Cart 0

Keranjang belanja Anda kosong

FREE Instant Delivery! Garansi 3 jam sampai! Belanja sekarang

#PrivasiTerjamin
Paket polos tanpa label. Hanya Tuhan yang tahu barang pesanan kamu.
#PastiBPOM
No fake, no KW. Semua barang 100% original dengan sertifikat BPOM.
#AmbilSendiri
Ada loker rahasia yang menanti. Jadi jejak kamu aman.
#FreeOngkir
Ongkirnya buat kamu aja. Lumayan...buat beli es teh.
Love. Health. Beauty
Advertisement
Advertisement

Glosarium Bahan Celana Dalam Pria

Dari sekian banyak varian celana dalam yang ada, bahan juga perlu menjadi pertimbangan utama mengingat bahan adalah penunjang dari kenyamanan celana dalam. Berikut glosarium tentang bahan-bahan yang biasanya digunakan untuk celana dalam:


Cotton Combed:
Berasal dari kapas, dimana untuk menghilangkan serat kasar dengan menggunakan teknik menyisir. Sehingga menghasilkan bahan yang halus dan bersih.


Coolmax:
Semacam serat polyester yang dirancang untuk memindahkan kelembaban dari tubuh melalui permukaan pakaian, sehingga menimbulkan sensasi dingin dan kering. Coolmax cepat kering, tahan pudar dan tidak mengkerut atau menyusut. Menggunakan celana dalam berbahan coolmax di ruangan tanpa aliran udara yang baik akan menyebabkan uap air dari keringat tidak menguap dengan sempurna, sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman. Maka dari itu celana dalam berbahan Coolmax cocok digunakan untuk aktifitas luar ruangan.


Cotton Lisle:
Semacam rangkaian benang katun yang biasanya digunakan untuk membuat kaos kaki, dan long john untuk pakaian musim dingin.


Ecosil Polyester:
Semacam rajutan dari benang polyester yang dirajut secara berputar sehingga menciptakan kain yang terlihat bersih, kuat dan tahan lama.


Egyptian Cotton (Katun Mesir):
Walaupun bernama Katun Mesir, namun tidak semua bahan katun yang diimpor dari Mesir bernama Katun Mesir. Katun Mesir sendiri adalah jenis salah satu bahan katun terbaik di dunia, sebuah katun yang lembut namun kuat.


Elastane:
Nama lain dari spandex, semacam bahan yang menyerupai karet dan bisa melar.


Italian Nylon:
Kain rajut berkualitas tinggi yang dibuat di Italia, Nylon Italia memiliki sifat yang kuat, tahan terhadap pemakaian yang intensif seperti untuk olahraga dan biasanya anti bakteri.


Latex:
Lateks terbuat dari karet, yang berarti memiliki karakteristik seperti karet pada umumnya. Biasanya digunakan sebagai campuran untuk mendapatkan efek elastis pada pakaian dalam. Dan akan cepat rusak apabila terlalu sering terkena sinar matahari, dan bagi mereka yang alergi akan karet, celana dalam berbahan spandex dapat menjadi pilihan untuk menggantikan latex.


Mercerized Cotton:
Terbuat dari kapas yang diproses dengan wet finishing, sehingga memberikan permukaan yang halus. Dengan menggunakan proses ini, benang menjadi lebih kuat, lebih berkilau, dan ketika dicelup dengan bahan pewarna akan menghasilkan warna yang cerah dan dalam.


Merino Wool:
Terbuat dari bulu domba merino, dan menjadi salah satu jenis bahan yang mewah untuk celana dalam. Karena karakteristiknya yang lembut, tipis, bebas gatal dan terlihat mewah.


Microfiber:
Kain yang terbuat dari microfiber berarti memiliki permukaan yang sangat halus, bahkan lebih halus dari sutra sekalipun. Kain microfiber sangat ringan dan terlihat mewah. Walaupun kesatuan antar benang dari microfiber ini sangat erat, namun udara tetap dapat masuk sehingga kulit tetap dapat bernafas.


Nilon:
Serat sintetis pertama di dunia yang terbuat sepenuhnya bukan dari kapas, melainkan dari batubara, air dan udara. Nilon sangat kuat, elastis, tahan terhadap gesekan, kimia dan memiliki daya serap yang rendah.


Paisley:
Kain yang pertama kalinya dipopulerkan di Paisley Skotlandia, pada tahun 1800 an. Yang awalnya merupakan adaptasi dari kain selendang India.


Peruvian Pima Cotton:
Kapas Pima adalah kapas yang ditanam di daerah Peru, daerah yang sangat baik untuk pertumbuhan tanaman kapas. Kapas ini dipanen dengan teknik yang dapat mengurangi rasa gatal, dan memberikan warna putih kapas lebih putih, sehingga mudah untuk diwarnai nantinya.


Sateen:
Sebuah teknik menenun benang sehingga memiliki permukaan yang lebih halus dan lebih berkilau daripada kain biasa. Untuk menghilangkan seratnya, biasanya menggunakan teknik menggaruk atau menyisir sehingga memiliki permukaan yang sangat halus.


Spandeks:
Sebuah serat sintetis yang terbuat dari Polyurethane, sehingga menjadikannya sangat ringan, elastis, tahan lama dan tidak menyerap air.


Supima Cotton:
Nama “Supima” adalah merek dagang yang dimiliki oleh Supima, dan digunakan untuk mempromosikan produk tekstil dan pakaian jadi yang terbuat 100% dari katun Pima Amerika. Supima sendiri adalah singkatan dari Super Pima.


Direview tanggal: | Terakhir Diedit:

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait

Lebih mudah dan hemat serta privasi terjaga di aplikasi AsmaraKu.
Download sekarang:

Logo Google Play Logo Google Play
icon-arrow-left Kembali ke Love Journal
Halaman Privasi
Gambar Halaman Privasi