Cart 0

Keranjang belanja Anda kosong

Jadi yang pertama untuk mencoba ONE® - The Next Generation Condoms. Beli Sekarang

#PrivasiTerjamin
Paket polos tanpa label. Hanya Tuhan yang tahu barang pesanan kamu.
#PastiBPOM
No fake, no KW. Semua barang 100% original dengan sertifikat BPOM.
#AmbilSendiri
Ada loker rahasia yang menanti. Jadi jejak kamu aman.
#FreeOngkir
Ongkirnya buat kamu aja. Lumayan...buat beli es teh.
Love. Health. Beauty
Advertisement
Advertisement

7 Kesalahan Menurunkan Berat Badan yang Sering Dilakukan

Menguruskan badan bisa menjadi hal yang sulit dan menantang. Tidak sedikit orang yang berusaha menguruskan badan menjadi gampang menyerah dan putus asa karena tidak kunjung mendapatkan hasil yang signifikan.

7 Kesalahan Menurunkan Berat Badan yang Sering Dilakukan

TERKADANG, Anda mungkin merasa sudah melakukan cara diet yang benar dan cara diet sehat. Namun, hasilnya tetap nihil. Lalu, apa yang sebenarnya keliru ketika mencoba cara kuruskan badan?

Berikut adalah kesalahan-kesalahan umum cara kuruskan badan yang mungkin tidak Anda sadari.

1. Hanya Berfokus pada Angka Timbangan

Rasanya Anda sudah melakukan berbagai cara diet sehat yang benar, tetapi angka timbangan masih saja tidak berkurang cepat. Anda mungkin lupa, bahwa angka pada timbangan hanya satu ukuran perubahan berat.

Berat badan bisa dipengaruhi berbagai hal. Misalnya, cairan tubuh, makanan yang tersisa di dalam sistem pencernaan tubuh, hingga massa otot.

Faktanya, berat badan seseorang masih bisa berubah-ubah hingga 1,8 kg per hari. Tergantung pada seberapa banyak makanan dan cairan yang dikonsumsi.

2. Makan Terlalu Banyak atau Terlalu Sedikit Kalori

Defisit kalori diperlukan untuk menurunkan berat badan. Ini artinya, Anda perlu membakar lebih banyak kalori ketimbang yang dikonsumsi.

Selama bertahun-tahun, diyakini bahwa cara menguruskan badan adalah dengan menurunkan asupan kalori atau disebut juga defisit kalori. Sekitar 3.500 kalori per minggu disebutkan dapat membakar 0,45 kg lemak. Namun, penelitian terbaru menunjukkan hasil ini sangat bervariatif untuk setiap orang.

Anda bisa saja mengonsumsi terlalu banyak makanan sehat, tetapi juga tinggi kalori, seperti kacang dan keju. Cobalah untuk tetap membatasi porsinya.

Di sisi lain, hati-hati jika Anda mengurangi asupan kalori berlebihan. Diet rendah kalori atau sekitar hanya 1.000 kalori per hari justru akan menyebabkan tubuh kehilangan massa otot dan metabolismenya menjadi lambat secara drastis sehingga Anda bisa kehilangan energi dan merasa sangat lapar.

3. Tidak Berolahraga atau Berolahraga Terlalu Banyak

Selama menurunkan berat badan, Anda mungkin kehilangan beberapa massa otot dan lemak. Jika tidak berolahraga sama sekali sambil membatasi kalori, Anda cenderung kehilangan lebih banyak massa otot dan mengalami penurunan tingkat metabolisme.

Jadi, olahraga seharusnya dilakukan secara teratur dan seimbang, tidak berlebihan ataupun dihilangkan sama sekali.

4. Tidak Latihan Ketahanan

Melakukan latihan ketahanan atau strength training sangat penting selama penurunan berat badan. Studi menunjukkan mengangkat beban adalah salah satu strategi latihan yang paling efektif untuk mendapatkan otot dan meningkatkan laju metabolisme tubuh.

Faktanya, sebuah tinjauan terhadap 15 studi dengan lebih dari 700 orang menemukan strategi terbaik dari semuanya untuk menurunkan berat badan tampaknya adalah kombinasi latihan aerobik dan angkat beban.

5. Memilih Makanan Rendah Lemak atau “Makanan Diet"

Makanan olahan rendah lemak atau "makanan diet" sering dianggap sebagai pilihan yang baik untuk menurunkan berat badan, tetapi sebenarnya memiliki efek sebaliknya.

Banyak dari produk ini sarat gula untuk meningkatkan rasanya. Misalnya, satu cangkir (245 gram) yogurt rendah lemak rasa buah justru dapat mengandung 47 gram gula (hampir 12 sendok teh gula).

Ketimbang mengenyangkan, produk rendah lemak justru membuat Anda lebih lapar, sehingga Anda akhirnya makan lebih banyak.

6. Tidak Mengonsumsi Protein Cukup

Menurunkan berat badan dapat dilakukan dengan mengonsumsi protein yang seimbang. Faktanya, protein telah terbukti membantu menurunkan berat badan dalam beberapa cara.

Protein akan membantu mengurangi nafsu makan, meningkatkan rasa kenyang, mengurangi asupan kalori, meningkatkan laju metabolisme, dan melindungi massa otot selama penurunan berat badan.

Dalam studi selama 12 hari, peserta yang makan 30% kalori dari jenis protein, dapat mengurangi kalori harian sebesar 575 kalori.

Sebuah ulasan lain juga melaporkan bahwa diet tinggi protein dengan kadar 0,8 gram protein dapat menguntungkan karena mengenyangkan dan mengendalikan nafsu makan.

Untuk mengoptimalkan penurunan berat badan, pastikan setiap makanan Anda mengandung makanan berprotein tinggi.

7. Tidak Mengonsumsi Serat

Diet rendah serat bisa membahayakan upaya penurunan berat badan Anda. Studi menunjukkan jenis serat larut yang dikenal sebagai serat kental membantu mengurangi nafsu makan dengan membentuk gel yang menahan air.

Gel ini bergerak perlahan melalui saluran pencernaan, membuat Anda merasa kenyang dalam waktu lama.

Penelitian menunjukkan bahwa semua jenis serat bermanfaat menurunkan berat badan. Namun, review dari beberapa studi menemukan serat kental mengurangi nafsu makan dan asupan kalori lebih banyak daripada jenis lainnya.

Ketika total asupan serat tinggi, beberapa kalori dari makanan dalam makanan olahan tidak akan diserap oleh tubuh.

Para peneliti memperkirakan bahwa jika Anda memperbanyak asupan serat harian, Anda dapat mengurangi 130 kalori  per hari yang akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan program penurunan berat badan.

Direview tanggal: | Terakhir Diedit:

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait

Lebih mudah dan hemat serta privasi terjaga di aplikasi AsmaraKu.
Download sekarang:

Logo Google Play Logo Google Play
icon-arrow-left Kembali ke Love Journal
Halaman Privasi
Gambar Halaman Privasi