FREE Ongkir Pulau Jawa 0
Rp 120.000 120.000
#PrivasiTerjamin
Paket polos tanpa label. Hanya Tuhan yang tahu barang pesanan kamu.
#PastiBPOM
No fake, no KW. Semua barang 100% original dengan sertifikat BPOM.
#AmbilSendiri
Ada loker rahasia yang menanti. Jadi jejak kamu aman.
#FreeOngkir
Ongkirnya buat kamu aja. Lumayan...buat beli es teh.
Love. Health. Beauty
Advertisement
Advertisement

Berbahayakah Terlalu Sering Menggunakan Antiseptik?

Antiseptik merupakan label yang cukup banyak dicari ketika seseorang membeli produk perawatan tubuh. Pertanyaannya sekarang, apa saja kelebihan dan kekurangan antiseptik itu?

 

SEBENARNYA antiseptik tak hanya ada dalam produk perawatan tubuh saja. Para dokter bedah dan pihak RS juga sering menggunakannya untuk mensterilkan peralatan maupun ruang operasi.  Selain itu, kelebihan antiseptik secara umum lainnya adalah:

  • Membantu membersihkan luka pasien dan mencegah infeksi (khususnya saat operasi)
  • Menurunkan tingkat kematian akibat amputasi - dari 46% ke 15% saja tahun 1867 ke 1870, ketika itu asam karbol Lister yang dipakai

Di sisi lain, antiseptik ternyata juga punya beberapa kelemahan seperti:

  • Asam karbol membuat tangan dokter bedah dan perawat pecah-pecah atau sakit.
  • Larutan karbol juga memperlambat operasi sehingga risiko kehilangan darah meningkat.

Lebih dari itu, kita juga bisa menilik kelebihan maupun kekurangannya melalui beberapa contoh antiseptik berikut:

1. Alkohol

Menurut Larson (1995), alkohol merupakan contoh antiseptik yang paling aman. Ethyl dan isopropyl (60-90%) merupakan jenis alkohol yang bermanfaat bagi kesehatan. Selain mudah diperoleh, harganya juga tidak mahal.

Zat kimia ini tak sekedar efektif mengatasi mikroorganisme di kulit, tapi juga virus hepatitis dan HIV.

Hanya saja, hindari pemakaian langsung pada selaput membran (seperti vagina misalnya) karena bisa membuat kering dan menimbulkan iritasi sehingga mikroorganisme malah berkembang biak.

Guna meminimalisir efek kulit kering tersebut, Anda dapat memilih yang kadarnya lebih kecil, sekitar 60-70% . Selain lebih murah, kadar ini tetap efektif dan tak terlalu bikin kulit kering.

Berkenaan dengan efek kulit kering, alkohol jenis ethyl-lah yang lebih sering dipakai untuk kulit.

Lebih dari itu, berikut adalah beberapa manfaat/ kelebihan alkohol:

  • Membunuh jamur dan bakteri, termasuk mikrobakteri
  • Isopropyl alcohol mampu membasmi kebanyakan virus, termasuk HIV tadi dan juga HBV, sedangkan ethyl alcohol efektif membunuh semua jenis virus
  • Harganya murah dan bisa diperoleh di mana saja
  • Walau efek membunuhnya hanya beberapa jam, namun alkohol tetap mampu menurunkan dan mencegah pertumbuhan mikroorganisme.

Di sisi lain, alkohol juga mempunyai beberapa kekurangan seperti:

  • Membuat kulit kering
  • Butuh bantuan emolien (contoh gliserin atau propylene glycol) agar efek bikin kulit keringnya berkurang
  • Bisa tidak aktif jika terkena bahan organik
  • Mudah terbakar sehingga wajib disimpan di tempat sejuk
  • Merusak bahan karet atau lateks
  • Tak bisa dipakai untuk membersihkan peralatan rumah tangga

2. CHG (Klorheksidin Gluconate)

Contoh antiseptik terbaik lainnya adalah CHG. Zat kimia ini tetap aktif menangkal mikroorganisme di kulit hingga beberapa jam ke depan, dan juga aman bagi bayi maupun anak-anak.

Kadar pemakaian CHG yang disarankan adalah 2-4%. Tapi formula baru CHG - 2% dalam air dan 1% tanpa air – yang dicampur alkohol juga efektif.

