Gentlemen, Anda Patut Waspada Jika Dada Anda Terlalu Besar, Lho

Kelenjar payudara besar umumnya hanya dimiliki oleh wanita. Akan tetapi, apa yang terjadi jika seorang pria memiliki dada atau payudara yang terlalu besar?Tentunya, hal ini patut dicurigai sebagai suatu kelainan.

MENURUT medis, seorang pria yang memiliki dada besar atau dada montok biasanya mengalami pembengkakan atau pembesaran payudara. Kondisi ini sering dikenal dengan istilah sebagai ginekomastia.

Lebih lanjut lagi, ginekomastia adalah pembengkakan kelenjar susu atau payudara yang terjadi pada laki-laki.

Pembengkakan ini bisa disebabkan karena hormon estrogen dan testoteron yang tidak seimbang. Itulah sebabnya, pria yang mengalami ginekomastia memiliki dada montok. 

Dikatakan oleh ahli endokrin Ula Abed Alwahab, MD, kondisi ginekomastia pada pria biasanya jinak dan bisa disembuhkan setelah penyebabnya dapat diketahui dan dihentikan.

Tetapi, sangat penting untuk memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui masalah ketidakseimbangan hormonal atau masalah lainnya.

Pemeriksaan Dokter Terhadap Ginekomastia

Dokter akan memeriksa kondisi pasien ginekomastia pada pria untuk menyingkirkan pseudo-gynecomastia. Apa itu pseudo-gynecomastia?

Menurut ahli medis, pseudo-gynecomastia pada pria bisa terjadi ketika seseorang mengalami obesitas.

Sehingga, lemak yang ada di daerah membuat dada besar atau terlihat seperti payudara, meskipun sebenarnya kelenjar payudaranya sama sekali tidak membesar.

Apabila dokter menemukan ginekomastia pada pria dengan payudara dan kelenjar payudara membesar, dokter akan melakukan tes lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya.

Kemungkinan Penyebab Ginekomastia Pada Pria

Ada banyak kemungkinan penyebab ginekomastia. Intinya adalah, ada sesuatu yang mengurangi atau menghalangi hormon testosteron pria. Ini memungkinkan hormon estrogen atau hormon wanita mendominasi tubuh seorang pria.

Beberapa kondisi dapat mengganggu keseimbangan hormon pria dan menyebabkan ginekomastia pada pria, antara lain:

  • Penyakit ginjal
  • Penyakit hati
  • Alkoholisme
  • Hipertiroidisme
  • Sindrom Klinefelter (kondisi kromosom sejak lahir yang biasanya menghasilkan testis yang lebih kecil dan kadar testosteron yang berkurang)
  • Pengangkatan testis untuk mengobati kanker testis

Dikatakan oleh Dr. Abed Alwahab, ginekomastia pada pria bukanlah penyakit, melainkan manifestasi atau gejala dari penyakit lain.

Jadi, dibutuhkan pemeriksaan hormon yang mungkin tidak seimbang, serta pemeriksaan organ lain seperti fungsi hati, ginjal, tiroid, dan sebagainya agar bisa menemukan penyebab ginekomastia.

Obat-Obatan Tertentu Pemicu Ginekomastia Pada Pria

Berbagai macam obat dapat menyebabkan ginekomastia pada pria. Pemicu yang paling umum adalah spironolactone.

Selain itu, ada beberapa obat yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi atau gagal jantung yang juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormonal.

Obat-obatan yang dapat menyebabkan kondisi ginekomastia pada pria termasuk:

  • Terapi anti-androgen (digunakan terutama untuk mengobati pembesaran prostat dan kanker)
  • Steroid dan androgen anabolik
  • Obat-obatan AIDS
  • Obat anti-kecemasan
  • Antidepresan trisiklik
  • Obat maag
  • Beberapa antibiotik

Selain itu, berikut adalah jenis obat-obatan yang dapat menyebabkan kondisi ginekomastia pada pria:

  • Alkohol
  • Amfetamin
  • Ganja
  • Heroin
  • Metadon

Bagaimana Dengan Kanker?

Hal itu bergantung kepada hasil tes. Jika dokter menemukan kelenjar yang membesar dan belum menemukan penyebab lain, dokter mungkin akan melakukan mammogram untuk tes kanker.

Pria bisa saja terkena kanker payudara, meskipun kasus ini sangat jarang. Tanda-tanda yang paling umum kemungkinan kanker payudara pria adalah:

  • Massa yang tumbuh cepat hanya di satu sisi dada pria
  • Pengeluaran susu atau darah dari puting susu
  • Perubahan kulit dalam bentuk apapun pada payudara

Jika Anda melihat salah satu dari tanda-tanda ini, segera temui dokter.

Penyebab Alami Pada Bayi Dan Remaja Laki-Laki

Tidak sedikit bayi laki-laki yang memiliki ginekomastia yang tidak permanen. Hal ini disebabkan oleh residu estrogen dari induknya. Kondisi ini biasanya hilang pada akhir tahun pertama.

Ginekomastia yang disebabkan oleh perubahan hormon pada anak laki-laki selama masa puber juga cukup umum. Dalam kasus umumnya, payudara yang bengkak akan hilang tanpa perawatan dalam 6 bulan hingga dua tahun.

"Pada dada beberapa anak dan remaja laki-laki selama masa pubertas, ginekomastia jinak juga mungkin dapat berkembang. Ini karena ada ketidakseimbangan yang sama antara hormon pria dan wanita, tetapi ini bukan hal yang harus dikhawatirkan," kata Dr. Abed Alwahab.

Perawatan Untuk Ginekomastia

Pada seperempat kasus dari semua kasus ginekomastia, dokter tidak dapat menemukan penyebab pasti ginekomastia pada pria.

Jika kondisinya tidak bersifat kanker dan tidak hilang setelah Anda yakin tidak ada penyebab lain, dokter Anda mungkin akan mencoba mengurangi pembengkakan payudara dengan terapi obat.

Beberapa pria juga melakukan pengurangan payudara pria atau operasi bedah kosmetik.

Sumber:

Men With Large Breasts: When to Worry. https://health.clevelandclinic.org/men-large-breasts-worry/. Dilansir dari 29 Oktober 2019.

Kembali ke blog

6 komentar

nIcHxmwRvB

dmBLtWJQ

Tulis komentar

Ingat, komentar perlu disetujui sebelum dipublikasikan.

Produk Rekomendasi

Tutup

Artikel terkait