Advertisement
Advertisement

Keluar Darah setelah Berhubungan Intim, Normalkah?

Pada umumnya, darah bukanlah cairan yang keluar dari organ intim setelah melakukan hubungan seksual. Jadi, sangat wajar jika Anda merasa panik ketika dari organ intim keluar darah setelah berhubungan intim. Lalu, apa penyebab berdarah saat berhubungan intim? Apakah kondisi ini aman, terutama bagi wanita yang tidak sedang menstruasi?

Keluar Darah setelah Berhubungan Intim, Normalkah?

ADA berbagai alasan mengapa dari Miss V keluar darah setelah berhubungan intim. Untuk lebih jelasnya, inilah faktor penyebab pendarahan setelah melakukan hubungan seksual.

Infeksi Ragi atau Bakteri

Infeksi ragi atau bakteri yang terjadi pada Miss V dapat menyebabkan peradangan pada jaringan halus yang melapisi pembuluh darah di dalam Miss V dan serviks. Ketika jaringan-jaringan tersebut meradang, teksturnya jadi lebih halus dan rentan mengalami pendarahan ketika terjadi penetrasi vaginal.

Sekedar informasi, infeksi ragi terjadi karena ketidakseimbangan bakteri vagina yang ditandai dengan keputihan dan gatal. Penyebab infeksi ragi ini bermacam-macam, mulai dari tidak mengganti celana dalam secara teratur, terlalu lama menggunakan pakaian renang, hingga tidak buang air kecil setelah berhubungan intim.

Penyakit Menular Seksual

Kondisi keluar darah setelah berhubungan intim memang dapat membuat Anda panik. Namun, perlu Anda ketahui bahwa kondisi ini dapat dialami oleh wanita yang terinfeksi penyakit menular seksual seperti gonore atau klamidia.

Bagi wanita yang aktif berhubungan seksual, sangat perlu untuk melakukan tes penyakit menular seksual serta mengecek kesehatan jasmani dan organ vitalnya secara teratur. Tujuannya agar infeksi penyakit menular seksual dapat segera terdeteksi dan diobati dengan baik.

Wanita terinfeksi HPV yang berkembang menjadi sel prakanker di leher rahim juga dapat mengalami pendarahan setelah melakukan hubungan seksual. Jadi, ketika Anda mendapatkan pendarahan terus menerus setelah bercinta, tak ada salahnya untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Baca juga: Tes Penyakit Kelamin Bisa Dilakukan di Rumah, Lho!

Miss V Terlalu Kering

Pada dasarnya, Miss V memproduksi cairan pelumas alami ketika bercinta. Pelumas alami ini dapat membuat hubungan intim semakin nyaman dan mengurangi rasa sakit ketika penetrasi. Namun, ada beberapa wanita yang mengalami kondisi Miss V terlalu kering.

Wanita dengan kadar estrogen yang rendah dapat mengalami kekeringan pada Miss V. Akibatnya, Miss V gagal memproduksi pelumas alami dan menyebabkan pendarahan ketika terjadi penetrasi antara Miss V dan Mr. P.

Oleh karena itu, jika Miss V terlalu kering sebaiknya gunakan pelumas tambahan untuk mencegah berdarah saat berhubungan.

Tidak Bercinta dalam Waktu yang Cukup Lama

Selain kekeringan yang terjadi pada Miss V, “absen” bercinta juga dapat menyebabkan pendarahan saat berhubungan intim, lho. Pendarahan ini terjadi ketika ada pergesekan antara Mr. P dengan jaringan halus di dalam Miss V dan leher rahim.

Berhubungan intim setelah absen dalam waktu yang cukup lama menyebabkan jaringan kembali mengalami peregangan dan sedikit robek. Jadi, cobalah untuk rutin bercinta dengan pasangan untuk mencegah keluarnya darah dari organ intim kewanitaan.

Terlalu Kasar

Rough sex atau seks yang terlalu kasar atau liar juga menjadi alasan berdarah saat berhubungan. Penetrasi yang terlalu kasar akan menyebabkan jaringan di sekitar Miss V dan leher rahim mengalami trauma hingga pendarahan.

Trauma yang terjadi mungkin tidak terlalu besar, tapi volume darah yang dikeluarkan bisa menjadi banyak.

Seks yang “kasar” harus dilakukan jika Anda dan pasangan sama-sama menyetujuinya. Apabila merasa kurang nyaman dengan gaya bercinta yang terlalu kasar, sebaiknya bicarakan hal ini dengan pasangan karena Anda pun berhak memperoleh kenyamanan saat bercinta.

Baca juga: Benarkah Wanita Menyukai "Rough Sex"?

Kehamilan

Leher rahim menjadi lembut dan sensitif selama kehamilan. Jika Anda dan pasangan bercinta pada trimester pertama kehamilan, Anda mungkin akan mengalami pendarahan setelahnya.

Pendarahan yang terjadi saat kehamilan juga bisa menjadi pertanda keguguran. Bagi wanita hamil, sebaiknya tanyakan kepada dokter kandungan mengenai waktu yang tepat untuk bercinta.

Jika kandungan terlalu lemah, dokter akan menyarankan Anda untuk “puasa” bercinta dengan pasangan sampai kondisi kandungan sudah cukup kuat untuk melakukan penetrasi.

Polip Serviks

Polip adalah pertumbuhan jaringan seperti umbil kecil yang panjangnya sekitar 1-2 cm. Polip adalah jaringan non-kanker yang dapat tumbuh di saluran atau permukaan leher rahim. Wanita yang memiliki polip serviks dapat mengalami pendarahan setelah berhubungan intim.

Meskipun polip tidak berbahaya, tapi kondisi ini memang cukup mengganggu. Periksakan diri Anda ke dokter kandungan jika Anda menemukan gejala-gejala polip serviks, seperti pendarahan yang selalu terjadi setelah Anda melakukan hubungan intim.

Kesimpulannya, berdarah saat berhubungan bukan kondisi yang normal. Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter jika terus-menerus mengalami pendarahan setelah melakukan hubungan intim.

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait

icon-arrow-left Kembali ke Love Journal
Keranjang Belanja
Halaman Privasi
Kembali —

Halaman ini dibuat untuk menjaga privasi Anda
ketika berbelanja di Asmaraku.com

Gambar Halaman Privasi