Cart 0

Keranjang belanja Anda kosong

#PrivasiTerjamin
Paket polos tanpa label. Hanya Tuhan yang tahu barang pesanan kamu.
#PastiBPOM
No fake, no KW. Semua barang 100% original dengan sertifikat BPOM.
#AmbilSendiri
Ada loker rahasia yang menanti. Jadi jejak kamu aman.
#FreeOngkir
Ongkirnya buat kamu aja. Lumayan...buat beli es teh.
Love. Health. Beauty

Promo Fiesta Neon BUY 5 GET 1 Khusus di App!

Ambil Kode Voucher
Advertisement
Advertisement

Stop Percayai 8 Mitos Tentang HIV Ini!

Meski HIV bukan hal baru, masih banyak yang keliru tentang bagaimana penularan, perawatan, dan siapa saja orang-orang yang paling berisiko. Ini kerap menyebabkan ODHA terkucilkan dari lingkungannya.

MITOS seputar HIV dan ODHA adalah salah satu hal yang masih banyak beredar dan dipercayai masyarakat. Selain menyebabkan miskonsepsi dan ketakutan semu, golongan ODHA juga menjadi dikucilkan karena ini.

Maka dari itu, penting bagi Anda untuk mengetahui apa saja mitos dan fakta mengenai HIV dan ODHA.

1. MITOS: Anda bisa tertular HIV hanya dengan berada di sekitar ODHA dalam kehidupan sehari-hari.

FAKTA: Salah. HIV adalah penyakit yang ditularkan ketika cairan tubuh yang terinfeksi (darah, cairan kelamin, ASI, dll) bersentuhan langsung dengan selaput lendir (mulut, vagina, anus), luka, atau disuntikkan langsung ke aliran darah.

HIV tidak menyebar dengan cara berciuman, berpelukan, berbagi makanan/minuman, kursi toilet, bersin/batuk, berkeringat, menyentuh, atau melalui gigitan serangga.

2. MITOS: HIV bisa disembuhkan.

FAKTA: Salah. Belum ada obat untuk HIV. Akan tetapi, dengan perawatan yang tepat, ODHA dapat mengendalikan virus yang ada dalam tubuh dan hidup sehat dengan umur panjang.

Dengan pengobatan dan perawatan antiretroviral  (ART) yang tepat, ODHA dapat menurunkan jumlah HIV dalam sistem tubuh mereka secara signifikan hingga ke level "tidak terdeteksi", walaupun virus tetap ada.

3. MITOS: HIV adalah penyakit pria homoseksual.

FAKTA: Salah. HIV tidak mendiskriminasi usia, ras, jenis kelamin, orientasi seksual, kelas, atau identitas lainnya.

Berdasarkan data dari Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, ibu rumah tangga (IRT) adalah pengidap AIDS terbanyak di Indonesia.

Data kumulatif ini mencatat bahwa sampai dengan Juni 2016 ada 11.655 orang IRT mengidap AIDS. Jadi, HIV/AIDS bukanlah penyakit pria homoseksual.

4. MITOS: Merupakan tanggung jawab ODHA untuk memulai hubungan seks yang aman.

KENYATAAN: Salah. Setiap orang bertanggung jawab atas kesehatan seksual mereka sendiri. Hal ini merupakan tanggung jawab individu, terlepas dari status HIV mereka.

Tanggung jawab tersebut mungkin termasuk: penggunaan kondom, PrEP, tes HIV, dll. Di Carolina Selatan, ODHA memang diharuskan untuk mengungkapkan status mereka kepada pasangan seksual mereka.

Jika Anda bukan ODHA, Anda tetap bertanggung jawab untuk mempertahankan kesehatan seksual Anda.

5. MITOS: Orang yang menikah/dalam hubungan monogami tidak akan tertular virus HIV

KENYATAAN: Salah. Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah Anda tertular HIV/ AIDS atau tidak adalah melakukan tes HIV.

Meski berganti-ganti pasangan seksual adalah penyebab umum penularan HIV, akan tetapi bukan berarti jaminan pasangan monogami terbebas dari HIV.

Sayangnya, kadang kita tidak bisa mengendalikan perilaku pasangan kita sendiri. Walaupun kita tidak pernah ingin memikirkan perselingkungan dalam pernikahan monogami, apa pun bisa terjadi.

6. MITOS: Berhubungan seks dengan ODHA berarti akan tertular HIV

KENYATAAN: Salah. Berhubungan seks dengan ODHA atau orang yang positif HIV, sedangkan Anda negatif HIV, bukan serta-merta berarti Anda bisa tertular.

Dengan pemahaman yang cukup mengenai penularan dan tindakan pencegahan HIV, maka pasangan berstatus campuran HIV masih bisa menikmati kehidupan seksual yang sehat.

Jika digunakan dengan benar, kondom dapat mengurangi kemungkinan penularan hingga lebih dari 90%.

7. MITOS: Saya dan pasangan positif HIV, sehingga kami tidak perlu menggunakan kondom

KENYATAAN: Salah. Jika kedua pasangan positif HIV, mungkin masuk akal untuk berpikir bahwa Anda tidak perlu menggunakan kondom. Tetapi, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan.

Pertama adalah resimen terapi antiretroviral (ART) tidak akan mencegah Anda dari kehamilan yang tidak diinginkan atau IMS lainnya. Namun, penggunaan kondom yang tepat mampu mencegahnya.

Selain itu, ada kemungkinan bagi ODHA untuk terinfeksi dengan jenis HIV kedua, yang disebut dengan infeksi ulang HIV. Terinfeksi oleh jenis HIV lain berpotensi menyebabkan kegagalan resimen.

8. MITOS: Menjadi ODHA/ HIV-positif berarti saya tidak pernah bisa memiliki anak.

KENYATAAN: Salah. HIV memang bisa ditularkan melalui hubungan seks tanpa kondom. Tetapi, karena pemahaman kita tentang HIV telah berkembang, demikian pula pemahaman kita tentang cara mencegah penularan HIV.

Memiliki anak kandung bagi ODHA adalah suatu hal yang mungkin terjadi. Ada beberapa opsi yang pantas dipertimbangkan untuk pembuahan, seperti terapu PrEP.

Direview tanggal: | Terakhir Diedit:


Sumber

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait

Lebih mudah dan hemat serta privasi terjaga di aplikasi AsmaraKu.
Download sekarang:

Logo Google Play Logo Google Play
icon-arrow-left Kembali ke Love Journal
Halaman Privasi
Gambar Halaman Privasi