Menu
Cart
[WE'RE HIRING] Ingin memiliki andil menjadi tonggak sejarah perubahan perekonomian Indonesia? Bergabunglah dengan AsmaraKu Family SAYA TERTARIK! (X)

PRIA

Viagra: Solusi Disfungsi Ereksi?

Oleh: Afsal Fauzi | 7 menit membaca


viagra: solusi disfungsi ereksi

Saat ini, disfungsi ereksi atau impotensi menjadi salah satu hal yang paling dikhawatirkan oleh para lelaki. Mayoritas para lelaki akan mengonsumsi obat-obatan tertentu sebagai solusi cepat untuk mengobatinya, viagra salah satunya.Apakah benar-benar mampu jadi solusi?

BAGI kebanyakan lelaki yang kesulitan mempertahankan ereksi ketika berhubungan intim, obat-obatan ini mampu bekerja dengan baik meskipun selalu akan ada efek samping yang muncul dalam penggunaannya. Jenis obat-obatan yang selalu diandalkan adalah sildenafil, vardenafil, tadalafil, dan avanafil. Obat-obatan tersebut bekerja dengan meningkatkan efek oksida nitrat, yang merupakan zat kimia alami yang diproduksi tubuh untuk melemaskan otot-otot pada penis. Hal ini dapat meningkatkan aliran darah menuju penis dan memungkinkan Anda untuk mendapatkan ereksi ketika menerima rangsangan seksual.

Meskipun keempat jenis obat di atas secara garis besar bekerja dengan cara yang sama, tapi masing-masing obat memiliki susunan kimiawi yang sedikit berbeda. Perbedaan ini akan mempengaruhi cara masing-masing obat bekerja, seperti berapa lama obat tersebut dapat dikonsumsi dan dihabiskan, serta potensi terjadinya efek samping. Jika Anda berkonsultasi ke dokter, maka dokter akan mempertimbangkan setiap faktor atas masalah kesehatan yang Anda miliki sebelum menyarankan obat yang tepat. Keempat jenis obat tersebut memiliki perbedaan cara pemakaian sebagai berikut:

  • Sildenafil (Viagra) : Obat ini paling efektif jika dikonsumsi saat perut kosong satu jam sebelum melakukan hubungan seks. Efek obat ini mampu bertahan efektif selama enam jam ke depan.
  • Vardenafil (Levitra, Staxyn) : Obat ini juga disarankan untuk dikonsumsi satu jam sebelum melakukan hubungan seks, dan boleh dikonsumsi dengan kondisi perut kosong atau setelah makan. Efek obat ini mampu bertahan efektif sampai tujuh jam ke depan.
  • Tadalafil (Cialis) : Obat ini dapat dikonsumsi sekitar satu sampai dua jam sebelum melakukan hubungan seks, dengan kondisi perut kosong atau setelah makan. Efek obat ini mampu bertahan selama 36 jam. Obat ini dapat dikonsumsi dalam dosis kecil setiap hari atau dalam dosis yang lebih besar jika diperlukan.
  • Avanafil (Stendra) : Obat ini sebaiknya dikonsumsi 15 sampai 30 menit sebelum melakukan hubungan seks, dengan kondisi perut kosong atau setelah makan. Dosis pemakaian sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan. Efek obat ini mampu bertahan hingga enam jam.

Pengecualian dan efek samping obat disfungsi ereksi

Sebelum Anda memutuskan untuk mengonsumsi obat-obatan untuk mengatasi disfungsi ereksi, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu ke dokter hingga dokter telah memberikan saran terbaik. Namun yang perlu diperhatikan adalah obat-obatan ini bisa membahayakan tubuh jika Anda:

  1. Mengonsumsi obat nitrat – umumnya obat ini diberikan kepada penderita nyeri dada (angina) – seperti nitrogliserin (Minitran, Nitro-Dur, Nitrostat, dan sebagainya), isosorbide mononitrate (Monoket) dan isosorbide dinitrate (Dilatrate-SR, Isordil).
  2. Memiliki tekanan darah sangat rendah (hipotensi) atau tekanan darah tinggi (hipertensi).
  3. Memiliki penyakit liver parah.
  4. Memiliki penyakit ginjal yang memerlukan dialysis.

