FREE Ongkir Pulau Jawa 0
Rp 120.000 120.000
#PrivasiTerjamin
Paket polos tanpa label. Hanya Tuhan yang tahu barang pesanan kamu.
#PastiBPOM
No fake, no KW. Semua barang 100% original dengan sertifikat BPOM.
#AmbilSendiri
Ada loker rahasia yang menanti. Jadi jejak kamu aman.
#FreeOngkir
Ongkirnya buat kamu aja. Lumayan...buat beli es teh.
Love. Health. Beauty
Advertisement
Advertisement

6 Mitos Salah Tentang Bulu Kemaluan Wanita

Bulu kemaluan wanita menyimpan banyak cerita. Ada yang menganggap rambut kemaluan bermanfaat, ada pula yang menganggapnya sebaliknya. Apa fakta sebenarnya yang tersimpan di balik mitos rambut kemaluan? Temukan di sini, termasuk soal manfaat mencukur bulu kemaluan.

Mitos yang Salah Tentang Bulu kemaluan

MENCUKUR rambut kemaluan selalu menjadi pro dan kontra pada sebagian kalangan. Ada pihak yang menganggap bulu kemaluan wanita patut dipertahankan karena memiliki banyak manfaat. Ada pula sebagian yang memilih mengenyahkan rambut kemaluan karena menganggapnya tak nyaman dan bahkan membuat gatal. Sebenarnya, apa pendapat para ahli tentang rambut kemaluan? Inilah 6 mitos seputar bulu kemaluan wanita yang menurut para ahli tak benar.

Rambut Kemaluan Menghindarkan Kita dari Penyakit Menular Seksual

Penyakit Menular Seksual (PMS) mitosnya dapat dihindari dengan terus memelihara rambut kemaluan. Kelompok individu yang setuju dengan hal ini menganggap bulu kemaluan wanita dapat melindungi vagina dari kontak langsung dengan kulit penis. Dengan begini, risiko penularan penyakit akan berkurang. Apa faktanya? Faktanya, pendapat ini tidak benar. Rambut kemaluan justru dapat memerangkap kuman dan bakteri sehingga risiko penyakit kulit atau alat kelamin dapat meningkat. Karenanya, Anda disarankan mencukur rambut kemaluan bila dirasa sudah terlalu panjang. Untuk wanita, gunakan alat cukur rambut yang bersahabat yang mengandung ekstrak lidah buaya agar tak menciptakan iritasi pada kulit. 

Baca Juga: Ladies, Begini Cara Mencukur Buku Kemaluan Anda 

 

Bulu Kemaluan Membuat Seks Kurang Menyenangkan

Hal satu ini sebenarnya bergantung pada Anda. Ada saja wanita yang merasa seks lebih menyenangkan dengan rambut kemaluan karena merasa lebih terlindungi. Ada pula yang merasa lebih seksi dan percaya diri bila tidak memilikinya sama sekali. Sebagai pertimbangan tambahan, ada satu hal yang perlu Anda tahu. Sebenarnya, tanpa rambut kemaluan, rangsangan dari si dia akan lebih terasa saat penetrasi. Potensi tinggi untuk orgasme? Bisa jadi.

Warna Rambut Kemaluan Sama dengan Warna Rambut Kepala

Belum tentu benar. Rambut kemaluan yang tumbuh biasanya cenderung lebih mirip dengan warna alis mata ketimbang warna rambut kepala.

Rambut Kemaluan Menghilangkan Selera Bercinta

Ada sebagian wanita yang memutuskan untuk mencukur rambut kemaluan dengan alat cukur rambut karena menganggap pasangannya akan kehilangan selera begitu melihatnya tumbuh subur. Padahal, tidak juga. Bulu kemaluan justru menciptakan bau yang menarik bagi lawan jenis, biasa disebut pheromone. Mengapa bisa demikian? Jawabannya terletak pada bakteri yang kerap menetap di bulu kemaluan wanita. Saat bakteri berinteraksi dengan aroma odorless yang dimiliki rambut kemaluan terciptalah pheromone. Salah satu manfaat mencukur bulu kemaluan mungkin adalah menurunkan risiko Anda dari PMS, tapi memeliharanya dapat meningkatkan ketertarikan pasangan. Pilihan terserah Anda.

Rambut Kemaluan Tak Pernah Berhenti Tumbuh

Tidak seperti rambut di kepala, rambut kemaluan akan berhenti tumbuh pada titik tertentu. Mayoritas, bulu kemaluan akan berhenti tumbuh di sekitar 1 cm sampai 5 cm. Setelah mencapai ukuran maksimal, bahkan rambut kemaluan bisa jadi menipis. Wanita menopause bahkan dapat kehilangan bulu kemaluan mereka dengan sendirinya.

Bulu Kemaluan Tak Perlu Dicukur Bila Kulitmu Sensitif

Ini salah besar! Pemilik kulit sensitif tetap berhak mendapatkan manfaat mencukur bulu kemaluan. Dia hanya perlu mengetahui cara mencukur bulu kemaluan yang benar. Bila ingin menggunakan alat cukur rambut, cara mencukur bulu kemaluan yang tepat diawali dengan memilih krim cukur yang tepat. Pilihlah krim yang lembut dan dibuat khusus untuk kulit sensitif. Bila tidak menggunakan krim, Anda dapat menggores kulit dan bakteri yang sebelumnya bersarang di bulu kemaluan akan masuk ke lapisan kulit dan menciptakan jerawat serta infeksi. Atau, Anda dapat mencoba cara mencukur bulu kemaluan lainnya selain menggunakan pisau cukur, seperti waxing atau laser hair removal.

Baca Juga: Haruskah Pria Mencukur Bulu Kemaluannya? 

 

Direview tanggal: | Terakhir Diedit:

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait

Lebih mudah dan hemat serta privasi terjaga di aplikasi AsmaraKu.
Download sekarang:

Logo Google Play Logo Google Play
icon-arrow-left Kembali ke Love Journal
Keranjang Belanja
Halaman Privasi
Gambar Halaman Privasi