Cart 0

Keranjang belanja Anda kosong

Jadi yang pertama untuk mencoba ONE® - The Next Generation Condoms. Beli Sekarang

#PrivasiTerjamin
Paket polos tanpa label. Hanya Tuhan yang tahu barang pesanan kamu.
#PastiBPOM
No fake, no KW. Semua barang 100% original dengan sertifikat BPOM.
#AmbilSendiri
Ada loker rahasia yang menanti. Jadi jejak kamu aman.
#FreeOngkir
Ongkirnya buat kamu aja. Lumayan...buat beli es teh.
Love. Health. Beauty
Advertisement
Advertisement

Wow, Inilah 7 Hal yang Tubuh Anda Coba Katakan Melalui Keringat Anda

Masalah bau keringat kerap melanda kita. Jangan sepelekan hal ini, Ladies! Soalnya, ada kondisi kesehatan yang coba dijelaskan tubuh melalui keringat Anda, termasuk masalah keringat berlebih. Yuk, simak di sini!

TUBUH akan mencoba mengatakan kondisi kesehatannya pada Anda dengan segala cara. Salah satunya melalui kondisi keringatm entah itu bau keringat atau bila Anda memiliki keringat berlebih. Nah, inilah yang coba tubuh Anda katakan melalui keringat Anda.

Membutuhkan Banyak Sodium

Keringat yang asin menandakan bahwa tubuh Anda membutuhkan banyak sodium. Namun, bagaimana cara mengetahui bahwa keringat Anda asin? Anda tidak mesti menjilatnya, lho.

Jika bau keringat Anda menusuk mata Anda, agak berpasir, dan meninggalkan noda putih di pakaian, maka itu tandanya Anda membutuhkan tambahan asupan sodium.

Cara mengatasinya adalah dengan menambahkan garam di telur atau daging yang Anda konsumsi. Saat Anda berolahraga, konsumsilah minuman isotonik alih-alih air putih biasa.

Tinggalkan Kebiasaan Minum Kopi

Jika Anda memiliki keringat berlebih, maka itu tandanya Anda harus mengurangi kebiasaan minum kopi Anda. Pasalnya, konsumsi kopi dapat meningkatkan produksi keringat Anda.

Kafein menstimulasi sistem syaraf pusat, mengaktivasi kelenjar keringat, hingga akhirnya meningkatkan produksi keringat. Semakin banyak kopi yang Anda konsumsi, semakin banyak produksi keringat Anda.

Selain kafein, hal lain pada kopi yang mungkin meningkatkan produksi keringat Anda adalah temperaturnya. Temperatur kopi yang hangat akan membuat produksi keringat Anda lebih banyak.

Maka dari itu, jika Anda tak ingin mengurangi konsumsi kopi Anda tapi ingin menyiasati dampaknya bagi keringat, konsumsilah kopi dingin. Dengan demikian, Anda tetap bisa meminum kopi tanpa perlu takut produksi keringat meningkat.

Anda Salah Mengaplikasikan Deodoran

Mengaplikasikan deodoran juga ada caranya, lho. Deodoran sangat cocok diaplikasikan di permukaan kulit yang kering. Bila Anda mengaplikasikannya setelah mandi, kulit akan basah dan lembap.

Dengan begitu, reaksi kimia akan terbentuk di permukaan kulit, alih-alih di pori-pori hingga kelenjar keringat gagal tertutup.

Maka dari itu, lebih baik Anda mengaplikasikan deodoran di malam hari sebelum tidur saat permukaan ketiak benar-benar kering. Efek deodoran akan bertahan lebih lama.

Rencana Olahraga Anda Berjalan dengan Semestinya

Jika Anda mengalami keringat berlebihan di awal waktu berolahraga, ini bukan kabar buruk, lho. Berkeringat lebih banyak daripada biasanya di waktu awal berolahraga tidak menandakan kebugaran yang menurun.

Justru, ini menandakan kebugaran Anda semakin membaik. Menurut sebuah riset, orang yang lebih bugar cenderung berkeringat lebih banyak. Tak hanya itu, mereka juga cenderung berkeringat lebih awal saat berolahraga.

Anda Hamil?

Ya, keringat berlebih biasanya juga dialami oleh ibu hamil. Ini disebabkan oleh peningkatan hormon, aliran darah, dan metabolisme. Keringat di malam hari cenderung berlangsung selama trimester pertama. 

Tubuh Anda Sedang Berusaha Mengatasi Serangan Penyakit

Bau keringat adalah tanda bahwa tubuh Anda sedang berusaha melawan penyakit. Sebuah riset mengatakan bahwa bau keringat adalah tanda penting yang menyimpulkan bahwa Anda sedang melawan penyakit menular.

Anda Mungkin Sedang Mengalami Depresi

Tidak hanya fisik, faktor psikologis pun bisa menentukan aroma dan volume keringat Anda. Emosi yang Anda rasakan cenderung mempengaruhi bau dan volume keringat Anda.

Namun, saat Anda mengalami depresi, respons terhadap emosi cenderung berkurang. Ini mungkin terjadi karena beberapa sel di hippocampus rusak karena depresi dan emosi negatif. 

Direview tanggal: | Terakhir Diedit:


Sumber

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait

Lebih mudah dan hemat serta privasi terjaga di aplikasi AsmaraKu.
Download sekarang:

Logo Google Play Logo Google Play
icon-arrow-left Kembali ke Love Journal
Halaman Privasi
Gambar Halaman Privasi