Cart 0

Keranjang belanja Anda kosong

Pre-Order HAMPERS LEBARAN Mulai dari Rp 235 Ribu!

Order Sekarang
#PrivasiTerjamin
Paket polos tanpa label. Hanya Tuhan yang tahu barang pesanan kamu.
#PastiBPOM
No fake, no KW. Semua barang 100% original dengan sertifikat BPOM.
#AmbilSendiri
Ada loker rahasia yang menanti. Jadi jejak kamu aman.
#FreeOngkir
Ongkirnya buat kamu aja. Lumayan...buat beli es teh.
Love. Health. Beauty
Advertisement
Advertisement

Ada Darah dalam Sperma Anda, Waduh... Apa Artinya, Ya?

Dalam sistem reproduksi manusia, sperma merupakan salah satu faktor terpenting dalam reproduksi. Maka dari itu, sudah sepatutnya Anda menaruh perhatian khusus pada kesehatan sperma Anda.

SPERMA adalah sel yang dibentuk oleh alat reproduksi pria, Pada proses kopulasi, sperma akan bertemu dengan sel telur wanita dan membentuk zigot.

Namun, ada kalanya seorang pria mengalami masalah pada sperma yang diproduksinya. Salah satu masalah yang paling umum terjadi yaitu adanya darah dalam sperma.

Bagi pria, masalah ini tentu saja mengkhawatirkan. Namun, masalah Sperma Berdarah (hematospermia) belum tentu berbahaya, dan belum tentu akan mengakibatkan masalah yang serius.

Untuk pria dengan usia kurang dari 40 tahun, masalah sperma berdarah pada umumnya akan hilang dengan sendirinya.

Namun, bila Anda mengalami masalah hematospermia dengan gejala lain seperti nyeri atau demam, ada kemungkinan munculnya masalah yang lebih serius lagi bagi kesehatan reproduksi Anda.

Dengan demikian, masalah ini membutuhkan perawatan atau pemeriksaan lebih lanjut. Namun, sebelum membahas masalah tersebut, alangkah baiknya mengetahui terlebih dahulu penyebab masalah hematospermia ini.

Mengapa Ada Darah dalam Sperma?

Secara umum, darah dalam sperma disebabkan oleh peradangan atau infeksi yang disebabkan oleh virus, bakteri, jamur atau penyakit seksual lainnya.

Dalam masalah ini, biasanya ditandai dengan gejala rasa nyeri atau sakit ketika buang air kecil. Namun, selain karena peradangan dan infeksi, ada hal-hal lain yang dapat menyebabkan hematospermia, yaitu:

  • Kelainan vaskular atau pembuluh darah berupa kitas vaskular pada alat kelamin pria.
  • Tumor berupa polip jinak atau tumor pada prostat, testis, epididimis, atau vesikula seminalis.
  • Tindakan medis seperti penanganan masalah saluran kencing, terapi radiasi, vasektomi, pemasangan kateter, atau tindakan biopsi pada kelenjar prostat.
  • Obstruksi atau penyumbatan pada saluran kecil sistem reproduksi. Obstruksi yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan pembuluh darah pecah dan mengeluarkan darah. Selain itu, obstruksi bisa disebabkan oleh batu pada saluran kemih.
  • Kanker prostat bagi pria yang usianya lebih dari 40 tahun.
  • Faktor sistemik berupa penyakit kronis seperti hipertensi, hemofilia, leukimia dan penyakit liver.
  • Pernah mengalami trauma fisik akibat terluka, atau benturan pada testis saat berolahraga, atau karena pernah mengalami kecelakaan.

Bagaimana Cara Mengatasi Masalah Darah pada Sperma?

Setelah Anda mengenali masalah darah pada sperma, maka Anda harus segera mengambil tindakan untuk mengatasinya

Jika Anda belum tahu penyebab pastinya, atau jika Anda masih ragu-ragu, maka segeralah berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan dan mengetahui penyebab sperma berdarah yang Anda alami.

Dokter akan memeriksa riwayat kesehatan Anda secara lengkap, termasuk aktivitas seksual yang Anda lakukan untuk mengetahui penyebab hematospermia.

Kemungkinan besar, dokter akan memberikan dua saran kepada Anda, yaitu:

1. Melakukan Perawatan di rumah

Perawatan diri di rumah dapat Anda lakukan dengan cara:

  • Istirahat yang cukup agar kondisi tubuh pulih.
  • Mengompres area pangkal paha dengan air dingin jika terjadi pembengkakan.

2. Melakukan Perawatan Medis

Kemungkinan besar, dokter akan merekomendasi untuk melakukan perawatan medis bila ternyata masalah pada alat kelamin Anda cukup serius. Perawatan yang mungkin dilakukan adalah:

  • Memberikan obat antiinflamasi atau antiradang, jika hematospermia disebabkan oleh peradangan.
  • Memberikan obat antibiotik, jika hematospermia disebabkan oleh infeksi.
  • Memberikan obat lain sesuai dengan kondisi dan kebutuhan medis.
  • Melakukan operasi jika pengobatan dengan cara biasa dinilai tidak cukup untuk mengatasi masalah hematospermia yang Anda alami. Operasi biasanya dilakukan dengan pembedahan karena masalah penyumbatan pada saluran kemih, kanker, tumor di prostat, atau masalah genital yang lain.

Jika hematospermia yang Anda alami hanya satu kali dan tidak disertai dengan gejala lain, kemungkinan besar akan segera berhenti dan hilang dengan sendirinya.

Namun, hematospermia yang terjadi lebih dari 4 minggu dan disertai dengan gejala seperti sakit saat buang air kecil, demam, kencing berdarah, hingga pembengkakan pada skrotum, sebaiknya Anda segera mengunjungi dokter.

Masalah hematospermia akan sangat mengganggu keharmonisan Anda dengan pasangan Anda. Maka dari itu, waspadai hematospermia agar Anda dan pasangan tetap harmonis.

Direview tanggal: | Terakhir Diedit:


Sumber

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait

Lebih mudah dan hemat serta privasi terjaga di aplikasi AsmaraKu.
Download sekarang:

Logo Google Play Logo Google Play
icon-arrow-left Kembali ke Love Journal
Halaman Privasi
Gambar Halaman Privasi
icon navigations