Tes HIV

15%
Gambar Uji Alat Tes HIV - 1 Pcs Jenis Tes Penyakit Menular Seksual
Uji Alat Tes HIV - 1 Pcs

RP 29.200

RP 34.606
Filters Persempit Berdasarkan icon-close

Brand icon-plus

Untuk icon-plus

Tes HIV :

Hubungan seks yang suka berganti pasangan dan tidak menggunakan pengaman dapat mengakibatkan seseorang rentan terjangkit HIV. Bagi sebagian orang, melakukan tes HIV di rumah sakit, puskesmas, atau klinik kesehatan hanya akan memuculkan pemikiran buruk terhadap dirinya. Untuk itu, AsmaraKu memberikan ada solusi berupa tes HIV sendiri dengan cara pakai alat tes HIV yang praktis. Salah satu tes yang paling sering digunakan secara personal adalah rapid test HIV. Cara melakukan rapid test HIV juga akan kami bahas termasuk harga rapid test.

Beli Produk Tes HIV

Tes HIV sendiri disarankan untuk Anda yang sering melakukan hubungan seksual dengan berganti pasangan atau sekedar ingin mengetahui status kesehatan Anda. Bahkan meskipun Anda selalu menggunakan kondom saat berhubungan intim, tak ada salahnya untuk melakukan tes HIV agar tetap waspada.

HIV dapat menular melalui darah ketika Anda berciuman dan tidak sengaja menggigit bibir atau sariawan pasangan hingga berdarah (pasangan Anda sudah terinfeksi HIV/AIDS), tidak menggunakan kondom, atau transfusi darah. Salah satu produk untuk melakukan tes HIV sendiri adalah Onestep HIV Test. Anda dapat beli produk tersebut di AsmaraKu secara online dengan harga terjangkau. Keaslian dan kualitas produk terjamin. Selain itu, cara pakai alat tes HIV ini juga mudah dan aman sehingga Anda tidak perlu parno jika harus melakukan tes di rumah sakit, puskesmas atau klinik kesehatan.

Cara Mengetahui Infeksi HIV/AIDS

Sebelum melakukan tes HIV sendiri, ada baiknya Anda mengetahui gejala terkena HIV/AIDS. Kami telah merangkum dari beberapa sumber mengenai gejala terkena HIV/AIDS. Sebelumnya Anda harus mengetahui apa itu HIV dan AIDS. HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah bentukan virus yang termasuk ganas dan jika berhasil masuk dalam sel tubuh dan berkembang biak akan mengikis habis sistem pertahanan tubuh. Akibatnya, tubuh menjadi rentan penyakit. Sedangkan AIDS atau Acquired Immune Defeciency Sydrome adalah keadaan tubuh setelah dinyatakan positif terinfeksi virus HIV dan sejak saat itu tubuh mengalami serentetan gejala penurunan kekebalan tubuh secara drastis. Akibatnya, sistem imun tubuh mengalami kerusakan komplikasi begitu juga dengan anggota tubuh lainnya.

Berikut ini adalah cara penularan HIV/AIDS.

  1. Seperti yang sudah disampaikan di awal, hubungan seksual tanpa penggunaan kondom apalagi sering berganti pasangan menjadi faktor utama penularan HIV/AIDS. Tidak hanya HIV/AIDS saja yang dapat ditularkan, tapi juga penyakit menular seksual lainnya.
  2. Hubungan ibu dan anak juga dapat menjadi jalur penularan HIV/AIDS jika si ibu positif mengidap HIV/AIDS. Hal ini terjadi sejak dari dalam rahim hingga melalui ASI.
  3. Penggunaan jarum suntik secara bergantian dan komunal, ditambah lagi dengan jarum sudah tidak steril, menjadi salah cara penularan HIV/AIDS lainnya. Kasus ini banyak terjadi di kalangan yang mengggunakan narkotika jenis sabu. Virus HIV masuk memasuki aliran darah begitu saja dan tanpa disaradari sudah tersebar ke seluruh pengguna jarum suntik tersebut.
  4. Transfusi darah tanpa prosedur yang benar dapat menjadi jalur penularan HIV/AIDS. Apalagi jika dilakukan tranfusi darah mendadak tanpa melakukan prosedur yang semestinya terlebih dahulu. Penyebaran HIV/AIDS sudah tidak dapat dihindarkan.

Tapi bagaimana cara mengetahui tubuh terinfeksi HIV/AIDS? Karena HIV/AIDS menyerang sistem kekebalan tubuh, maka yang paling sederhana adalah mengetahui fungsi anggota tubuh yang terlihat seperti pernapasan, pencernaan, dan kulit tubuh.

