Cart 0

Keranjang belanja Anda kosong

Pre-Order HAMPERS LEBARAN Mulai dari Rp 235 Ribu!

Order Sekarang
#PrivasiTerjamin
Paket polos tanpa label. Hanya Tuhan yang tahu barang pesanan kamu.
#PastiBPOM
No fake, no KW. Semua barang 100% original dengan sertifikat BPOM.
#AmbilSendiri
Ada loker rahasia yang menanti. Jadi jejak kamu aman.
#FreeOngkir
Ongkirnya buat kamu aja. Lumayan...buat beli es teh.
Love. Health. Beauty
Advertisement
Advertisement

Hmm, Adakah Penyakit Menular Seksual yang Tidak Bisa Dihindari Kondom?

Selain untuk mengontrol kehamilan, fungsi kondom juga sebagai pencegah penyakit menular seksual. Namun, adakah penyakit menular seksual yang tak bisa dihindari kondom? 

KONDOM adalah salah satu alat kontrasepsi nonhormonal yang kerap digunakan pasangan yang hendak menunda memiliki momongan.

Selain tidak mengubah kondisi hormon pemakainya, kondom juga menjadi alat kontrasepsi favorit karena mudah didapat dan dipakai.

Fungsi kondom juga tidak hanya sebagai pengontrol kehamilan saja. Lebih dari itu, kondom dapat mencegah penyakit menular seksual, lho.

Kok bisa? Tentu bisa, dong. Pasalnya, beberapa penyakit menular seksual tersebar melalui sperma.

Pori-pori kondom yang super rapat (kecuali kondom yang terbuat dari kulit domba) membuat sperma tidak dapat menembus dan bertukar dengan pasangan seks, sehingga penularan penyakit seksual dapat dicegah.

Namun, ada beberapa penyakit menular seksual yang tidak menular melalui sperma. Inilah yang membuat fungsi kondom sebagai pencegah penularan penyakit seksual tidak bekerja.

Penyakit menular seksual apa saja yang tidak dapat dicegah oleh kondom? Ini jawabannya.

Herpes

Herpes adalah salah satu jenis penyakit seksual yang tidak menyebar melalui sperma. Herpes ada pada permukaan kulit, dan terkadang tersebar di area yang tidak tertutup oleh kondom, seperti selangkangan atau panggul.

Jika herpes yang tersebar di permukaan kulit Anda mengenai pasangan, maka sangat mungkin pasangan juga ikut tertular. Karena itu, saat herpes sedang kambuh, Anda sebaiknya tunda dulu melakukan hubungan seks.

Molluscum

Selain herpes, molluscum adalah penyakit seksual lain yang menyebar pada permukaan kulit. Penyakit ini biasanya ditemukan pada anak-anak dan menular melalui kontak kulit ke kulit.

Namun, pada orang dewasa, molluscum dapat diidentifikasi sebagai penyakit menular seksual. Pada wanita, molluscum biasanya ditemukan pada area vulva.

Molluscum akan tampak seperti benjolan bundar yang gatal dan lembek jika disentuh.

Kutu Kemaluan

Kini, kasus kutu kemaluan memang sudah jarang ditemukan, mengingat orang sudah rutin mandi dan membersihkan diri. Namun, bila bulu kemaluan Anda lebat, ada kemungkinan Anda memiliki kutu kemaluan.

Kondom mungkin bisa mengurangi potensi penyebarannya, tetapi bukan berarti kutu tidak mungkin berpindah inang kala hubungan intim berlangsung.

Sifilis

Sifilis adalah penyakit menular seksual dengan ciri tonjolan bundar yang menyakitkan pada kulit. Sama seperti herpes, kondom belum tentu bisa mencegah penularannya, tergantung di mana posisi luka dari penyakit satu ini.

Jika posisi sifilis berada di area yang tidak tertutup kondom, maka penularannya saat hubungan seksual tidak dapat dicegah.

HPV

Penyakit menular seksual satu ini disebabkan oleh virus. Jika Anda aktif secara seksual, Anda bisa tertular penyakit ini pada kondisi tertentu.

Beberapa jenis HPV menimbulkan kutil di area genital, sedangkan jenis yang lainnya tidak. Inilah mengapa banyak orang yang kadang tidak sadar dirinya menderita HPV.

Parahnya lagi, tanpa kemunculan kutil sekalipun, HPV tetap dapat menular melalui kontak kulit. Pada beberapa kasus, HPV dapat menimbulkan kanker serviks.

Meski terbukti mengurangi risiko kanker serviks, tidak ada bukti bahwa kondom dapat mencegah jenis HPV tertentu, baik HPV yang berbahaya ataupun tidak.

Itulah beberapa penyakit menular seksual yang tidak dapat dicegah oleh kondom. Memang ada penyakit menular seksual yang tidak dapat dicegah oleh kondom, namun bukan berarti Anda harus meninggalkan kondom, ya.

Memakai pelindung saat bercinta tentu lebih baik daripada tidak sama sekali. Ingatlah untuk tidak sering bergonta-ganti pasangan untuk mengurangi potensi penyebaran penyakit menular seksual.

Direview tanggal: | Terakhir Diedit:


Sumber

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait

Lebih mudah dan hemat serta privasi terjaga di aplikasi AsmaraKu.
Download sekarang:

Logo Google Play Logo Google Play
icon-arrow-left Kembali ke Love Journal
Halaman Privasi
Gambar Halaman Privasi
icon navigations