FREE Ongkir Pulau Jawa 0
Rp 120.000 120.000
#PrivasiTerjamin
Paket polos tanpa label. Hanya Tuhan yang tahu barang pesanan kamu.
#PastiBPOM
No fake, no KW. Semua barang 100% original dengan sertifikat BPOM.
#AmbilSendiri
Ada loker rahasia yang menanti. Jadi jejak kamu aman.
#FreeOngkir
Ongkirnya buat kamu aja. Lumayan...buat beli es teh.
Love. Health. Beauty
Advertisement
Advertisement

Adakah Penyakit Menular Seksual yang Dapat Disembuhkan?

Anda mungkin sudah sering mendengar atau membaca fakta bahwa penyakit menular seksual sangat mematikan, hingga sulit atau bahkan tidak bisa disembuhkan. Benarkah itu? Adakah penyakit menular seksual yang dapat disembuhkan?

DIPERKIRAKAN terdapat 30 jenis penyakit menular seksual (PMS) di dunia. Beberapa diantaranya yang sudah cukup familiar di telinga adalah HIV, HPV, dan Klamidia.

Mungkin kita seolah-olah sudah mengetahui jenis penyakit tersebut, namun sebenarnya ada banyak hal yang tidak kita ketahui. Apakah Anda bisa membedakan penyakit menular seksual mana yang bisa dan tidak bisa disembuhkan?

Seringkali ketika berfikir mengenai PMS, kita akan langsung membayangkan betapa malunya untuk memeriksakan diri ke dokter. Untuk sekadar bercerita dengan orang terdekat pun akan terasa risih.

Sebetulnya, itu adalah sebuah miskonsepsi yang selama ini dipercaya oleh banyak orang. Faktanya, melakukan pengobatan PMS sama halnya dengan penyakit lainnya, tidak ada banyak perbedaan.

Beberapa penyakit menular seksual dapat disembuhkan dengan pengobatan, sedangkan beberapa yang lainnya dapat bertahan hidup di tubuh selamanya dan hanya dapat diberikan perawatan dan pengendalian agar tidak semakin parah.

Adalah hal yang penting untuk mengetahui perbedaan dan semua fakta mengenai masing-masing penyakit untuk melindungi diri Anda. Oleh karena itu, artikel ini mengkompilasi mana saja PMS yang dapat disembuhkan dan mana yang hanya dapat dikendalikan.

PMS yang dapat disembuhkan

1. Gonorrhea

Gonorrhea atau kencing nanah dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat. Komplikasi tetap dapat terjadi ketika penyakit tersebut tidak diberikan perawatan. Jadi, sangat penting untuk segera mendapatkan perawatan yang tepat.

Akan tetapi, mengobati gonorrhea akan menjadi semakin sulit karena gonorrhea dapat menjadi resisten terhadap antibiotik. Tetap ada antibiotik yang ampuh, namun harus dikonsumsi bersama dengan semua pengobatan lainnya dalam satu waktu agar pengobatan efektif.

2. Klamidia

Dengan pengobatan antibiotik, klamidia dapat dengan mudah disembuhkan. Namun, jika klamidia tidak diobati maka akan membuat wanita mengalami kesulitan untuk hamil.

3. Sifilis

Sifilis adalah salah satu jenis PMS yang umum dialami, namun kabar baiknya adalah sifilis tergolong mudah disembuhkan. Penyebab sifilis adalah bakteri spirochaetae bernama treponema pallidum yang biasanya ditularkan melalui kontak fisik.

Akan tetapi, jika sifilis tidak segera diobati, sifilis dapat menyebabkan komplikasi serius. Jadi, sangat penting bagi Anda untuk segera bertemu dengan dokter jika memiliki gejala-gejala sifilis.

4. Bacterial vaginosis (BV)

BV sangat mudah disembuhkan dengan antibiotik. Pada beberapa kasus, BV dapat sembuh dengan sendirinya tanpa ada pengobatan. Namun, BV dapat kembali muncul setelah proses pengobatan, oleh karena itu sangat penting untuk menjalani seluruh pengobatan.

