Menu
Cart

WANITA

Waspada! Ini Penyebab Darah Haid Terlalu Banyak

Oleh: AsmaraKu Editorial | 4 menit membaca


Gangguan menstruasi mucul dalam berbagai bentuk. Mulai dari siklus menstruasi yang berlangsung terlalu lama, waktu menstruasi tidak teratur, hingga darah menstruasi yang keluar dalam jumlah berlebihan. Waspadalah! Poin terakhir bisa jadi bukan hal sepele, tapi justru sebagai pertanda masalah lain yang lebih serius.

penyebab darah haid terlalu banyak

BERBICARA soal darah haid, tak ada jumlah pasti yang dapat dikatakan sebagai takaran normal. Dalam siklus menstruasi, jumlah darah haid yang muncul sangat bergantung pada faktor individu. Jumlah atau volume darah menstruasi satu individu pasti akan berbeda dengan individu lainnya. Jadi, kapan jumlah darah menstruasi yang terlalu banyak dapat dikatakan sebagai gangguan menstruasi?

Darah haid yang terlalu banyak dapat dikatakan sebagai gangguan menstruasi ketika jumlah darah yang muncul menghabiskan setidaknya dua pembalut dalam satu jam dan kondisi ini berlangsung berturut-turut selama empat jam. Dengan kata lain, siklus menstruasi dapat dikatakan sangat berat ketika dalam empat jam Anda telah menghabiskan delapan pembalut. Selain hal ini, ukuran lainnya ialah siklus menstruasi Anda berlangsung selama lebih dari delapan hari. Sementara itu, darah haid hitam yang mungkin Anda alami saat menstruasi tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Darah haid hitam berarti darah ini telah lama mengendap di rahim hingga warnanya berubah dari merah menjadi hitam. Ini biasanya cukup lumrah terjadi.

Anda juga harus langsung menghubungi ginekolog Anda ketika Anda mengalami menstruasi tidak teratur. Dengan kata lain, bila dalam siklus sebelumnya darah haid Anda berjumlah sedikit lalu tiba-tiba berjumlah banyak dalam periode berikutnya, Anda perlu khawatir. Apalagi, bila pengalaman ini diiringi dengan rasa lelah, lesu, dan jantung berdebar. Memang, hal ini bisa saja tidak berarti apa-apa, tapi bisa jadi pula merupakan sebuah pertanda dari masalah lain yang lebih serius. Berikut ini ialah beberapa gangguan menstruasi serius yang mungkin Anda alami dengan jumlah darah menstruasi yang berlebihan sebagai gejalanya.

Baca Juga: 9 Penyebab Fase Menstruasi Terlalu Lama 

 

Uterine Fibroids

Ada tumor kecil bernama fibroid yang kerap tumbuh di dinding rahim. Setidaknya, 70% wanita akan menderita tumor ini sebelum berumur 50 tahun. Jumlah darah haid yang berlebih adalah gejala paling umum dari fibroid. Selain itu, fibroid juga ditandai dengan munculnya flek darah di antara dua siklus menstruasi dan ditandai pula dengan kram serta sakit di perut bagian bawah. Fibroid dapat didiamkan saja atau diberi tindakan hysterectomy tergantung jumlah fibroid yang Anda miliki.

 

Uterine Polyps

Polip yang ada di rahim biasanya muncul dengan bentuk seperti anggur yang bercabang sepanjang garis rahim. Meski biasanya tidak berbahaya, penyakit ini dapat menciptakan risiko gagalnya pembuahan bahkan keguguran kandungan. Selain menyebabkan pendarahan terlalu banyak, polip pada rahim juga sering membut siklus menstruasi tidak teratur atau pendarahan di antara dua siklus menstruasi. Penyakit ini dapat disembuhkan lewat tindakan pengangkatan atau cukup dengan mengonsumsi obat saja.

 

Endometrial Hyperplasia

Pada dasarnya, penyakit ini timbul karena pertumbuhan endometri yang tidak terkontrol. Bila dibiarkan, penyakit ini dapat meningkatkan risiko wanita terkena kanker endometri. Penyebab penyakit ini ialah jumlah hormon yang tidak seimbang. Terlalu banyak estrogen tanpa diimbangi progesteron adalah penyebabnya. Karenanya, penyakit ini lebih banyak menimpa wanita yang telah mengalami menopause.

Baca Juga: Kenali Gejala Menopause Dini

 

Kelainan Pendarahan

Kelainan pada darah atau saluran aliran darah dapat menyebabkan pendarahan berlebihan. Penyakit yang kerap menimpa individu dengan kategori seperti ini ialah Von Willebrand Disease (VWD). Penderita penyakit ini biasanya tidak memiliki protein darah tertentu yang seharusnya ada. Selain menstruasi tidak teratur yang ditandai dengan pendarahan berlebihan, mudah memar dan mimisan adalah dua gejala lain penyakit ini.

 

Ketidakseimbangan Hormon

Pendarahan berlebihan saat menstruasi dapat menjadi pertanda ketidakseimbangan produksi hormon estrogen dan progesteron. Bila kondisi ini dibiarkan, ada kemungkinan Anda dapat terkena kanker kandungan. Kondisi ini sebaiknya segera diobati. Obat penstimulasi hormon dapat menjadi pilihan yang efektif untuk kondisi ini.

Baca Juga: Ini Pengaruh Siklus Menstruasi Terhadap Gairah Seksual Wanita 

 



Sebelumnya: 6 Makanan Ini Bisa Sebabkan Perut Buncit! Selanjutnya: 7 Cara Mengatasi Jerawat Hormon Saat Menstruasi


Artikel Terkait


0 comments

Tinggalkan komentar


Belanja produk di artikel ini

Beli a_pembalut tampon, Beli kategori_wanita, Beli menstruasi, Beli wanita

HALO CINTA!

Dapatkan kejutan dari AsmaraKu jika kamu mendaftarkan email sekarang.

Kita tunggu yah belanjanya :3

PRIAWANITA
Halaman Privasi
Kembali —

Halaman ini dibuat untuk menjaga privasi Anda
ketika berbelanja di Asmaraku.com