Cart 0

Keranjang belanja Anda kosong

Belanja sekarang, 3 JAM langsung sampai (area terbatas)! 3-hour instant delivery, Order Now

#PrivasiTerjamin
Paket polos tanpa label. Hanya Tuhan yang tahu barang pesanan kamu.
#PastiBPOM
No fake, no KW. Semua barang 100% original dengan sertifikat BPOM.
#AmbilSendiri
Ada loker rahasia yang menanti. Jadi jejak kamu aman.
#FreeOngkir
Ongkirnya buat kamu aja. Lumayan...buat beli es teh.
Love. Health. Beauty
Advertisement
Advertisement

Memahami Lebih Dalam Tes Keperawanan "Dua Jari"

Diberlakukannya tes dua jari sebagai tes untuk masuk ke dalam sebuah lembaga tentunya menuai kecaman karena dianggap melanggar privasi wanita. Tes dua jari ini diberlakukan sebagai tes keperawanan. Terdengarnya asing, bukan?

Memahami Lebih Dalam Tes Keperawanan "Dua Jari"

APAKAH tes keperawanan dua jari cukup efektif? Bagaimana caranya? Mungkin pertanyaan ini seringkali ada di dalam benak Anda. Di Indonesia sendiri, mungkin hal ini sangatlah tabu. Tapi siapa yang menyangka kalau di negara luar, tes ini pernah menjadi cara untuk mencari tahu apakah seseorang mengalami korban pemerkosaan atau tidak.

Sebagai contoh, pada  20 April 2014 silam, seorang perempuan berusia 14 tahun mengalami kasus pemerkosaan dan dibuang dari bis yang sedang melaju di Singrauli, Madhya Pradesh. Menurut berita, terdakwa membantah tuduhan perkosaan yang dilayangkan kepadanya dan malah menyatakan sebaliknya bahwa remaja tersebut terjatuh dari bus yang sedang melaju.

Pada tanggal 21 April, polisi mengadakan siaran pers dan mengutip laporan medis yang diberikan oleh tiga karyawan dari RSUD di mana korban seringkali berhubungan seksual.

Tidak terlihat adanya cedera eksternal yang terlihat di bagian tubuh atau bagian-bagian intim. Pernyataan ini dan fakta bahwa tes dua jari yang dilakukan pada korban pemerkosaan ini menyebabkan kekerasan di kota Rewa.

Tes dua jari kemudian dilakukan pada korban pemerkosaan tersebut. Namun tidak ada bukti bahwa dia diperkosa. Malahan ada bukti baru di mana perempuan tersebut sudah terbiasa melakukan hubungan seksual sebelum menikah.

Tes ini memang dianggap tidak signifikan, namun tes ini memiliki peran penting khususnya untuk membantu proses investigasi ketika terjadi kekerasan seksual di India. Tes dua jari ini terdengar ilmiah, padahal kenyataannya tidak demikian, sama seperti ELISA (untuk memeriksa HIV).

Faktanya, tes ini biasa dilakukan di abad pertengahan Eropa di mana korban ditenggelamkan di dalam air. Kalau ia tenggelam maka tes menunjukkan dia bersalah, tapi kalau paru-parunya membesar, maka ia tidak bersalah. Berikut ini ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk melakukan tes dua jari.

Langkah Pertama

Langkah pertama adalah dengan memasukkan dua jari ke dalam vagina.

Langkah Kedua

Selanjutnya, perlu diketahui bahwa dalam melakukan tes ini ada objek utamanya. Apakah si perempuan memiliki selaput dara atau tidak. Namun perlu diketahui kalau setiap perempuan memiliki ukuran selaput dara yang berbeda-beda, ada yang tebal dan ada juga yang tipis.

Baca juga: Mitos Selaput Dara dan Tes Keperawanan

Tidak hanya itu saja, ada juga perempuan yang sebenarnya punya selaput dara namun kelihatannya tidak. Ada juga perempuan yang hamil tapi selaput daranya masih utuh sehingga dalam kasus ini, selaput dara tidak bisa dijadikan acuan.

Langkah Ketiga

Tujuan kedua dari tes ini adalah mengetahui kelemahan dari dinding vagina. Pada langkah ini akan mencari tahu apakah si perempuan terbiasa berhubungan seksual atau tidak. Hal ini bisa dilihat dari apakah dinding vaginanya masih terlihat ketat atau longgar.

Baca juga: Amankah Vaginoplasty Sebagai Solusi untuk Merapatkan Miss V?

Namun lagi-lagi tes ini tidaklah spesifik karena hasil penilaiannya bisa subjektif. Sebagai contoh, ada perempuan yang masih berusia 20 tahun dan sudah memiliki anak namun tidak mengalami kelonggaran pada otot vaginanya. Jadi, tidak ada bukti pasti dimana seseorang yang aktif berhubungan seksual tidak bisa memicu kelonggaran pada ototnya.

Malahan kecemasan atau ketakutan dapat mengencangkan otot di mana gairah seksual dapat melonggarkan otot meskipun sifatnya hanya sementara. Sehingga tes ini lagi-lagi dianggap tidak akurat.

Langkah Keempat

Langkah keempat adalah memutuskan apakah perempuan mengalami kasus pemerkosaan atau tidak.  Anda mungkin bisa bertanya mengenai sejarah seksual si perempuan, tapi hal ini tidak bisa dilakukan karena hukum menganggap itu tidak relevan.

Itu dia langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk melakukan tes dua jari. Namun lagi-lagi tes dua jari ini dianggap tidak spesifik untuk mengetahui apakah seseorang masih perawan atau tidak.

Direview tanggal: | Terakhir Diedit:

3 komentar

  • Apakah wanita jika di sogrok pakai bolpen vagina keluar putih dan tidak berdarah tapi merasa perih..dan pengen lagi?(apakah iya masih perawan atau tidak?), makasih tolong di jawab

    Mawar on
  • Maaf saya ingin tanya, apakah perawan akan robek ketika vagina digesek pakai kain berupa sarung bantal? Tapi setelah gesekan itu sering merasa sakit vaginanya, apakah itu udah robek?

    Mia on
  • Mohon maaf saya berkomentar kalo menurut saya tes 2 jari itu tidak baik selain melangar hak sebagai perempuan juga kasihan yang masih perawan bisa juga selaput darahnya juga rusak apalagi di masukin 2 jari sekaligus. Sebaiknya tes 2 jari di gunakan dalam hal yang lebih penting contohnya seperti tadi saya baca untuk tes apakah wanita itu di perkosa atau memang sudah melakukan hubungan berkali2 Mohon maaf jika ada kata yang salah. Terimakasih

    pungut eka novitriani on

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait

Lebih mudah dan hemat serta privasi terjaga di aplikasi AsmaraKu.
Download sekarang:

Logo Google Play Logo Google Play
icon-arrow-left Kembali ke Love Journal
Halaman Privasi
Gambar Halaman Privasi