Cart 0

Keranjang belanja Anda kosong

FREE Instant Delivery! Garansi 3 jam sampai! Belanja sekarang

#PrivasiTerjamin
Paket polos tanpa label. Hanya Tuhan yang tahu barang pesanan kamu.
#PastiBPOM
No fake, no KW. Semua barang 100% original dengan sertifikat BPOM.
#AmbilSendiri
Ada loker rahasia yang menanti. Jadi jejak kamu aman.
#FreeOngkir
Ongkirnya buat kamu aja. Lumayan...buat beli es teh.
Love. Health. Beauty
Advertisement
Advertisement

Terapi Testosteron untuk Obati Disfungsi Ereksi, Apa Syaratnya?

Masalah disfungsi ereksi atau DE kerap mengganggu keharmonisan dalam hubungan pernikahan. Kondisi ini dialami mereka yang sulit mempertahankan ereksi saat berhubungan seksual.

BAGI penderita disfungsi ereksi, terapi disfungsi ereksi dapat membantu, terutama perawatan hormon testoteron. Seperti yang diketahui, testoteron merupakan hormon seks bagi pria.

Pada usia 50 tahun ke atas, kadar hormon testoteron pria perlahan menurun dan disfungsi ereksi menjadi gangguan kesehatan yang umum. Tak heran, banyak pria mencari solusi untuk mengatasinya termasuk dengan terapi testosteron.

Tetapi, sebelum melakukan terapi disfungsi ereksi, sebaiknya Anda mempertimbangkan beberapa alasan berikut:

Perawatan Testosteron Tidak Selalu Mengatasi Disfungsi Ereksi

Faktanya, cara mengatasi disfungsi ereksi dengan terapi atau perawatan testoteron tidak berefek pada pria dengan kadar testoteron normal, dalam arti, kekuatan ereksi tidak mengalami peningkatan.

Penelitian menunjukkan bahwa hal ini tidak selalu membantu pria dengan kadar testoteron rendah jika disfungsi ereksi adalah satu-satunya gejala yang muncul.

Ada berbagai macam faktor penyebab disfungsi ereksi. Disfungsi ereksi biasanya disebabkan oleh aliran darah yang kurang lancar ke Mr. P atau masalah dengan saraf yang mengontrol ereksi.

Jika demikian, maka Anda membutuhkan konsultasi dengan dokter untuk mengetahui hasil analisa. Apakah kondisi yang dialami benar disfungsi ereksi atau kondisi lain, seperti pengerasan arteri, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi atau diabetes?

Beberapa kondisi kesehatan di atas dapat mempersempit atau menghambat pembuluh darah sehingga aliran darah yang menuju Mr. P berkurang atau merusak saraf ereksi.

Pada umumnya, kadar testoteron yang rendah hanya mempengaruhi hasrat atau keinginan untuk berhubungan seksual. Namun, tidak menyebabkan disfungsi ereksi.

Perawatan Testosteron Memiliki Banyak Resiko

    Perawatan testoteron dapat menyebabkan tubuh terlalu banyak menahan cairan. Sehingga muncul masalah lain seperti: jerawat, kelenjar prostat membesar, dan payudara pria membesar.

    Efek samping lain yang biasa dijumpai termasuk mempengaruhi kesuburan; peningkatan jumlah sel darah merah yang memicu penyakit jantung; menyebabkan sulit tidur, dan risiko kanker prostat.

    Baca juga : Ini Lho Manfaat Olahraga untuk Meningkatkan Vitalitas Pria!

    Kapan Sebaiknya Anda Mempertimbangkan Pengobatan Testosteron untuk DE?

    Apabila Anda mengalami disfungsi ereksi selama 3 bulan, segeralah berkonsultasi dengan ahli medis.

    Gejala atau tanda-tanda testoteron rendah meliputi:

    • Kehilangan dorongan seksual
    • Kehilangan rambut tubuh
    • Payudara pria membesar
    • Penurunan massa otot dan tulang yang rapuh
    • Dalam beberapa kasus, ukuran Mr. P juga mengecil.

    Jika Anda memiliki gejala-gejala ini, dokter akan meminta tes darah untuk mengukur kadar testoteron Anda. Tes darah harus dilakukan lebih dari satu kali. Sebaiknya, tes darah dilakukan saat pagi hari karena pada waktu ini, tingkat testoteron berada pada puncaknya.

    Bagaimana Cara Mengatasi Disfungsi Ereksi?

    Sebagian besar masalah disfungsi ereksi dapat diobati. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan.

    1.Ketahui Penyebab Disfungsi Ereksi

    Disfungsi ereksi dapat menjadi indikasi penyakit yang lebih serius. Seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, atau diabetes. Dengan mengobati disfungsi ereksi maka Anda dapat mengurangi risiko terkena penyakit-penyakit tersebut.

    2.Periksa Obat-Obatan Anda

    Disfungsi ereksi juga dapat dipicu oleh efek samping obat-obatan, termasuk obat tekanan darah tinggi, obat depresi, obat alergi, hingga obat kejang dan kanker. Jika obat-obatan ini menimbulkan efek samping disfungsi ereksi, segera berkonsultasi dengan dokter untuk mengubah dosis atau beralih ke obat lain.

    3.Buat Perubahan Gaya Hidup

    Kebiasaan yang tidak sehat dapat mempengaruhi disfungsi ereksi. Berolahragalah secara teratur, jaga berat badan yang seimbang, berhenti merokok, hindari alkohol, dan jangan menyalahgunakan obat-obatan.

    Baca juga : Susah Orgasme pada Pria, Apa Penyebabnya?

    4.Pertimbangkan Obat untuk Meningkatkan Ereksi

    Jenis obat-obatan tertentu dapat meningkatkan alirah darah ke Mr. P apabila diminum 1 jam sebelum beraktivitas seksual.

    Obat-obatan ini antara lain adalah sildenafil (Viagra), vardenafil (Levitra), dan tadalafil (Cialis). Sebelum mengonsumsi obat tersebut, Anda harus berbicara dengan dokter tentang apa manfaat dan efek sampingnya.

    Jika Anda memiliki riwayat penyakit jantung, hindari mengonsumsi obat nitrat seperti pil nitrogliserin. Kombinasi beberapa jenis obat dapat menurunkan tekanan darah Anda secara signifikan.

    5.Dapatkan Bantuan untuk Tekanan Emosional

    Disfungsi ereksi yang disebabkan oleh gangguan fisik dapat diobati dengan resep dokter. Tetapi, jika penyebabnya dipicu oleh gangguan kejiwaan seperti depresi, kecemasan, pascatrauma atau masalah emosional, tentunya ahli spesialis kejiwaan yang dapat membantu.

    Berkonsultasi atau melakukan konseling ke psikiater, psikolog, atau spesialis kejiwaan bisa menjadi terapi disfungsi ereksi yang efektif bagi Anda.

    Direview tanggal: | Terakhir Diedit:

    Tinggalkan komentar

    Artikel Terkait

    Lebih mudah dan hemat serta privasi terjaga di aplikasi AsmaraKu.
    Download sekarang:

    Logo Google Play Logo Google Play
    icon-arrow-left Kembali ke Love Journal
    Halaman Privasi
    Gambar Halaman Privasi