Mengonsumsi obat-obatan juga memiliki efek samping bagi tubuh. Efek samping yang umumnya muncul akibat penggunaan obat ini adalah:

  1. Pusing atau sakit kepala
  2. Rasa mual atau sakit perut
  3. Nyeri otot di beberapa bagian tubuh
  4. Gangguan pada hidung seperti hidung tersumbat atau mengeluarkan ingus
  5. Gangguan pada pengelihatan
  6. Tubuh akan bereaksi terhadap kandungan dalam obat jika memiliki alergi tertentu

Selain itu terdapat efek samping yang lebih serius jika penggunaan obat sudah berlebihan:

  1. Gangguan pendengaran atau kehilangan penglihatan. Tidak sedikit kasus yang muncul berupa kehilangan pendengaran atau kehilangan penglihatan akibat mengonsumsi obat kuat secara berlebihan. Jika Anda mengalami gejala seperti itu setelah mengonsumsi obat kuat dalam jangka waktu cukup lama, segera periksakan ke dokter.
  2. Priapism, yaitu kondisi dimana penis mengalami ereksi selama lebih dari 4 jam tanpa menerima rangsangan seksual. Kondisi ini terjadi akibat darah di penis terjebak dan tidak mampu mengalir. Jika tidak diobati segera, besar kemungkinan penis akan mengalami disfungsi ereksi permanen. 

Baca Juga: Viagra Untuk Solusi Impotensi? Ketahui Dulu Efek Sampingnya! 

 

    Kesalahan yang sering terjadi dalam mengonsumsi obat disfungsi ereksi

    Para lelaki sering mengandalkan obat-obatan jika mengalami impotensi. Tapi terkadang para lelaki mengeluhkan efek obat yang dikonsumsi kemudian tidak bekerja. Jangan berkecil hati dulu jika Anda mengalami hal tersebut. Berikut adalah beberapa penyebab mengapa obat yang Anda konsumsi tidak bekerja pada penis.

    1. Mengonsumsi obat di luar batas takaran

    Ketika berkonsultasi ke dokter, dokter akan memberikan resep dan takaran obat yang harus dikonsumsi dalam masa penyembuhan. Sayangnya masih banyak yang berpikiran bahwa mengonsumsi obat dengan dosis diluar batas yang ditentukan akan mempercepat proses penyembuhan. Padahal sebenarnya hal ini merupakan kesalahan besar dan justru membuat Anda frustasi akibat disfungsi ereksi yang tak kunjung sembuh.

    Namun pada kasus tertentu dokter akan menyarankan dosis kecil kepada orang-orang yang memiliki masalah kesehatan lainnya, seperti hipertensi, diabetes, atau kolesterol tinggi. Tujuannya agar memastikan tubuh Anda masih mampu menolerir obat disfungsi ereksi tersebut.

    1. Mengonsumsi obat saat perut masih penuh

    Sebuah penelitian mengungkapkan, lebih dari 20 persen lelaki membuat kesalahan dengan mengonsumsi obat-obatan terlalu cepat setelah makan. Ketika Anda mengonsumsi obat-obatan tersebut saat perut masih penuh, tubuh tidak akan menyerap zat pada obat dengan maksimal dikarenakan perut masih mencerna makanan yang tidak lama sebelumnya masuk. Untuk obat seperti Viagra dan Levitra disarankan dikonsumsi setidaknya dua sampai tiga jam setelah makan besar.

