Menu
Cart

KESEHATAN

Percantik Kondisi Psikologis dengan Berpuasa di Bulan Ramadhan

Oleh: AsmaraKu Editorial | 5 menit membaca


Menahan lapar dan haus selama satu hari penuh mungkin akan membuat Anda bertanya apakah itu baik untuk kesehatan? Faktanya puasa sangatlah baik untuk kesehatan fisik dan mental. Stres dan depresi bisa Anda hindari dengan berpuasa.

Percantik Kondisi Psikologis dengan Berpuasa di Bulan Ramadhan

APA yang akan terjadi dalam hidup jika kita selalu menghindari hal-hal yang dapat menantang fisik dan mental kita? It must be boring! Menantang diri sendiri akan membuat diri kita semakin berkembang sebagai individu untuk mencapai aktualisasi diri dan juga membuat kita lebih bijaksana dalam menghadapi berbagai jenis permasalahan di kehidupan ini. Salah satu contoh hal yang menantang diri adalah dengan berpuasa. Meskipun menahan makan adalah tantangan secara fisik, imbalan yang akan diperoleh adalah kepuasan spiritual dan mental.

Namun mungkin ada sebagian dari Anda yang belum mengetahui apa itu puasa? Puasa dapat merujuk pada banyak praktik namun menurut literatur ilmiah ada 3 tipe puasa:

  1. Puasa intermittent: juga dikenal sebagai hari puasa, dimana tubuh tidak makan dan tidak minum pada tiap waktu tertentu dalam satu tahun. Ini biasanya dilakukan oleh umat Islam saat melakukan puasa Ramadhan dan puasa sunah. Waktu puasa ini adalah dari terbitnya matahari sampai matahari tenggelam, rata-rata adalah selama 13 jam.
  2. Puasa therapeutic: puasa jenis ini adalah menghindari makan selama 2 hari dalam seminggu dan hanya mengonsumsi 200-500 kalori saja dari buah dan sayur.
  3. Membatasi kalori: membatasi makan dengan makan 30-40 persen kalori lebih sedikit dibandingkan biasanya.

Dalam artikel ini selanjutnya akan dibahas mengenai manfaat puasa intermittent yang dilakukan oleh umat Muslim di seluruh dunia sebagai salah satu kewajiban ibadahnya. Manfaat puasa ternyata sangat baik bukan hanya untuk fisik saja namun juga baik secara psikologis.

Baca juga: Atasi "Sindrom Malas" Kala Puasa Ramadhan

Bayangkan Anda sedang menjelajahi hutan belantara sendiri dan tiba-tiba datanglah baboon besar entah dari mana dan mencoba menerkam Anda. Pada saat ini, Anda pasti akan mencoba melawan baboon tersebut dengan sekuat tenaga dan Anda yakin bahwa kekuatan diri Anda akan mampu melawannya. Tanpa melakukan pemikiran sebelumnya, secara alami tubuh Anda akan memilih untuk bertahan hidup dengan melawan, mencoba kabur atau hanya pura-pura mati saja. tubuh Anda akan melepaskan banyak zat untuk membuat hal tersebut terjadi.

Sama dengan hal di atas, tubuh akan melepaskan banyak zat ketika melakukan puasa karena tubuh lapar. Untuk melindungi tubuh kita saat kita berpantangan makan dan minum, tubuh kita akan melepaskan zat yang membuat kita tetap sabar dan dapat menunda waktu makan. Selain itu ketika lapar, tubuh juga kemungkinan bisa menjadi cemas namun dengan puasa ini bisa menjadi cara mengatasi stress yang baik. Jadi secara tidak langsung aspek psikologis kita akan bekerja lebih baik saat berpuasa.

Apa yang terjadi pada tubuh saat berpuasa?

jual suplemen untuk daya tahan tubuh lengkap
  • Autophagy: proses pemecahan limbah dan sel rusak di dalam tubuh sementara tubuh juga sedang memperbaiki disfungsi sel dalam tubuh. Selama puasa, proses autophagy meningkat signifikan dibandingkan ketika tidak berpuasa.
  • Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF): salah satu jenis protein yang meningkat selama puasa. BDNF adalah protein yang berinteraksi dengan saraf di bagian otak yang berhubungan dengan daya ingat, belajar dan aspek kognitif.
  • Ketones: adalah sejenis zat kimia yang berfungsi melindungi otak ketika terjadi kekurangan glukosa dalam otak. Selama puasa, produksi ketones meningkat.

