi agar mendukung pembuahan.

Jika Anda termasuk wanita yang berusia di bawah 35 tahun, dokter dapat merekomendasikan perawatan kesuburan. Umumnya, dokter akan melakukan tes fertilitas apabila belum juga hamil setelah mengikuti program kehamilan selama lebih dari satu tahun.

Apabila terdapat masalah medis yang menghambat peluang Anda untuk hamil, dokter biasanya merekomendasikan beberapa bantuan sebagai berikut:

  • Obat yang merangsang produksi sel telur
  • Fertilisasi in vitro (IVF)

Opsi lain yang kerap digunakan oleh klinik kesuburan di luar negeri adalah membekukan sel telur. Proses ini biasanya digunakan ketika pasangan suami istri belum siap memiliki bayi karena berbagai hal, seperti faktor kesehatan dan sebagainya.

Salah satu opsi untuk membekukan sel telur yang sudah dibuahi untuk IVF dapat berhasil jika kualitas embrio diambil paling dekat dengan tahun-tahun masa subur. Klinik kesuburan dan dokter akan menguji kelangsungan hidup sel telur agar bisa menghasilkan kehamilan yang sehat dan normal.

Direview tanggal: | Terakhir Diedit:


Sumber

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait

Lebih mudah dan hemat serta privasi terjaga di aplikasi AsmaraKu.
Download sekarang:

Logo Google Play Logo Google Play
icon-arrow-left Kembali ke Love Journal
Keranjang Belanja
Halaman Privasi
Gambar Halaman Privasi