Cart 0

Keranjang belanja Anda kosong

#PrivasiTerjamin
Paket polos tanpa label. Hanya Tuhan yang tahu barang pesanan kamu.
#PastiBPOM
No fake, no KW. Semua barang 100% original dengan sertifikat BPOM.
#AmbilSendiri
Ada loker rahasia yang menanti. Jadi jejak kamu aman.
#FreeOngkir
Ongkirnya buat kamu aja. Lumayan...buat beli es teh.
Love. Health. Beauty

Promo Fiesta Neon BUY 5 GET 1 Khusus di App!

Ambil Kode Voucher
Advertisement
Advertisement

Haid Ketika Hamil? Apa Mungkin?

Secara medis, tidak mungkin seseorang bisa haid tapi hamil. Namun, itu terjadi pada beberapa wanita. Kondisi hamil tapi haid ini kerap membingungkan banyak wanita, terutama yang sedang berbadan dua.

SEBELUMNYA, perlu diketahui bahwa hormon Anda selama kehamilan bisa berubah-ubah. Hormon ini yang kerap memicu seorang wanita mengalami menstruasi atau tidak mengalami.

Selama masa kehamilan, sangat kecil kemungkinan bisa haid, terutama karena tubuh tidak mampu meluruhkan lapisan dinding rahim sembari tetap mempertahankan kehamilan.

Kondisi hamil tapi haid ini bisa jadi bukan seperti yang dibayangkan sebelumnya. Pendarahan yang dialami bukan haid atau menstruasi, akan tetapi bisa menjadi gejala-gejala kelainan tertentu selama kehamilan.

Berikut adalah beberapa jenis haid atau menstruasi yang terjadi karena beberapa alasan ketika hamil.

Pendarahan Desidua dan Implantasi Selama Kehamilan

Wanita yang melaporkan telah mengalami hamil tapi haid biasanya mengalami fenomena yang disebut dengan pendarahan desidua.

Pendarahan desidua adalah peluruhan yang terjadi pada sebagian kecil lapisan dinding rahim yang terjadi selama beberapa bulan pertama di awal kehamilan.

Sebenarnya, pendarahan desidua bukanlah masa haid atau menstruasi seperti yang biasa terjadi, tetapi memang dapat terlihat cukup mirip.

Bahkan, banyak wanita yang kesulitan menyadari apakah mereka sedang hamil, karena terus-menerus mengalami pendarahan seperti haid biasa.

Selanjutnya, beralih ke implantasi selama kehamilan. Pendarahan karena implantasi selama kehamilan juga tampak seperti haid di periode awal kehamilan.

Pendarahan implantasi ini tanda yang mirip seperti bercak-bercak atau flek selama periode haid berlangsung. Flek yang muncul tidak hanya bercak merah, tetapi juga bisa bercak kecoklatan atau merah muda.

Perbedaan mendasar antara haid dan pendarahan implantasi selama kehamilan adalah hanya terjadi selama masa awal kehamilan atau bulan pertama kehamilan.

Namun, perlu diperhatikan bahwa pendarahan yang terjadi selama kehamilan harus segera dikonsultasikan dengan dokter kandungan. Hal ini penting untuk mencegah komplikasi selama kehamilan, atau bahkan keguguran.

Pendarahan desidua memang terjadi pada sejumlah wanita, tetapi kasus ini cukup jarang. Sedangkan, bila diperhatikan, pendarahan implantasi biasanya hanya berlangsung satu atau dua hari.

Jadi, sebaiknya Anda segera menemui dokter untuk memastikan kondisi kehamilan Anda dan mencari tahu penyebab haid tapi hamil tersebut.

Perlu diingat bahwa dokter bisa saja menyebutkan istilah medis yang menyebut pendarahan ini sebagai pendarahan trimester pertama, bukan pendarahan desidua.

Penyebab Pendarahan Trimester Pertama

Dapat dipahami bahwa pendarahan selama trimester pertama sangat mengejutkan dan mengkhawatirkan bagi wanita hamil.

Untungnya, banyak wanita yang mengalami pendarahan selama kehamilan tetap bisa melahirkan bayi yang sehat. Berikut adalah beberapa alasan yang menjadi penyebab pendarahan trimester pertama:

  • Keguguran
  • Pendarahan implantasi, yang biasanya terjadi sekitar 2 minggu setelah pembuahan
  • Infeksi serviks, pertumbuhan serviks atau serviks yang meradang
  • Kehamilan mola
  • Kehamilan ektopik

Penyebab Pendarahan Trimester Kedua atau Ketiga

Berikut adalah beberapa kemungkinan penyebab pendarahan yang dialami selama kehamilan trimester kedua atau ketiga. Pendarahan dalam jumlah sedikit juga bisa terjadi pada akhir kehamilan atau sekitar trimester kedua dan ketiga.

Ternyata, pendarahan ini merupakan salah satu fungsi tanda-tanda bahwa wanita akan segera melahirkan. Pendarahan yang terjadi bisa tercampur dengan lendir atau cairan lainnya.

Kapan Harus Menghubungi Dokter

Sebenarnya, wanita hamil tidak perlu khawatir berlebihan tentang pendarahan selama kehamilan. Pasalnya, sekali lagi, banyak wanita yang mengalami haid tapi hamil dan tetap bisa melahirkan bayi normal yang sehat.

Akan tetapi, pendarahan selama kehamilan tetap harus terpantau dan dipastikan kondisinya baik-baik saja oleh dokter kandungan.

Jadi, walaupun banyak wanita yang mengalaminya tetap dapat melahirkan dengan normal, Anda tetap harus memeriksakannya.

Wanita hamil harus segera menghubungi dokter apabila melihat adanya tanda tanda bercak darah atau tanda-tanda kehamilan lainnya yang mencurigakan.

Selain itu, ibu hamil juga harus memberitahu dokter apakah haid tapi hamil ini disertai gejala-gejala lain yang mencurigakan seperti kram perut, nyeri perut, demam, kontraksi, atau kedinginan.

Dokter akan membantu dengan memberikan solusi dan perawatan yang tepat agar ibu dan bayi di dalam kandungan tetap dalam kondisi yang sehat.

Direview tanggal: | Terakhir Diedit:


Sumber

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait

Lebih mudah dan hemat serta privasi terjaga di aplikasi AsmaraKu.
Download sekarang:

Logo Google Play Logo Google Play
icon-arrow-left Kembali ke Love Journal
Halaman Privasi
Gambar Halaman Privasi