FREE Ongkir Pulau Jawa 0
Rp 120.000 120K
[Promo] 5% Cashback untuk pembayaran dgn OVO
Advertisement
Advertisement

Guys, Ini Dia Tanda-tanda Rambut Rontok dan Penyebabnya

Rambut rontok parah tidak hanya dapat mempengaruhi kulit kepala Anda, namun juga bisa berdampak ke seluruh tubuh. Semua orang memiliki peluang mengalami kerontokan rambut, tapi ternyata rambut rontok lebih banyak terjadi para pria, lho.

JIKA Anda perhatikan, ada lebih banyak laki-laki yang mengalami kebotakan dibandingkan dengan wanita bukan? Nah, kebotakan ini awalnya disebabkan oleh kerontokan rambut yang berlebihan dari kepala.

Rambut rontok bisa disebabkan oleh faktor keturunan, perubahan hormon, kondisi medis atau penggunaan obat-obatan. Faktor keturunan adalah penyebab rambut pria rontok yang paling sering dialami.

Beberapa pria mungkin lebih memilih membiarkan rambutnya rontok, bahkan merasa nyaman dengan kepala plontos. Namun bagi yang tidak nyaman dengan kondisi itu, biasanya mereka akan menggunakan topi, kupluk, atau penutup kepala lainnya.

Sebagian pria juga ada yang memilih untuk melakukan perawatan yang bermanfaat untuk mencegah kerontokan rambut dan mengembalikan pertumbuhan rambutnya.

Tanda-tanda rambut rontok

Kerontokan rambut dapat muncul dengan berbagai cara, tergantung apa yang menyebabkannya. Kerontokan bisa muncul tiba-tiba atau secara bertahap. Bagi pria, rambut rontok bisa bersifat sementara atau permanen.

Secara umum, tanda dan gejala kerontokan rambut dapat meliputi:

1. Penipisan rambut bertahap di atas kepala

Ini adalah jenis kerontokan rambut yang paling umum dialami baik pria maupun wanita seiring dengan bertambahnya usia. Pada pria, rambut sering mulai hilang dari dahi dalam garis yang menyerupai huruf M.

2. Titik-titik kebotakan yang melingkar atau tidak rata

Beberapa orang akan mengalami titik-titik kebotakan yang halus dan berukuran paling tidak sebesar koin.

Jenis kerontokan ini umumnya hanya terjadi pada rambut kepala, namun pada beberapa kasus juga ditemukan pada alis dan janggut. Pada beberapa kasus, kerontokan rambut akan diawali dengan rasa gatal atau sakit.

3. Rambut mengendur

Pengaruh faktor fisik atau emosi dapat menyebabkan rambut kendur. Hal ini terlihat ketika Anda menyisir tiba-tiba segenggam rambut ikut tersangkut pada sisir, atau ketika rambut rontok parah saat Anda sedang keramas.

Jenis kerontokan rambut ini biasanya dapat menyebabkan penipisan rambut secara keseluruhan, dan bukan hanya bercak botak yang melingkar.

4. Rambut rontok seluruh tubuh

Beberapa kondisi akibat perawatan medis seperti kemoterapi untuk kanker dapat menyebabkan rambut rontok di seluruh tubuh Anda. Namun jika pengobatan sudah selesai, biasanya rambut akan tumbuh kembali.

5. Tumpukan kerak kulit kepala

Ini adalah indikator adanya kadas atau kurap. Kondisi ini biasanya juga diikuti dengan kerusakan rambut, kulit kepala kemerahan, bengkak dan kadang-kadang keluar cairan dari bagian bengkak tersebut.

Penyebab rambut rontok

Umumnya orang kehilangan 100 helai rambut setiap harinya, namun biasanya tidak akan terlalu terlihat karena rambut baru akan tumbuh dengan cepat.

Penipisan rambut akan terjadi ketika siklus kerontokan pertumbuhan rambut terganggu, atau ketika folikel rambut rusak dan digantikan dengan jaringan parut atau keloid di mana rambut sulit tumbuh kembali.