Karena adanya perubahan pada hal di atas, maka ada beberapa peningkatan dalam 5 aspek psikologis, seperti berikut ini: 

1. Gangguan Neurodegenerative

Pada tikus, penurunan tingkat autophagy mengakibatkan perkembangan saraf yang lebih rendah dan membuat lemak dalam tubuh meningkat. Lebih lanjut, penurunan tingkat BDNF juga berhubungan erat dengan turunnya daya ingat, kematian saraf, gangguan kognitif dan kelainan degeneratif seperti Alzheimer. Penelitian menunjukkan bahwa peningkatan ketones dapat menjadi cara menjaga kesehatan tubuh dan mental dari resiko gangguan neurodegenerative.

2. Daya ingat, pembelajaran dan kognitif

Peningkatan BDNF akan menghambat penurunan daya ingat, kematian saraf dan gangguan kognitif.

3. Tidur

Penelitan menunjukkan bahwa dengan berpuasa selama delapan hari membuat para responden mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik dibandingkan dengan sebelum berpuasa.

jual suplemen multivitamin lengkap dan murah

4. Depresi dan kecemasan

Puasa secara signifikan dapat mengurangi resiko terkena penyakit yang berhubungan dengan kecemasan pada 80% pasinen yang menderita penyakit kronis. Penurunan tingkat BDNF dalam jangka panjang sangat berhubungan pada kenaikan resiko terkena depresi atau stress, juga sebaliknya meningkatknya BDNF dapat menurunkan resiko depresi.

Lebih lanjut, diketahui olahraga juga bisa menjadi cara mengatasi stress dan mampu menurunkan resiko terkena depresi, hal ini disebabkan – sama dengan puasa – otak kita akan melepaskan zat kimia yang berhubungan dengan tubuh karena sedang terancam karena tidak mendapatkan makanan.

Baca juga: 5 Tantangan Berat Saat Puasa Ramadhan dan Cara Mengatasinya

5. Migraine

Penelitian lainnya menunjukkan bahwa puasa akan meningkatkan serotonin dalam otak. Hal ini diduga dapat menjelaskan sebuah temuan yang menarik dimana puasa dapat mengatasi migraine secara signifikan.

6. Stroke

Puasa tidak hanya mengurangi resiko terkena penyakit stroke namun juga mengurangi resiko terjadi kerusakan otak pasca stroke. Peningkatan kadar BDNF akan menurunkan peradangan sitokin dan meningkatkan kadar protein neuro-protective.

Puasa – dalam istilah kiasan – dapat dianggap sebagai satu obat dan pil yang bisa digunakan sebagai cara menjaga kesehatan yang baik dan untuk mencegah penyakit gangguan neurodegenerative, gangguan tidur, depresi dan stress, kecemasan dan stroke. Selain itu puasa akan meningkatkan daya ingat, kognitif dan pembelajaran.

Terlepas dari apakah agama Anda, apakah Anda orang yang reiligus atau tidak, puasa dapat meningkatkan kesehatan psikologis Anda secara signifikan.



Sebelumnya: Apa Warna Lingerie Seksi Favorit Para Pria?


Artikel Terkait


0 comments

Tinggalkan komentar


Belanja produk di artikel ini

Beli a_stamina tubuh, Beli kategori_kesehatan, Beli kesehatan, Beli multivitamin, Beli multivitamin pria, Beli multivitamin wanita, Beli puasa, Beli stamina tubuh, Beli stamina tubuh pria, Beli Stamina Tubuh Wanita

HALO CINTA!

Dapatkan kejutan dari AsmaraKu jika kamu mendaftarkan email sekarang.

Kita tunggu yah belanjanya :3

PRIAWANITA
Halaman Privasi
Kembali —

Halaman ini dibuat untuk menjaga privasi Anda
ketika berbelanja di Asmaraku.com