FREE Ongkir Pulau Jawa 0
Rp 120.000 120K
Advertisement
Advertisement

Mengenal Ciri dan Bahaya Hypersex

Informasi kategori pasutri ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Atika Nurmalitasari - Dokter Umum.

Setiap manusia memang diciptakan memiliki hasrat seksual, dan hal tersebut wajar adanya. Namun apa jadinya jika hasrat tersebut terlalu berlebihan sampai menyebabkan aktivitas Anda terganggu? 

Mengenal Ciri dan Bahaya Hypersex

SEKS sejatinya adalah bumbu dalam kehidupan pasangan suami istri yang dilakukan dengan ikatan emosional dan cinta. Kegiatan tersebut sangat penting sebab hubungan intim yang berkualitas dapat berdampak pada keharmonisan hubungan pasutri.

Namun, bagaimana jika Anda atau pasangan memiliki gairah seksual yang berlebihan? Hati-hati, bisa jadi hal tersebut mengarah pada perilaku hypersex. 

Apa itu hypersex? Hypersex adalah kecanduan seks yang hampir mirip dengan kecanduan alkohol. Kecanduan seks bersifat progresif dari waktu ke waktu dimana penderitanya bisa semakin liar dan mencoba segala hal yang berkaitan dengan seks. 

Kondisi ini tidak bisa dianggap sepele, sebab jika dibiarkan terus menerus, bahaya hypersex tidak hanya berdampak negatif pada hubungan dengan pasangan, tapi juga terhadap hubungan sosial Anda sehari-hari.

Durex Play Vibrations Ring, Rp 63.000,- ; Beli di sini

Bagaimana Awal Terkena Hypersex? 

Kecanduan seks biasanya diawali dengan masturbasi berlebihan setelah melihat film porno. Frekuensi masturbasi dan menonton film porno akan meningkat dari waktu ke waktu sehingga pelakunya merasa ada yang janggal jika tidak melakukan kedua aktivitas tersebut.

Jika diteruskan, lama kelamaan hypersex akan mengarah pada aktivitas seksual yang berisiko atau membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Hal itu diakibatkan penderita merasa penasaran dan tertantang untuk menikmati seks dalam level yang berbeda. 

Bagi seorang dengan hypersex, aktivitas seksual akan memberikan euforia yang hebat dan memabukkan. Berbeda dengan hubungan intim normal yang dilandasi dengan emosional, keintiman, dan cinta sejati, orang yang kecanduan seks tidak akan merasakan ketiga hal tersebut dan hanya melakukan seks untuk memperoleh kepuasan pribadi saja.

Berikut adalah beberapa indikator yang menandakan bahwa seseorang adalah hypersex:

  • Masturbasi berlebihanAdalah normal jika seorang pria atau wanita pernah melakukan masturbasi ketika melihat konten dewasa. Akan tetapi, seseorang akan disebut hypersex jika frekuensi masturbasi terjadi setiap hari atau bahkan beberapa kali dalam sehari.
  • Menghabiskan waktu untuk merencanakan aktivitas seksual: Yang satu ini adalah ciri sekaligus bahaya hypersex. Seseorang yang mengalami kecanduan seks akan menghabiskan banyak waktu untuk melakukan aktivitas seksual, misalnya mengunduh konten dewasa, merencanakan masturbasi di tempat umum, sampai berkencan dengan PSK. Hal tersebut tidak wajar sebab manusia normal tidak akan membuang banyak waktu untuk memikirkan seks saat sedang mengerjakan aktivitas lain yang tidak ada hubungannya dengan seks.
  • Sering menonton konten dewasa: Ciri-ciri seseorang yang mulai kecanduan seks adalah menjadi rajin menonton film dewasa. Bahkan, mereka yang hypersex rela membayar untuk mendapatkan konten dewasa atau menjadi anggota dalam situs kencan dewasa.
  • Tertarik untuk berganti-ganti pasangan: Hubungan intim yang dilakukan oleh orang normal terjalin atas dasar emosional atau cinta. Namun, pecandu seks tidak akan melibatkan perasaan apalagi cinta ketika berhubungan. Tak heran jika hypersex sering berganti-ganti pasangan dan tidak terlalu tertarik jika harus mengulangi hubungan dengan orang yang sama.
  • Memiliki perilaku seksual yang tidak biasa: Tahukah Anda bahwa hypersex pada umumnya juga mencakup perilaku seksual yang tidak lazim, seperti BDSM, eksibisionisme, voyeurisme, sadisme, masokisme, dan pedofilia. Namun, tidak semua orang yang memiliki penyimpangan perilaku seksual adalah seorang yang hypersex.

Jadi apakah hypersex berbahaya? Jawabannya adalah ya. Bahaya hypersex adalah pelakunya tidak bisa menjalin hubungan yang sehat dengan lawan jenis. Mereka lebih mudah bosan karena tidak memiliki ikatan emosional dengan pasangannya.

Selain itu, pelaku hypersex yang tidak menggunakan pengaman saat berhubungan dengan berbagai macam orang lebih rentan terkena penyakit menular seksual.

Fiesta Kondom Earthquake, Rp 50.200,- ; Beli di sini

Kecanduan seks yang terlalu parah harus segera diatasi dengan menemui seksolog dan dokter untuk mendapatkan perawatan. Pasalnya, jika dibiarkan terus menerus bahaya hypersex dapat merusak kehidupan sosial diri sendiri.

Bahkan, hypersex juga bisa merugikan orang lain jika mereka memiliki obsesi terhadap seseorang yang tidak dapat dimiliki, misalnya tindakan pelecehan seksual.

Direview tanggal: | Terakhir Diedit:


Sumber

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait

icon-arrow-left Kembali ke Love Journal
Keranjang Belanja
Halaman Privasi
Kembali —

Halaman ini dibuat untuk menjaga privasi Anda
ketika berbelanja di Asmaraku.com

Gambar Halaman Privasi