    1. Terlalu cepat melakukan hubungan seks setelah minum obat

    Jangan kira setelah mengonsumsi obat-obatan itu otomatis membuat penis Anda siap dalam melakukan hubungan seks. Pada obat-obatan seperti Viagra atau Levitra, Anda harus menunggu setidaknya 1 jam sebelum nantinya melakukan hubungan seks. Saat itulah efek obat mencapai puncaknya pada tubuh. Sedangkan Cialis membutuhkan waktu 2 hingga 3 jam agar efeknya benar-benar dirasakan tubuh.

    1. Tidak mencoba mengonsumsi jenis obat lainnya

    Jika Anda sudah mengonsumsi satu jenis obat dalam jangka waktu yang cukup lama namun belum memberikan hasil yang diharapkan, mungkin terbesit dalam pikiran untuk menyerah. Namun para peneliti telah menyatakan bahwa tidak ada salahnya untuk mencoba berbagai jenis obat yang dapat meningkatkan ereksi. Setiap orang memiliki respon yang berbeda, karena itu belum tentu setiap orang mengonsumsi jenis obat yang sama. Untuk pengobatan yang lebih invasif, Anda bisa mencoba pengobatan dengan menggunakan alprostadil. Alprostadil dapat diberikan dengan cara menggunakan jarum halus untuk menyuntikkan alprostadil ke bagian dasar atau samping penis, atau menempatkan supositoria alprostadil kecil di dalam penis melalui uretra penis.

     

    Selain menggunakan obat-obatan, pengobatan juga dapat dilakukan secara medis. Anda bisa mencoba menggunakan pompa penis, yakni alat berupa tabung berongga dengan pompa tangan. Tabung dipasangkan pada penis dan pompa digunakan untuk menciptakan ruang hampa guna mengalirkan darah menuju penis. Kemudian sebuah cincin dipasangkan di dasar penis untuk menjaga aliran darah. The IWA memperkirakan teknik ini dapat membantu penis mendapatkan ereksi selama 30 menit.

    Tidak sedikit pula lelaki yang tertarik memilih untuk mencoba implan penis. Implan pada penis merupakan perangkat mekanis yang melibatkan penempatan tabung di penis dan pompa di kantung skrotum. Implan ini memerlukan operasi, dan tentu terdapat risiko infeksi maupun kerusakan. Implan ini memungkinkan Anda untuk memiliki kontrol lebih besar pada ereksi Anda. Implan penis biasanya dianggap sebagai jalan terakhir jika pengobatan lainnya gagal memberikan hasil.

     



    Sebelumnya: Ini Dia Manfaat Pakai Korset Pelangsing untuk Tubuh Anda


    Artikel Terkait


    0 comments

    Tinggalkan komentar


    Belanja produk di artikel ini

    Beli disfungsi ereksi, Beli dr boyke wish, Beli green world, Beli herbacure, Beli herbaton, Beli impotensi, Beli jacki, Beli kategori_pria, Beli kesehatan prostat, Beli kesuburan pria, Beli laki, Beli lhi, Beli lifepharm, Beli maca united, Beli magic power tissue, Beli mega we care, Beli miracle, Beli mustika ratu, Beli nature's health, Beli nature's plus, Beli neo hormoviton, Beli neo wiesingkie, Beli numen z, Beli nutrimax, Beli pasak bumi plus, Beli pria, Beli purwoceng tn57, Beli sea quill, Beli stamina tubuh pria, Beli subur, Beli super magic tissue, Beli suplemen kesuburan, Beli suplemen pria, Beli suplemen vitalitas, Beli suplemen vitalitas pria, Beli tongli, Beli treelains, Beli virex, Beli wellness

    HALO CINTA!

    Dapatkan kejutan dari AsmaraKu jika kamu mendaftarkan email sekarang.

    Kita tunggu yah belanjanya :3

    PRIAWANITA
    Halaman Privasi
    Kembali —

    Halaman ini dibuat untuk menjaga privasi Anda
    ketika berbelanja di Asmaraku.com