FREE Ongkir Pulau Jawa 0
Rp 120.000 120.000
#PrivasiTerjamin
Paket polos tanpa label. Hanya Tuhan yang tahu barang pesanan kamu.
#PastiBPOM
No fake, no KW. Semua barang 100% original dengan sertifikat BPOM.
#AmbilSendiri
Ada loker rahasia yang menanti. Jadi jejak kamu aman.
#FreeOngkir
Ongkirnya buat kamu aja. Lumayan...buat beli es teh.
Love. Health. Beauty
Advertisement
Advertisement

Berhubungan Seks saat Pakai Tampon, Amankah?

Banyak wanita yang merasa kurang nyaman saat kedatangan tamu bulanan atau menstruasi.

SELAIN bisa mempengaruhi mood, menstruasi juga terkadang dapat mengubah banyak rencana termasuk hubungan seksual dengan pasangan.

Di Indonesia sendiri berhubungan seksual saat menstruasi masih terdengar tabu dan sangat pantang dilakukan terkait dengan keamanan hubungan seksual.

Namun tahukah Anda bahwa di negara maju hal itu sudah biasa dilakukan? Yup, dari sebuah penelitian melaporkan bahwa sebagian wanita menganggap darah menstruasi sebagai pelumas alami saat berhubungan seksual dan mereka menikmatinya.

Akan tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika berhubungan seksual saat menstruasi terutama jika Anda menggunakan tampon.

Well, berhubungan seks menggunakan tampon sangat tidak direkomendasikan. Anda wajib melepaskan tampon terlebih dahulu sebelum melakukan hubungan seks.

Jika tampon tidak dilepas, tampon dapat terdorong jauh ke dalam kanal vagina. Tentu saja itu akan membuat Anda tidak nyaman dan membuat beberapa potensi masalah pada kesehatan Anda. Apa saja potensi masalahnya? Berikut daftarnya:

  1. Kesulitan mengambil tampon. Kabar baiknya adalah Anda tidak mungkin kehilangan tampon di dalam tubuh Anda. Namun kabar buruknya adalah penis atau sex toys dapat mendorong tampon pada saluran terdalam vagina dan ini akan membuat tampon sulit diambil. Tentu saja Anda tidak mau hal itu terjadi bukan?
  2. Nyeri dan ketidaknyamanan. Selama hubungan seksual, penis dapat mendorong tampon hingga menyentuh leher rahim. Ini tentu saja akan membuat ketidaknyamanan apalagi ketika menstruasi biasanya bagian serviks dan uterus akan lebih sensitif. Ini akan memperparah menstruasi Anda baik secara fisik maupun psikis.
  3. Seks tidak nyaman. Tampon dapat memenuhi ruang vagina bersama dengan penis. Ini akan menyebabkan penetrasi yang tidak penuh atau tidak maksimal. Jika ini terjadi, baik Anda maupun pasangan pasti akan merasakan ketidaknyamanan saat seks menggunakan tampon.
  4. Kurangnya stimulasi serviks. Selama penetrasi seksual, rangsangan serviks menjadi salah satu cara untuk mencapai kenikmatan atau orgasme. Tampon dapat memblokir penis untuk mencapai stimulasi serviks dan Anda tidak akan merasakan kenikmatan yang selama ini Anda inginkan.
  5. Memar dan luka. Tampon dapat mendorong leher rahim dan uterus sehingga dapat menyebabkan memar dan luka. Hal ini terutama berlaku untuk tampon baru. Tampon yang direndam terlebih dahulu akan lebih fleksibel dan sedikit mengurangi sentuhan fisik pada jaringan sensitif.
  6. Bau busuk. Bahaya dari seks menggunakan tampon lainnya adalah dapat menyebabkan bau busuk terutama jika Anda lupa melepaskannya. Selain itu, pengendapan darah juga dapat menyebabkan infeksi serius pada vagina.
  7. Infeksi. Keamanan hubungan seksual Anda akan terancam jika menggunakan tampon saat berhubungan seksual. Luka di vagina dapat menyebabkan infeksi bakteri berbahaya bagi kesehatan Anda.
  8. Toxic Shock Syndrome (TTS). Infeksi TTS dapat menyebabkan kematian salah satunya disebabkan karena tampon terlalu lama berada di dalam vagina. Tidak sedikit wanita yang lupa melepaskannya. Untuk menghindari resiko ini, selalu lepaskan tampon secara rutin.

Dari daftar tersebut pastinya Anda sudah mengetahui kan bahwa berhubungan seksual dengan masih menggunakan tampon itu tidak aman.

Jika tampon terlanjur masuk terlalu dalam vagina, maka Anda bisa mengambilnya dengan tangan namun pastikan tangan Anda sudah bersih. Jangan gunakan alat apapun untuk mengambilnya.

Bila Anda merasa kesulitan segera pergi ke dokter. Secara umum, berhubungan seksual saat menstruasi tidaklah aman meskipun Anda sudah menggunakan pengaman atau sudah melepaskan tampon karena resiko infeksi bakteri dari darah menstruasi itu sendiri.

Jadi, Anda diwajibkan bersikap lebih bijaksana dalam hal ini. Sabar menunggu menstruasi selesai akan jaug lebih baik dan Anda juga si Dia akan merasakan kenikmatan yang lebih besar saat berhubungan seksual.

Direview tanggal: | Terakhir Diedit:

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait

Lebih mudah dan hemat serta privasi terjaga di aplikasi AsmaraKu.
Download sekarang:

Logo Google Play Logo Google Play
icon-arrow-left Kembali ke Love Journal
Keranjang Belanja
Halaman Privasi
Gambar Halaman Privasi