FREE Ongkir Pulau Jawa 0
Rp 120.000 120.000
#PrivasiTerjamin
Paket polos tanpa label. Hanya Tuhan yang tahu barang pesanan kamu.
#PastiBPOM
No fake, no KW. Semua barang 100% original dengan sertifikat BPOM.
#AmbilSendiri
Ada loker rahasia yang menanti. Jadi jejak kamu aman.
#FreeOngkir
Ongkirnya buat kamu aja. Lumayan...buat beli es teh.
Love. Health. Beauty
Advertisement
Advertisement

5 Mitos Soal Puasa Ini Ternyata Salah Kaprah!

Tidak hanya untuk kaum muslim, puasa juga dipraktekkan oleh penganut agama lain, dengan aturan yang berbeda tentunya. Bahkan untuk situasi medis, Anda juga pastinya pernah mendengar puasa yang harus dilakukan sebelum mengecek darah, operasi, atau pengobatan gigi.

5 Mitos Soal Puasa Ini Ternyata Salah Kaprah!

PUASA umumnya dilakukan dalam kondisi dan situasi tertentu, misalnya seperti di bulan suci Ramadan saja. Praktek menahan lapar dan haus ini ternyata memiliki banyak manfaat untuk otak dan tubuh dan bahkan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari lho!

Kebanyakan orang khawatir dalam menjalaninya karena mitos bulan puasa yang sering diperbincangkan, mulai dari pendapat bahwa berat badan justru cepat naik sampai bahayanya bagi kesehatan.Namun bagaimana kebenarannya?

1. Puasa = Kelaparan

Di antara banyaknya mitos bulan puasa, mungkin ini yang paling populer. Padahal, puasa bukan berarti membuat diri kelaparan. Puasa adalah pilihan yang diambil secara sadar, sehingga Anda tahu kapan memulai dan berakhirnya masa puasa.

Sementara orang yang kelaparan tidak dapat mengontrol kapan akan makan atau kapan akan puasa, sehingga puasa tidak dapat disamakan dengan kelaparan. 

Di samping itu, saat puasa ternyata Anda membakar lebih banyak kalori! Ini karena semakin lama Anda berpuasa, adrenalin terus meningkat, diikuti dengan metabolisme. Bahkan hanya dalam 4 hari berpuasa, metabolisme dapat meningkat 12% dan membantu kemampuan tubuh untuk mengurangi berat badan.

2. Puasa Mengurangi Massa Otot

Ada dua jenis energi yang disimpan tubuh: gula atau lemak. Sehingga, tubuh hanya dapat menggunakan dua jenis ini untuk diolah menjadi energi. Protein, yang membentuk otot, tidak digunakan tubuh sebagai energi saat berpuasa.

Untuk tubuh, mengolah protein atau otot sebagai sumber energi sangat tidak efisien karena dibutuhkan juga energi untuk mengolahnya, dan energi yang dihasilkan pun tak sebesar pengolahan karbohidrat.

Kesimpulannya, untuk puasa jangka pendek seperti di bulan Ramadan, massa otot tidak akan berkurang.

Baca juga: Tetap Aktif Olahraga saat Puasa dengan 5 Langkah Ini!

3. Kurang Gizi

Mitos bulan puasa lainnya yang juga sering didengar adalah puasa berisiko menimbulkan masalah kurang gizi. Dalam masa puasa, tidak ada asupan makanan sehingga kalori di dalam tubuh juga berkurang. Hal ini membuat kebanyakan orang khawatir puasa membuat tubuh kekurangan vitamin dan mineral yang mengakibatkan lemas dan tidak bugar.

    Karena periode puasa Ramadan di bawah 24 jam, tidak perlu takut kekurangan vitamin dan mineral, karena apa yang hilang akan terisi kembali dengan asupan ketika berbuka puasa.

    Ini karena dalam masa puasa, ginjal, dengan menurunnya level insulin, mengeluarkan air yang disimpan dalam tubuh untuk menggantikan kebutuhan vitamin dan mineral untuk sementara waktu selama puasa.

    4. Gula Darah Rendah

      Gula darah rendah saat puasa sering menjadi perbincangan seputar mitos bulan puasa. Orang-orang yang tidak mempunyai diabetes dapat mengalami simtom ‘palsu’ dari hypoglycemia yaitu merasa kurang gula darah, seperti lemas atau pusing. Namun ini hanya karena baru saja memulai puasa sehingga tubuh belum terbiasa dengan perubahan kadar gula dalam tubuh dan dapat membaik seiring rutinnya puasa.

      Untuk mengatasi hal ini, hindari kudapan manis karena hanya menjadi pengganti sesaat kadar gula tubuh dan malah membuat badan tidak dapat menyesuaikan diri secara bertahap. Jika Anda merasa mengalami simtom gula darah rendah saat puasa, minum sesendok teh garam yang dicampur dengan air hangat.

      Baca juga: Ssst, Ini Dia 5 Rahasia Tetap Bugar Selama Ramadan

      5. Asupan saat Berbuka Puasa Akan Berubah Jadi Lemak Tubuh

      Ini mitos yang tidak benar. Saat berbuka puasa, tubuh akan mengalokasikan asupan makanan sebagai glycogen untuk liver dan otot. Tubuh biasanya menyimpan 2000 kalori di liver yang merupakan simpanan energi yang paling mudah digunakan.

      Jadi, saat berbuka puasa, tubuh akan secara otomatis menyimpannya sebagai energi cadangan di hati, dan barulah setelah itu, jika ada makanan berlebih (di atas 2000 kalori), maka tubuh akan menyimpannya sebagai lemak. 

      Jadi, jangan khawatirkan mitos-mitos yang beredar soal bahayanya berpuasa. Puasa Ramadan punya ribuan manfaat kok asal melakukannya dengan benar dan asupan gizi yang seimbang. Selamat berpuasa!

      Sumber:

      The 7 Absurd Myths Of Fasting. https://medium.com/@drstephanie/want-to-burn-fat-without-ever-stepping-foot-into-a-gym-think-fast-eac5c2a5d203 Dilansir dari 17 Mei 2019

       

      Direview tanggal: | Terakhir Diedit:

      Tinggalkan komentar

      Artikel Terkait

      Lebih mudah dan hemat serta privasi terjaga di aplikasi AsmaraKu.
      Download sekarang:

      Logo Google Play Logo Google Play
      icon-arrow-left Kembali ke Love Journal
      Keranjang Belanja
      Halaman Privasi
      Gambar Halaman Privasi