Mitos Selaput Dara dan Tes Keperawanan

Beberapa waktu silam, Indonesia dikejutkan dengan tes keperawanan yang harus dilaksanakan agar dapat diterima dalam sebuah lembaga pendidikan ataupun bekerja di suatu perusahaan. Tes keperawanan tentunya mengundang kontroversi oleh berbagai kalangan terutama oleh wanita. Lantas, seberapa penting tes keperawanan dan bagaimana wanita menghadapi mitos soal selaput dara? 

Mitos Selaput Dara dan Tes Keperawanan

Apa itu tes keperawanan?

Tes keperawanan adalah sebuah pengujian yang dilakukan oleh suatu lembaga tertentu untuk menentukan apakah seorang wanita sudah pernah berhubungan seksual atau belum. Cara tes keperawanan ditentukan dengan keberadaan hymen atau selaput dara pada vagina yang masih utuh, atau telah hilang atau terkoyak.

Untuk di Indonesia, tes ini juga dikenal dengan nama 'Tes dua jari'. Sedangkan di negara bagian lainnya seperti Turki, umumnya tes dilakukan oleh wanita yang lebih tua dengan berpatokan pada keutuhan hymen pada vagina.

Lain cerita dengan Maroko, tes keperawanan dilakukan dengan memecahkan isi telur ke dalam vagina. Jika isi telur tersebut keluar, maka ia lolos dari tes keperawanan.

 

jual produk perawatan ms v lengkap di AsmaraKu

Apa itu Hymen atau Selaput Dara?

Hymen atau yang lebih dikenal dengan selaput dara di Indonesia, adalah sebuah membran tipis atau lapisan daging tipis yang menutupi mulut vagina. Dalam dunia medis, selaput dara masih dipertanyakan fungsinya terhadap tubuh atau vagina itu sendiri. Keberadaan selaput dara inilah yang dipercaya sebagai penentu apakah seorang wanita masih perawan atau tidak.

 

Keakuratan tes keperawanan

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, tes keperawanan masih dianggap sebagai sekedar mitos dari sisi medis. Hal tersebut dikarenakan tipisnya selaput dara mampu terkoyak tanpa harus penetrasi penis ke dalam lubang vagina. Beberapa kegiatan seperti bersepeda, berkuda, atau bahkan beberapa gerakan senam dapat merusak hymen tanpa disadari dan tidak jarang pula yang tidak menimbulkan rasa sakit.

Dikarenakan dogma keperawanan yang telah beredar sejak lama dan turun temurun, terdapat cara mengembalikan keperawanan dalam dunia kedokteran, namun memiliki tujuan yang sama, yaitu mengembalikan selaput dara seperti sedia kala.

Beberapa cara tersebut di antaranya adalah :

- Melakukan operasi rekonstruksi Hymen

Operasi rekonstruksi Hymen juga dikenal sebagai Hymenorrgraphy atau Hymenoplasty. Operasi ini cukup mudah dilakukan dan tergolong cepat dibandingkan operasi besar lainnya. Namun operasi ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Baca juga: Amankah Vaginoplasty Sebagai Solusi untuk Merapatkan Miss V?

- Memasang Hymen palsu

Ada cara yang lebih mudah dan praktis untuk mengembalikan keperawanan, yakni dengan memasang hymen alias selaput dara palsu. Bentuknya berupa plastik tipis yang dipasangkan pada mulut vagina, dan ketika terkoyak akan mengeluarkan darah palsu pula.

 

Dampak tes keperawanan terhadap wanita

jual produk perawatan miss v lengkap di AsmaraKu

Tes keperawanan lebih berdampak negatif ketimbang dampak positif, setidaknya seperti ini lah menurut sebagian besar ahli. Efek dari tes keperawanan menyerang mental sang wanita dan dapat menimbulkan trauma yang bertahan seumur hidupnya. Terlebih umumnya hasil tes keperawanan akan diberikan kepada calon suami, suami, atau keluarga dekat dan mampu merusak kepercayaan diri seorang wanita.

Baca juga: Tes Keperawanan, Perlukah?

 

Bagaimana cara menentukan apakah perempuan masih perawan atau tidak?

Jawabannya adalah kembali kepada kejujuran sang wanita. Pendarahan pada penetrasi pertama atau malam pertama juga tidak menentukan bahwa seorang wanita masih perawan atau tidak. Menurut sebuah penelitian internasional, hanya sebagian kecil wanita yang mengalami perdarahan pada saat penetrasi pertama.

Hal ini disebabkan karena elastisitas, dan ketipisan hymen itu sendiri yang dapat terkoyak tanpa adanya pendarahan. Terlebih jika sebelum melakukan penetrasi, otot pelvis dan otot vagina telah mengembang serta lubang dan mulut vagina telah terlubrikasi dengan baik.

Kesimpulannya ialah, masih perawan atau tidak, kembali kepada kejujuran wanita itu sendiri. Dan juga kembali lagi kepada penerimaan atau toleransi dari sang pria sendiri.

 

 

Kembali ke blog

Tulis komentar

Ingat, komentar perlu disetujui sebelum dipublikasikan.

Produk Rekomendasi

Tutup

Artikel terkait