FREE Ongkir Pulau Jawa 0
Rp 120.000 120.000
#PrivasiTerjamin
Paket polos tanpa label. Hanya Tuhan yang tahu barang pesanan kamu.
#PastiBPOM
No fake, no KW. Semua barang 100% original dengan sertifikat BPOM.
#AmbilSendiri
Ada loker rahasia yang menanti. Jadi jejak kamu aman.
#FreeOngkir
Ongkirnya buat kamu aja. Lumayan...buat beli es teh.
Love. Health. Beauty
Advertisement
Advertisement

Hmm, Pentingkah Ukuran Testis?

Sudah banyak diskusi yang membahas apakah ukuran penis penting atau tidak, namun bagaimana dengan testis? Apakah ukuran testis penting?

TESTIS merupakan salah satu organ vital pada tubuh pria yang fungsi utamanya adalah menghasilkan hormon testosteron atau hormon seks pria dan juga sperma.

Ukuran testis normal umumnya adalah sekitar 4 x 3 x 2 cm dan berbentuk oval. Sebagian besar pria memiliki dua buah zakar atau yang juga disebut dengan istilah testis.

Namun biasanya testis berbeda ukuran adalah hal yang wajar, entah itu besar atau kecil sebelah. Testis terletak di skrotum, melekat di setiap ujungnya dengan korda spermatika yang dibentuk oleh vas deferens.

Lalu, jika Anda bertanya apakah ukuran testis itu penting? Apakah ukuran testis dapat mempengaruhi kualitas kehidupan Anda? Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut mengenai ukuran testis.

Apakah Ukuran Penting?

Produksi testosteron dan sperma yang sehat dapat terjadi dalam berbagai volume testis.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ukuran testis normal yang lebih besar di antara makhluk hidup yang menyusui berkaitan dengan kadar testosteron yang lebih tinggi, sementara volume testis yang lebih kecil berkaitan dengan penurunan produksi sperma.

Kadar testosteron dapat menjadi masalah jika Anda memiliki kondisi tertentu seperti sindrom klinefelter, yang merupakan akibat dari lebih banyaknya kromosom X dalam tubuh.

Gejala dari kondisi ini adalah testis yang mengecil atau testis turun sebelah. Sindrom tersebut juga dapat dilihat dengan gejala munculnya karakteristik fisik wanita seperti janggut, kumis dan bulu pada badan yang tumbuh hanya sedikit.

Pada taraf tertentu, pertumbuhan  jaringan payudara pada laki-laki yang memiliki sindrom klinefelter juga mungkin terjadi.

Memiliki sindrom klinefelter biasanya berarti berkurangnya aktivitas produksi sperma memilki dan kadar testosteron yang rendah. Akibatnya, infertilitas atau masalah kesuburan dapat terjadi.

Istilah klinis untuk kondisi testosteron rendah yang abnormal adalah hipogonadisme. Gejala yang mungkin muncul adalah:

  • Testis lebih kecil dari rata-rata
  • Pertumbuhan jaringan payudara
  • Rambut di tubuh atau wajah lebih sedikit dibandingkan dengan pria lainnya
  • Tanda-tanda lain yang mirip dengan sindrom klinefelter

Umumnya, hipogonadisme sering diobati dengan terapi penggantian testosteron, terkadang dapat dimulai pada masa pubertas.

Jika Anda melihat adanya pembengkakan testis, segera beri tahu dokter. Pembesaran testis pada masa dewasa dapat menjadi penanda kanker testis atau masalah kesehatan lainnya, alih-alih menjadi tanda meningkatnya kejantanan.

Kapan Testis Mulai dan Berhenti Tumbuh?

Ukuran testis normal pria pada saat lahir adalah sekitar 1 cm kubik. Ukuran tersebut akan bertahan sampai testis mulai tubuh sekitar usia 8 tahun.

Kemudian, testis akan tumbuh dengan baik. Terkadang testis sudah mencapai ukuran dewasa pada masa pubertas. Dalam masa itu, rambut juga akan mulai tumbuh di skrotum dan di sekitar alat kelamin.

Testis cenderung tumbuh pada tingkat yang sama, meskipun satu dapat tumbuh sedikit lebih besar dan sedikit lebih lama dari yang lainnya. Biasanya, satu testis menggantung lebih rendah daripada yang lainnya atau testis turun sebelah.

Dapatkah ukuran testis mengecil?

Seiring dengan bertambahnya usia, produksi testosteron akan cenderung turun ketika testis Anda mulai mendapatkan sumber/pasokan yang lebih kecil. Hal ini dikenal dengan atrofi testis.

Perubahan pada umumnya terjadi secara bertahap dan mungkin tidak terlalu terlihat. Ketika itu terjadi secara alami, maka tidak ada ancaman kesehatan.

Namun, kadar testosteron yang lebih rendah dapat menyebabkan libido berkurang dan massa otot lebih sedikit.

Tetapi, ini cenderung menjadi bagian alami dari penuaan. Masalah kesehatan  tertentu juga dapat menyebabkan atrofi testis, antara lain:

  • Mengidap penyakit menular seksual, seperti gonore dan sifilis
  • Penyakit gondong, TBC dan infeksi virus tertentu pada testis
  • Trauma benda tumpul pada testis

Apakah Normal Jika Satu Testis Lebih Kecil Daripada yang Lainnya?

Faktanya, testis berbeda ukuran adalah hal yang sangat umum. Biasanya tidak ada penjelasan medis untuk hal tersebut.

Namun, jika Anda melihat perubahan ukuran atau bentuk satu atau kedua testis, Anda harus segera memberitahukan pada dokter.

Jika ternyata satu testis mulai terasa lebih berat atau Anda merasakan benjolan, bisa jadi itu adalah tumor dan mungkin pertanda dari kanker testis.

Kesehatan testis

Terlepas dari ukuran testis Anda, Anda harus melakukan pemeriksaan testis bulanan untuk memeriksa benjolan atau perubahan lain yang mungkin mengindikasikan penyakit.

Pemeriksaan dapat dilakukan setelah mandi, atau sebelum Anda bepakaian di pagi hari. Sebagai cara deteksi dini, coba raba testis dengan jari dan rasakan apakah ada benjolan aneh dan tidak normal.

Selain itu, Anda juga bisa merasakan apakah ada bagian yang sakit ketika diraba. Jika memang ada yang tidak normal, segera periksakan diri Anda ke dokter.

Direview tanggal: | Terakhir Diedit:


Sumber

4 komentar

  • kisBLApExjGXR

    vpmwkQnIVFiTHDS on
  • PKaEjULqyiT

    eLGrlXVc on
  • PofhTKykDEN

    zHMlvEQrUxOSk on
  • CmrVfULMdYAIGS

    UNVlvTXHidmpwye on

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait

Lebih mudah dan hemat serta privasi terjaga di aplikasi AsmaraKu.
Download sekarang:

Logo Google Play Logo Google Play
icon-arrow-left Kembali ke Love Journal
Keranjang Belanja
Halaman Privasi
Gambar Halaman Privasi