Cart 0

Keranjang belanja Anda kosong

World AIDS Day! Beli kondom, 3 Jam Delivery langsung sampai! Pesan Sekarang

#PrivasiTerjamin
Paket polos tanpa label. Hanya Tuhan yang tahu barang pesanan kamu.
#PastiBPOM
No fake, no KW. Semua barang 100% original dengan sertifikat BPOM.
#AmbilSendiri
Ada loker rahasia yang menanti. Jadi jejak kamu aman.
#FreeOngkir
Ongkirnya buat kamu aja. Lumayan...buat beli es teh.
Love. Health. Beauty
Advertisement
Advertisement

Tips untuk Menggunakan Antiperspirant dan Deodoran

Ketakutan terbesar kita salah satunya adalah munculnya aroma tidak sedap dari ketiak dan bau keringat. Ada banyak pilihan deodoran di pasaran dengan berbagai varian yang ditawarkan. Sebaiknya gunakan deodoran atau antiperspirant ya?

Tips untuk Menggunakan Antiperspirant dan Deodoran

Salah satu cara menghilangkan bau badan dan bau keringat adalah dengan menggunakan deodoran atau antiperspirant. Apakah keduanya sama? Tentu berbeda namun fungsinya sama yaitu sama-sama cara menghilangkan bau badan dan bau keringat.

Baca juga : Begini Cara Terbaik Memakai Parfum Pria

Apa perbedaan antiperspirant dan deodoran?

Patut diingat fakta penting dari keringat, keringat tersebut basah dan tidak berbau. Keringat menjadi bau dikarenakan oleh bakteri yang ada di dalam atau di atas permukaan kulit.

Antiperspirant bekerja dengan mengeblok basah keringan sedangkan deodoran mengatasi bakteri penyebab bau badan.

Kedua istilah tersebut seringkali tertukar, pada produk penghilang bau ketiak biasanya sudah terdapat dua formula yang bekerja sebagai deodoran dan antiperspirant. Namun cara kerja keduanya berbeda dan memiliki aturan yang berbeda pula.

Pusat kesehatan kanada atau Health Canada mengategorikan deodoran sebagai produk kosmetik karena hanya digunakan untuk menutupi dan menetralkan bau badan yang disebabkan bakteri.

Di sisi lain, antiperspirant dikategorikan sebagai obat karena antiperspirant mengubah cara kerja kulit secara temporer dan menghalangi aliran keringat.

Baca juga : Tips Menghilangkan Bau Ketiak Tidak Sedap

Bagaimana deodoran dan antiperspirant bekerja?

Deodoran: Ketiak terdapat banyak kelenjar keringat, dan juga merupakan tempat yang disukai bakteri untuk berkembang.

Untuk membuat ketiak menjadi tempat yang kurang baik bagi bakteri, deodoran mengandung komposisi yang asam atau asin. Dengan tidak adanya bakteri yang tumbuh berarti tidak ada bau. Beberapa deodoran juga mengandung parfum untuk menutupi bau badan tidak enak.

Antiperspirant: Jika dilihat label komposisi dari antiperspirant, maka Anda akan melihat bahwa bahan aktif utamanya adalah alumunium.

Senyawa ini akan diserap kulit, dan menutup saluran kerigat untuk sementara. Penyumbatan saluran keringat ini hanya berlangsung sementara, sehingga Anda harus mengaplikasikan antiperspirant setiap beberapa jam sekali untuk menjaga ketika tetap kering.

Produk mana yang sebaiknya dipilih?

Banyak produk deodoran yang sudah termasuk antiperspirant. Sehingga mungkin yang Anda pilih lebih kepada fungsi lain seperti pencerah, anti noda, lembut di kulit, dan lain sebagainya.

Pilihannya hanyalah pilihan personal saja. Namun, mungkin pertanyaan ini dapat membantu. Mana masalah yang Anda hadapi? Ketiak basah atau bau ketiak? Atau keduanya?

Bagi sebagian besar orang, formula yang menghilangkan bau dan menjaga ketiak tetap kering merupakan produk yang sudah bagus. Yang lainnya lebih memilih produk deodoran tanpa antiperspirant.

Ada pilihan apakah Anda ingin yang terdapat tambahan parfum atau tidak, atau untuk kulit sensitif. Ada pula pilihan deodoran yang terbuat dari bahan natural tanpa aluminium seperti yang terbuat dari garam mineral kristal.

Apakah deodoran dan antiperspirant aman digunakan?

Beberapa waktu lalu, beredar bahwa deodoran menyebabkan kanker payudara pada wanita. Sebenarnya, rumor ini diawali ketika wanita yang ingin melakukan mamogram diberitahu untuk tidak memakai deodoran dan antiperspirant ketika akan melakukan pemeriksaan payudara.

Residu dari deodoran dan antiperspirant dapat terlihat pada sinar X dan dapat menyebabkan kekeliruan akan adanya abnormalitas pada payudara. Sejauh ini, tidak ditemukan adanya bukti kaitan pemakaian produk deodoran dan antiperspirant terhadap kanker payudara.

Salah satu risiko yang sudah teruji dari pemakaian deodoran antiperspirant adalah iritasi kulit. Saat ini sudah ada produk deodoran yang memiliki PH seimbang sehingga tidak begitu asam dan menyebabkan reaksi kulit.

Selain itu, jangan gunakan deodoran pada kulit yang luka dan jika iritasi berlanjut sebaiknya hentikan penggunaannya.

Baca juga : Deodorant Bisa Sebabkan Kanker Payudara, Benarkah?

Direview tanggal: | Terakhir Diedit:

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait

Lebih mudah dan hemat serta privasi terjaga di aplikasi AsmaraKu.
Download sekarang:

Logo Google Play Logo Google Play
icon-arrow-left Kembali ke Love Journal
Halaman Privasi
Gambar Halaman Privasi