  1. Pada permukaan tubuh sering muncul ruam, gatal, bisul dan utamanya pada daerah lengan akibat infeksi mikroorganisme. Hal ini sering datang dan pergi akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh. Tidak hanya itu, penampang kuku berubah menjadi kehitaman dan menebal akibat infeksi jamur.
  2. Munculnya keluhan nyeri sendi juga salah satu gejala teinfeksi HIV/AIDS.
  3. Sakit kepala terus menerus menandai mikroorganisme sudah menyebar hingga ke saraf otak. Jika sudah sampai pada titik ini, maka saraf tubuh lainnya dapat mengalami gangguan.
  4. Suhu tubuh yang mencapai 38 derajat Celcius dan sulit untuk diturunkan diakibatkan mikroorganisme sudah berada dalam aliran darah. Karena menumpuknya mikoorganisme tersebut, beban aliran darah bertambah sehingga memperlambat peredarannya.
  5. Terjadi pembengkakan kelenjar getah bening terjadi karena membusuknya sistem kekebalan tubuh. Tidak hanya itu, cadangan lemak serta massa otot menyusut rata-rata 10% per bulannya. Akibatnya mereka yang teinfeksi HIV/AIDS mengalami diare berat dan demam berkepanjangan.

Cara Melakukan Rapid Test HIV

Cara pakai alat tes HIV mudah seperti alat tes kehamilan. Bentuk alat tesnya juga tidak mencolok perhatian. Salah satu cara pakai alat tes HIV yang paling banyak diketahui adalah cara melakukan Rapid test HIV. Rapid test HIV adalah tes yang digunakan secara screening awal sehingga dapat dilakukan deteksi dini. Ini juga bermanfaat bagi mereka yang tinggal di wilayah yang memiliki keterbatasan alat kesehatan.

Keuntungan melakukan rapid test HIV adalah:

  1. Mudah digunakan dan hasil dapat segera diketahui dalam jangka waktu sepuluh menit hingga 2 jam.
  2. Ini salah satu tes HIV sendiri. Cara melakukan Rapid Test HIV lebih mudah dan ekonomis dibandingkan dengan tes ELISA karena memerlukan pemeriksaan di laboratorium. Biaya tes HIV di rumah sakit atau klinik kesehatan berkisar antara Rp 400 ribu hingga RP 600 ribu. Jika tes HIV sendiri dengan membeli alat tes di AsmaraKu, harga rapid test berkisar Rp 60 ribu hingga Rp 75 ribu.

Salah satu alat tes HIV yang tersedia di AsmaraKu adalah Onestep HIV Test. Anda bisa lakkan tes HIV sendiri dengan alat ini. Cara pakai alat tes HIV ini sama dengan alat tes lainnya yang bekerja dengan sample darah dan bersifat kualitatif. Jadi hanya berfungsi untuk melakukan screening awal bukan sebagai hasil final uji laboratorium. Cara melakukan rapid test HIV dengan Onestep HIV test adalah sebagai berikut.

  1. Buka kemasan Onestep HIV Test. Dalam kemasan terdiri alat berbentuk kaset dan cairan buffer. Siapkan sample darah segar. Ambil darah dari salah satu jari telunjuk atau jari manis. Jika menggunakan darah yang sudah beku, hasil uji akan invalid.
  2. Kemudian satu tetes darah dimasukkan ke kaset di bagian cawan yang berbentuk huruf S. Langkah selanjutnya siapkan cairan buffer. Teteskan satu tetes cairan buffer di bagian cawan yang berbentuk huruf S.
  3. Tunggu hasil dalam waktu 10 sampai 15 menit. Hasil positif ditandai dengan munculnya dua garis pink pada area huruf C dan T. Itu berarti Anda perlu melakukan tes laboratorium untuk memastikannya. Hasil negatif ditandai dengan munculnya satu garis pink di area huruf C. Walaupun demikian, itu tidak berarti Anda tidak terindikasi HIV apalagi jika Anda melakukan hubungan seks tanpa pengaman dan berganti-ganti pasangan.

Jual Produk Tes HIV

Penggunaan kondom dan mengetahui batasan interaksi dengan mereka yang terinfeksi HIV/AIDS adalah langkah yang tepat. Namun, bukan berarti Anda menjauhi mereka yang terinfeksi HIV/AIDS apalagi sampai mengucilkannya. Tidak ada yang ingin hidup sebagai ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS). Sebagai langkah awal untuk memperbaiki gaya hidup Anda, lakukan rapid test sendiri. AsmaraKu jual alat tes HIV dengan harga terjangkau secara online dan tentu saja terjamin kualitas dan keasliannya. Jika hasil tes ternyata positif, segera berkonsultasi dengan dokter untuk diberikan penanganan lebih lanjut.

Keranjang Belanja
Halaman Privasi
Kembali —

Halaman ini dibuat untuk menjaga privasi Anda
ketika berbelanja di Asmaraku.com

Gambar Halaman Privasi