Kelebihan CHG sendiri adalah:

  • Bersifat antimikroba – efeknya kian bertambah dengan pemakaian ulang
  • Efektif membasmi jamur
  • Tetap aktif sedikitnya selama 6 jam
  • Tak terlalu terpengaruh oleh bahan organik seperti alkohol tadi
  • Ada dalam beberapa produk komersial seperti alkohol atau deterjen

Dettol Antiseptic Liquid - 250 mL, Rp.34,300; Beli Di Sini

    Sedangkan kekurangannya meliputi:

    • Mahal dan tak selalu tersedia
    • Efeknya berkurang atau bisa hilang ketika terkena surfaktan nonionik (SOAP), air mengalir, atau beberapa produk krim tangan
    • Tidak mampu menangkal bakteri penyebab TB (Tuberkulosis)
    • Tidak bisa digunakan pada pH 8 karena akan mengalami dekomposisi
    • Tak boleh mengenai mata karena mampu memicu konjungtivitis

    3. Larutan Iodine (Yodium)

    Larutan iodine tak hanya efektif membunuh bakteri vegetatif, tapi juga mikrobakteri, virus, serta jamur. Meski begitu, butuh 2 menit untuk proses kerjanya.

    Sedangkan bagi yang alergi terhadap yodium, maka alternatif lainnya adalah menggunakan iodophor yang bersifat non-toksik dan tidak mengiritasi kulit ataupun selaput membran.

    Kelebihan antiseptik iodine adalah:

    • Bersifat antimikroba
    • Murah, efektif, dan tersedia di mana-mana
    • Tidak mengiritasi kulit atau selaput membran sehingga ideal untuk membersihkan area kewanitaan
    • Larutan 3%-nya tidak meninggalkan noda pada kulit

    Kekurangan antiseptik jenis ini antara lain:

    • Efek antimikrobanya lamban
    • Dibanding iodine, efek iodophor lebih kecil
    • Dapat dinonaktifkan dengan cepat oleh bahan organik seperti darah atau dahak
    • Cairan iodine yang dilarutkan dalam alkohol dapat mengiritasi kulit dan harus dibersihkan dari kulit setelah kering (gunakan alkohol)
    • Bila yodium bebas terserap kulit atau selaput membran, maka itu dapat mengakibatkan gangguan tiroid pada bayi baru lahir.
    • Bisa memicu reaksi alergi

    4. Kloroheksilenol

    Kloroheksilenol bekerja membasmi mikroorganisme dengan cara merusak dinding sel. Tingkat keaktifannya tak setinggi alkohol, yodium, atau iodophor, dan juga tidak seefektif CHG.

    Karena mampu terserap dalam kulit, maka zat kimia ini tidak dianjurkan dipakai pada bagian tubuh tertentu. Bayi baru lahir juga dilarang terpapar antiseptik jenis ini. Kelebihan kloroheksilenol antara lain:

    - Efeknya minim terhadap bahan organik

    - Dampak antimikrobanya mampu bertahan hingga beberapa jam

    Kelemahannya:

    • Mudah dinon-aktifkan oleh SOAP
    • Dapat terserap kulit dengan cepat dan berpotensi meracuni

    Baca Juga : 

    Banyak Stretch Mark Setelah Lahiran? Yuk Hilangkan Dengan 10 Cara Ini!

     

    5. Triklosan

    Contoh antiseptik terakhir yang kita bahas pasti sudah sering Anda dengar: triklosan. Substansi tak berwarna ini biasanya terkandung dalam SOAP sebagai agen antimikroba.

    Kadar 0,2-2%-nya mampu membasmi mikrobakteri dan jamur, namun juga efektif memerangi bakteri, terutama P. aeruginosaKelebihan triklosan sendiri meliputi:

    • Efektif melindungi dari kuman
    • Ketahanannya bagus
    • Tak terlalu terpengaruh bahan organik

    Sedangkan kekurangan triklosan adalah seperti yang disebutkan tadi, yakni tak bisa membasmi P. aeruginosadan hanya mampu mencegah perkembangan bakteriostatik.

    Jadi itulah tadi beberapa kelebihan maupun kekurangan jenis antiseptik yang perlu diketahui. Bijaklah dalam memilih dan menggunakan jenis antiseptik-nya agar Anda tidak sampai dirugikan oleh efek negatifnya.

    Direview tanggal: | Terakhir Diedit:

    Tinggalkan komentar

    Artikel Terkait

    Lebih mudah dan hemat serta privasi terjaga di aplikasi AsmaraKu.
    Download sekarang:

    Logo Google Play Logo Google Play
    icon-arrow-left Kembali ke Love Journal
    Keranjang Belanja
    Halaman Privasi
    Gambar Halaman Privasi