Penyebab rambut pria rontok biasanya terkait dengan satu atau beberapa kondisi berikut:

1. Riwayat keluarga (faktor keturunan)

Penyebab paling umum pada kebotakan rambut adalah faktor keturunan. Faktor ini ditandai dengan rambut rontok, penipisan rambut secara bertahap namun sangat signifikan hingga pada akhirnya menjadi kebotakan.

Meski kebotakan hanya terjadi kepada pria, kerontokan akibat faktor keturunan bisa terjadi baik pada pria maupun wanita.

2. Perubahan hormon atau kondisi medis

Berbagai kondisi dapat menyebabkan kerontokan rambut secara permanen atau sementara, termasuk perubahan hormon karena kehamilan, persalinan, menopause dan masalah tiroid.

Kondisi medis lainnya yang menyebabkan rambut rontok parah adalah alopecia areata, yaitu kelainan autoimun yang menyebabkan kerontokan yang tidak merata, infeksi kulit kepala seperti kadas atau kurap, dan trichotillomania (gangguan mental yang melibatkan dorongan tak tertahankan untuk menarik rambut).

3. Obat dan suplemen

Penggunaan obat dan suplemen tertentu dapat menyebabkan efek samping bagi rambut, lho. misalnya saja obat yang digunakan selama masa penyembuhan kanker, radang sendi, depresi, masalah jantung, asam urat dan tekanan darah tinggi.

4. Terapi radiasi kepala

Orang yang melakukan terapi radiasi pada kepala secara umum akan membuat kerontokan rambut. Rambut akan tumbuh lagi setelah beberapa bulan pasca terapi

5. Stres

Anda mungkin memperhatikan ketika Anda stres rambut Anda akan rontok lebih banyak dari biasanya. Kerontokan rambut karena stres bersifat temporer, tergantung bagaimana Anda menyikapi stres Anda.

6. Efek gaya rambut dan perawatan tertentu

Gaya rambut yang berlebihan seperti kuncir kuda yang terlalu kencang menarik rambut dapat menyebabkan traction alopecia, yaitu kerontokan rambut yang disebabkan oleh gaya rambut yang terlalu ketat atau kencang.

Perawatan rambut dengan minyak panas juga dapat menyebabkan radang folikel rambut yang akhirnya membuat rambut rontok parah. Jika tidak ditangani, ini bisa membuat rambut rontok secara permanen.

Baca juga: Manfaat Menggunakan Pomade bagi Kesehatan Rambut

Kapan harus ke dokter?

Temui dokter Anda jika Anda tertekan karena kerontokan rambut yang Anda alami dan tetap ingin melanjutkan perawatan. Anda juga disarankan untuk segera menemui dokter jika terjadi kerontokan yang parah secara tiba-tiba.

Kondisi tersebut bisa saja menjadi salah satu kelainan medis yang membutuhkan perawatan.

Pencegahan rambut rontok

Sebagian besar kebotakan disebabkan oleh faktor genetika, dan jenis kerontokan ini tidak dapat dicegah namun dapat diminimalisir saja. Obat rambut rontok bisa membantu mencegah dan mengatasi rambut rontok. Pencegahan lainnya dapat dilakukan dengan:

  1. Menghindari gaya rambut ketat, seperti kepang atau kuncir kuda

  2. Menghindari memuntir, menggosok dan menarik rambut secara kompulsif atau membabi buta

  3. Memperlakukan rambut dengan lembut saat keramas dan menyisir. Gunakan sisir bergigi lebar supaya rambut tidak mudah tertarik

  4. Menghindari perawatan rambut yang membahayakan seperti roll panas, catok rambut dan pewarnaan

  5. Menghindari merokok karena beberapa studi menunjukkan bahwa merokok berkaitan dengan kerontokan rambut

  6. Jika Anda sedang menjalani pengobatan kemoterapi, tanyakan pada dokter Anda mengenai topi pendingin. Topi khusus ini dapat membantu mengurangi resiko kehilangan rambut selama kemoterapi

 

Direview tanggal: | Terakhir Diedit:

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait

icon-arrow-left Kembali ke Love Journal
Keranjang Belanja
Halaman Privasi
Kembali —

Halaman ini dibuat untuk menjaga privasi Anda
ketika berbelanja di Asmaraku.com

Gambar Halaman Privasi