Advertisement
Advertisement

Hati-Hati, Ini 8 Gejala Sifilis pada Wanita

Sama seperti anggota tubuh lainnya, Miss V juga bisa mengalami beberapa penyakit atau infeksi yang disebabkan oleh jamur atau virus. Salah satu penyakit pada Miss V yang patut diwaspadai adalah sifilis. 

Hati-Hati, Ini 8 Gejala Sifilis pada Wanita

SIFILIS merupakan infeksi yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Infeksi menular seksual ini menyebar melalui hubungan seksual dengan orang yang sudah lebih dulu terinfeksi.

Hubungan seksual yang dimaksud bisa berupa seks vaginal, anal, dan oral. Selain itu, penyakit yang juga dikenal dengan nama “Raja Singa” ini juga dapat menular melalui darah.

Sebagian penderita sifilis tidak menyadari bahwa dirinya terinfeksi. Walaupun sudah melakukan perawatan Miss V dengan baik, hal tersebut tidak menjamin seorang wanita tidak dapat terinfeksi sifilis, begitu pun dengan pria.

Agar Anda lebih waspada terhadap infeksi menular seksual ini, simak 8 gejala sifilis pada wanita berikut ini:

1. Luka yang Tidak Sakit

Tahap pertama sifilis berlangsung dalam waktu 3-6 minggu setelah terinfeksi, dimana biasanya terdapat luka di organ intim wanita tetapi tidak kelihatan. Luka ini tidak menimbulkan rasa sakit dan memiliki semacam kantung vesikular (berisi cairan). Biasanya ada beberapa luka di satu area yang sama dan bentuknya terlihat seperti jerawat.

2. Demam dan Kelenjar Getah Bening Membengkak

Demam adalah suatu tanda tubuh Anda terinfeksi oleh bakteri atau virus. Gejala sifilis pada wanita juga ditandai dengan demam. Namun, demamnya tidak terlalu tinggi karena suhu tubuh hanya sekitar 38 derajat celcius saja.

Selain demam yang terjadi selama beberapa hari, gejala lainnya adalah biasanya kelenjar getah bening di sekitar leher juga terasa membengkak.

Taman Sari Royal Heritage Empon-Empon Pembersih, Rp 49.000,- ; Beli di sini

3. Ruam Kulit

Apakah di tubuh Anda tiba-tiba muncul ruam yang tidak menimbulkan gatal? Mungkin bisa jadi itu salah satu tanda infeksi menular seksual sifilis.

Ruam kulit bisa timbul di mana saja, tidak harus di sekitar organ intim wanita. Pada umumnya, ruam karena sifilis ini sering muncul di telapak tangan dan telapak kaki.

4. Luka di Mulut, Vagina, dan Anus

Jangan sepelekan luka di mulut karena bisa saja itu bukan sariawan biasa. Luka di mulut, vagina, dan anus bisa saja merupakan gejala sifilis. Luka ini besar (berukuran sekitar 1-3 cm), timbul, berwarna putih atau abu-abu, dan muncul di area yang lembab.

Bahkan, luka ini nampak seperti kutil tetapi tidak sakit bila berusaha dilepas. Tak hanya di mulut, vagina, dan anus, luka ini bisa muncul di ketiak, selangkangan, dan area tubuh lain yang lembab.

Baca juga: Begini Lho, Cara Membersihkan Miss V yang Benar

5. Rambut Rontok Berlebihan

Mungkin Anda tidak menghiraukan kerontokan rambut yang selama ini dialami sebab tidak menyangka bahwa kerontokan rambut bisa menjadi salah satu gejala sifilis pada wanita.

Ya, kerontokan rambut memang bisa disebabkan oleh berbagai macam hal, mulai dari perubahan hormon, konsumsi obat-obatan tertentu, dan kondisi medis.

Akan tetapi, jika Anda sudah mengalami sejumlah gejala sifilis di daftar ini, maka kerontokan rambut yang dialami justru semakin memperkuat dugaan Anda terinfeksi bakteri Treponema pallidum.

6. Penurunan Berat Badan

Bagi wanita, coba jangan terlalu senang dulu ketika mengetahui berat badan Anda turun. Pasalnya, gejala sifilis tahap kedua biasanya disertai dengan penurunan berat badan.

Walaupun angka penurunan berat badan tidak terlalu signifikan, biasanya orang yang terinfeksi sifilis juga akan mengalami sakit kepala, nyeri otot, sakit tenggorokan, dan kelelahan hebat.

Herbadrink Kunyit Asam Sirih Plus Madu, Rp 10.100,- ; Beli di sini

7. Defisit Sensorik

Ketika sifilis tidak kunjung diobati hingga mencapai tahap lanjut, maka bakteri dapat mempengaruhi otak. 10 persen pasien sifilis yang tidak segera diobati dapat terkena meningitis, peradangan otak dan sumsum tulang belakang.

Selain itu, bakteri penyebab sifilis juga dapat menyebabkan kesulitan koordinasi gerakan otot yang meliputi perubahan perilaku, kelumpuhan, defisit sensorik, dan demensia.

8. Penglihatan Kabur

Infeksi sifilis yang sudah mencapai tahap tersier akan membuat bakteri mempengaruhi saraf optik pada otak. Gejala tersebut bisa membuat penglihatan kabur dan lama-lama bisa menyebabkan kebutaan permanen.

Sifilis adalah patogen yang dibawa oleh darah, jadi ketika bakterinya berada di otak maka akan menginfeksi organ tersebut. Jadi segera melakukan pengobatan jika Anda terkena sifilis agar tidak mengalami hal ini ya. 

 

8 gejala sifilis pada wanita ini bisa Anda cermati agar lebih hati-hati saat melakukan hubungan intim. Perawatan Miss V saja tidak cukup untuk mencegah sifilis, mintalah pasangan untuk menggunakan kondom saat berhubungan intim untuk mencegah risiko penularan sifilis dan penyakit seksual lainnya.

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait

icon-arrow-left Kembali ke Love Journal
Keranjang Belanja
Halaman Privasi
Kembali —

Halaman ini dibuat untuk menjaga privasi Anda
ketika berbelanja di Asmaraku.com

Gambar Halaman Privasi