Benarkah Aroma Alami Wanita Lebih Menggoda Daripada Parfum?

Tak perlu selalu mengandalkan parfum wanita dengan wewangian yang “wah”, sebuah studi baru menunjukkan bahwa aroma alami seorang wanita adalah satu-satunya hal yang dibutuhkan untuk membuat lawan jenis terpikat. Pernah mendengar tentang hewan yang mengeluarkan pheromone alami tubuhnya untuk memikat calon pasangannya? Anda memang tidak bisa disamakan dengan hewan, tetapi ternyata manusia pun mempunyai cara yang unik juga untuk memikat lawan jenis melalui aroma tubuhnya. Benarkah?

Benarkah Aroma Alami Wanita Lebih Menggoda Daripada Parfum?

SEBELUM Anda memutuskan ingin membeli sebuah parfum original yang mahal, mungkin ada baiknya Anda mengetahui penelitian berikut. Menurut penelitian, pheromone adalah hormon alami tubuh yang dimiliki oleh pria maupun wanita. Namun tidak seperti parfum pria atau parfum wanita pada umumnya, pheromone yang dianggap memiliki aroma yang meningkatkan gairah seksual, ternyata tidak memiliki bau apapun. Aroma pheromone unik dan hanya bisa dirasakan ketika seseorang mengalami peningkatan  gairah seksual.


Selama 10 tahun terakhir, para psikolog telah menemukan bahwa wanita yang sedang berovulasi menunjukkan berperilaku yang berbeda, dengan kecenderungan untuk menjadi lebih genit, lebih sering memiliki fantasi tentang seks, seksualitas wanita meningkat, dan lebih tertarik pada pria dengan tampilan yang sangat maskulin. Kadar testosteron pria, yang biasanya selalu dikaitkan dengan gairah seksual, secara signifikan akan menjadi lebih tinggi ketika mereka mencium aroma seorang wanita yang sedang berovulasi atau biasa kita sebut dengan masa subur wanita. Dalam survei yang telah dilakukan, tercatat bahwa pria lebih tertarik pada perempuan yang sedang dalam masa subur. Studi baru ini didasarkan pada penelitian dengan mengukur respon manusia berdasarkan suatu reaksi kimiawi yang spesifik dalam tubuh.

Baca juga: Parfum Feromon Ampuh Meningkatkan Gairah?

jual parfum original terlengkap di AsmaraKu

Para peneliti melakukan dua eksperimen terpisah namun berhubungan. Dalam percobaan pertama, para ilmuwan memberikan T-shirt putih polos masing-masing kepada empat orang wanita yang sedang dalam masa subur dan yang tidak, untuk dikenakan selama tiga hari saat mereka tidur. Para peneliti kemudian mengumpulkan baju sampel tersebut ke dalam kantong plastik untuk dipisahkan dengan sampel berikutnya yang menggunakan t-shirt yang masih baru dan belum pernah dipakai siapapun.

Percobaan selanjutnya, para peneliti meminta puluhan pria untuk mengendus semua kantong yang berisi t-shirt tersebut kemudian mengambil sampel air liur untuk diuji kadar hormon testosteronnya. Pria yang mencium kaos wanita yang sedang berovulasi pada percobaan pertama memiliki kadar testosteron rata-rata 37 persen lebih tinggi dari laki-laki yang mencium t-shirt wanita non-ovulasi. Untuk percobaan kedua, kadar testosteron pria yang mencium t-shirt dari wanita yang sedang dalam masa subur memiliki rata-rata 15 persen lebih tinggi dibanding pria yang mengendus dua sampel T-shirt lainnya yang belum pernah dipakai.

Baca juga: Jenis Parfum yang Memadamkan Gairah Pria

Pada penelitian ini bisa disimpulkan bahwa pria secara tidak sadar dapat mendeteksi aroma alami seorang wanita melalui alam bawah sadarnya. Penelitian ini merupakan salah satu percobaan pertama yang menunjukkan hubungan antara kadar testosteron dengan rangsangan aroma tubuh. Ada kemungkinan tingkat testosteron pria meningkat saat mengendus aroma wanita yang sedang dalam proses ovulasi. Ada kemungkinan bahwa penginderaan kimiawi yang naik  turun bergantung pada jumlah estrogen. Berbeda dengan minyak wangi yang bisa Anda gunakan kapan saja, kadar pheromone yang dipancarkan oleh tubuh wanita bergantung pada jumlah hormon estrogen yang diproduksi selama masa subur. Perlu diingat bahwa produksi hormon ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti stres, jadwal biologis, dan penggunaan pil KB.

Kembali ke blog

Tulis komentar

Ingat, komentar perlu disetujui sebelum dipublikasikan.

Produk Rekomendasi

Tutup

Artikel terkait