alat cukur , grooming , penumbuh jenggot , perawatan rambut , perawatan wajah pria , pisau cukur pria , pria -

6 Kesalahan Mencukur dengan Alat Cukur Rambut Elektrik

Dibandingkan wanita, kegiatan mencukur lebih identik dengan kaum pria. Kegiatan mencukur, seperti cukur rambut menjadi agenda wajib yang harus dilakukan pria, terutama bagi mereka yang sangat peduli dengan penampilan. Alat cukur yang digunakan pun beragam, mulai dari pisau cukur hingga alat cukur rambut elektrik yang lebih praktis. Namun, tahukah Anda bahwa ada beberapa aturan utama yang sering dilanggar pria saat menggunakan alat cukur rambut elektrik?

6 Kesalahan Mencukur dengan Alat Cukur Rambut Elektrik

SEJAK pertama kali diperkenalkan, alat cukur rambut elektrik menawarkan beberapa keunggulan yang tidak dimiliki pisau cukur manual. Selain mudah dan praktis digunakan, alat cukur rambut elektrik juga lebih ahli dalam menciptakan aneka gaya rambut terkini bagi para pria.

Alat cukur rambut elektrik hemat waktu, sehingga pria dapat menciptakan gaya rambut yang mereka inginkan hanya dalam beberapa menit saja. Selain itu, alat cukur rambut elektrik juga dapat digunakan untuk mencukur bulu lain di wajah, seperti kumis dan jenggot.

Sayangnya, tidak semua pria menggunakan alat cukur rambut elektrik dengan semestinya. Berikut beberapa kesalahan cara memotong rambut dan mencukur menggunakan alat cukur rambut elektrik.

Tidak Pernah Mengganti Mata Pisau

Aneka gaya rambut yang “kekinian” tidak akan Anda dapatkan jika Anda tidak pernah mengganti mata pisau dari alat cukur rambut yang sering Anda gunakan. Sering menggunakan alat cukur rambut tanpa mengganti mata pisaunya hanya akan membuat mata pisau tersebut tumpul.

Alih-alih tampil gaya dengan style rambut terkini, mata pisau yang tumpul hanya akan membuat rambut Anda berantakan akibat cukuran yang tidak rapi, atau parahnya, Anda terkena ruam kulit. Penggantian mata pisau pada alat cukur rambut elektrik dapat dilakukan paling tidak sekali setahun.

Schick Quattro Titanium Freestyle, Rp. 126,100; beli di sini

Mencukur di Area Sensitif Wajah

Panas yang dihasilkan oleh alat cukur elektrik dapat berbahaya, terutama jika digunakan terlalu lama pada area wajah yang sensitif, seperti di pelipis atau bagian atas mulut/area kumis. Akibat dari panas tersebut adalah kulit iritasi, ruam kulit, atau peradangan.

Untuk menghindarinya, para ahli menyarankan untuk mencukur area sensitif terlebih dahulu (sebelum alat cukur terlalu panas), baru kemudian mencukur area lainnya. Cara lainnya adalah menghindari cara memotong rambut menggunakan alat cukur rambut elektrik pada area sensitif wajah.

Sebagai gantinya, Anda dapat menggunakan pisau cukur manual bersamaan dengan produk cukur lainnya, seperti krim cukur yang mengandung ekstrak lidah buaya dan minyak jojoba.

Baca juga: 5 Produk Grooming Untuk Tampil Stunning!

Mencukur Sebelum Mandi

Kondisi kulit yang kering akan menyulitkan proses mencukur. Oleh sebab itu, sangat disarankan agar pria mandi terlebih dahulu sebelum mencukur. Kondisi kulit setelah mandi akan lembih lembab dan halus sehingga proses pencukuran jauh lebih mudah.

Sayangnya, sebagian pria masih melakukan sebaliknya, yakni mencukur sebelum mandi, atau justru mencukur tanpa mandi. Kebiasaan ini hanya akan menimbulkan ruam merah pada kulit dan hasil cukuran yang tidak rapi.

Sering Mengulangi Cukuran

Ada beberapa alasan mengapa seseorang terus mengulangi cukuran di tempat yang sama dalam satu waktu. Penyebabnya adalah kondisi mata pisau dari alat cukur yang tumpul, atau kondisi kulit dan wajah yang mengering.

Kondisi wajah yang kering menyulitkan alat cukur rambut elektrik untuk memberikan hasil cukuran yang bersih. Namun, terlalu sering mengulang cukuran di tempat yang sama juga akan membuat area tersebut iritasi, atau terkena ruam kulit.

jual Philips electric shaver

Philips Electric Shaver AT600, Rp. 460,000; beli di sini

Tidak Mengeringkan Alat Cukur

Apakah Anda memiliki kebiasaan untuk meninggalkan alat cukur rambut elektrik dalam keadaan basah? Jika jawabannya “Ya”, sudah waktunya Anda meninggalkan kebiasaan tersebut.

Alat cukur rambut, baik yang manual maupun elektrik, memang dijanjikan tahan air. Akan tetapi, hal tersebut tidak menjadikan alat cukur rambut Anda terbebas dari ancaman korosi akibat terpaan air yang terlalu sering.

Sangat dianjurkan untuk mengelap alat cukur rambut Anda menggunakan kain kering sesaat setelah mencukur, atau mengeringkannya dengan meletakkannya dalam posisi berdiri (mata pisau berada di atas, sedangkan pegangannya berada di bawah).

Baca juga: Haruskah Pria Mencukur Bulu Kemaluannya?

Mencukur Tanpa Memerhatikan Panjang Rambut

Alat cukur rambut elektrik memang praktis, namun bukan berarti alat ini dapat digunakan pada berbagai jenis rambut. Pada dasarnya, alat cukur rambut elektrik baru akan bekerja maksimal saat rambut dalam kondisi pendek atau tidak terlalu panjang.

Jika Anda menggunakannya untuk mencukur rambut, kumis, atau jenggot yang terlalu panjang, Anda hanya akan merasakan sakit dan ruam pada kulit. Jika Anda memiliki rambut yang terlalu panjang, disarankan untuk memotong rambut Anda terlebih dahulu menggunakan gunting atau pisau cukur biasa. Setelah itu, gunakan alat cukur rambut elektrik untuk merapikan rambut. 


Tinggalkan komentar

Artikel Terkait

Liquid error (line 72): Cannot render sections inside sections
BERLANGGANAN

Artikel Terbaru

Tingkatkan Kemesraan di Ranjang dengan 7 Hal Ini!

7 Pilihan Posisi Bercinta Dalam Mobil

Segarkan Aroma Tubuh dengan 7 Parfum Victoria's Secret Ini!

10 Kegiatan Seru untuk Honeymoon di Lombok

Kapan Waktu yang Tepat Mengganti Bra Lama dengan Baru?

Halaman Privasi
Kembali —

Halaman ini dibuat untuk menjaga privasi Anda
ketika berbelanja di Asmaraku.com