5. Trichomoniasis

Trikomoniasis merupakan jenis penyakit menular seksual yang paling mudah untuk disembuhkan. Namun jika tidak segera ditangani, itu bisa saja terinfeksi dengan HIV.

6. Scabies

Scabies atau yang biasa dikenal sebagai kudis dapat dihilangkan kutu dan telurnya dengan resep obat krim bernama scabicide. Antibiotik juga dapat dikonsumsi untuk membasmi kutu dan telur kudis.

Anda juga perlu membersihkan tempat tidur dan pakaian secara menyeluruh karena scabies dapat menyebar dengan mudah.

7. Human Papillomavirus (HPV)

HPV biasanya dapat dengan cepat diketahui karena memiliki gejala yang berhubungan dengan kanker, 90% infeksi HPV dapat disembuhkan dengan sendirinya oleh sistem imun tubuh.

PMS yang tidak dapat disembuhkan

1. Human Immunodeficiency Virus (HIV)

HIV selalu merupakan infeksi kronis. Hingga saat ini belum ada pengobatan untuk HIV, namun dapat dikendalikan dengan pengobatan dan pengendalian yang tepat.

Belum ditemukan vaksin untuk HIV, namun jika Anda atau pasangan Anda mengidap HIV, terdapat beberapai pengobatan yang dapat Anda lakukan untuk menghindari penularan HIV selama hubungan seksual.

Jika HIV tidak ditangani, maka itu akan berkembang menjadi AIDS pada level yang lebih tinggi.

2. Genital Herpes

Banyak orang yang mengidap genital herpes tidak tahu kalau dirinya terkena penyakit ini, padahal genital herpes sangat mudah menyebar.

Belum ada obat untuk menyembuhkan genital herpes, namun dengan perawatan dan pengendalian yang tepat akan mampu meminimalisir penularan herpes.

Para penderita herpes juga dapat mengonsumsi pengobatan antivirus untuk mengurangi penularan kepada pasangan. Sampai saat ini belum ada vaksin yang dapat menyembuhkan herpes.

3. Human Papillomavirus (HPV)

Beberapa tipe HPV sangat persisten dan tidak dapat disembuhkan. Terdapat virus HPV yang sebenarnya dapat menyebabkan kanker, dan mereka yang terinfeksi dengan HPV yang persistenmemiliki resiko untuk mengalami kanker serviks.

Namun, saat ini ada dua jenis vaksin HPV yang dapat digunakan. Vaksin yang paling umum adalah Gardasil 9 yang dapat melindungi dari 9 jenis virus HPV, termasuk yang dapat menyebabkan kanker. Penderita HPV dapat menerima vaksin ini mulai dari usia 9 tahun.

4. Hepatitis B Kronis (HBV)

Hepatitis B sangat mudah menyebar dan 100 kali lebih menginfeksi daripada HIV. Setidaknya dibutuhkan waktu hingga 2 bulan untuk mendapatkan hasil tes yang akurat, namun sebenarnya dapat disembuhkan.

Akan, jika sudah masuk dalam tahap hepatitis kronis maka tidak ada vaksin yang dapat mencegah infeksi.

5. Hepatitis C Kronis (HCV)

Hepatitis C umumnya ditularkan melalui jarum, namun juga dapat menular melalui hubungan seks dengan orang yang terinfeksi.

Hepatitis C akut dapat dengan mudah disembuhkan, bahkan pada beberapa kasus dapat sembuh dengan sendirinya tanpa ada pengobatan.

Namun, jika tidak ditangani dengan tepat, ada kemungkinan untuk menjadi hepatitis C kronis yang dapat dikendalikan tapi tidak dapat disembuhkan. Mereka yang memiliki hepatitis C kronis beresiko untuk mengalami kerusakan liver.

Direview tanggal: | Terakhir Diedit:


Sumber

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait

Lebih mudah dan hemat serta privasi terjaga di aplikasi AsmaraKu.
Download sekarang:

Logo Google Play Logo Google Play
icon-arrow-left Kembali ke Love Journal
Keranjang Belanja
Halaman Privasi
Gambar Halaman Privasi