FREE Ongkir Pulau Jawa 0
Rp 120.000 120K
[Hiring] Tertarik Dengan Dunia eCommerce? Join AsmaraKu Now!
Advertisement
Advertisement

10 Pertengkaran Jelang Pernikahan dan Cara Mengatasinya

Momen pernikahan seharusnya menjadi saat yang membahagiakan bagi para pasangan. Namun tidak jarang,  menjelang hari bahagia tersebut, para pasangan akan mengalami beberapa pertengkaran yang dapat menguji cinta keduanya. 

10 Pertengkaran Jelang Pernikahan dan Cara Mengatasinya

PERNIKAHAN memang sebuah momen yang sangat membahagiakan dan dinantikan oleh para pasangan. Namun dibalik semua itu, tidak jarang momen ini juga membuat banyak pasangan pusing dan stres.

Berbagai persiapan yang harus diurus menjelang hari h seperti dekorasi pernikahan, gaun, sampai tamu undangan menjadi hal-hal yang tanpa disadari menimbulkan pertengkaran.

Terlebih pernikahan bukanlah acara yang menyatukan dua orang saja, melainkan dua belah pihak keluarga besar. Tidak jarang campur tangan dari kedua pihak keluarga juga menjadi faktor pertengkaran menjelang pernikahan

Nah, apa saja pertengkaran yang mungkin timbul dan bagaimana cara mengatasi pertengkaran jelang menikah? Simak ulasan lengkapnya berikut ini. 

1. Mempelai pria tidak mau membantu persiapan

Memilih jenis bunga yang akan digunakan saat pesta pernikahan seringkali dianggap sebagai hal yang harusnya diurus oleh pihak mempelai wanita. Meskipun demikian bukan berarti mempelai pria bisa menyerahkan sepenuhnya dan tidak membantu sama sekali.

Sikap acuh dan tidak mau membantu inilah yang sering menjadi pemicu pertengkaran sebelum pernikahan. Oleh karena itu mempelai pria harus terbuka akan bagian mana saja yang bisa mereka bantu dan tidak.

Jika mempelai pria tidak begitu tahu tentang memilih dekorasi pernikahan atau masalah gaun, maka mempelai wanita harus menjelaskan bagian lain yang mereka bisa pilih untuk bantu seperti mempersiapkan katering, musik, dokumentasi, dll.

2. Pengiring pengantin bermasalah

Rumah tangga harmonis dimulai dari pesta pernikahan yang sempurna. Namun, menjelang pernikahan tiba-tiba salah satu pengiring pengantin tidak memberi tahu Anda ukuran gaun mereka padahal Anda sudah memilihkan gaun yang tepat.

Sebelum memecat mereka sebagai pengiring pengantin, cobalah untuk berpikiran positif tentang mengapa mereka tidak juga menjawab. Tuliskan pesan yang halus dan tunjukan perhatian Anda terhadap mereka dengan diikuti pengingat bahwa acara pernikahan sudah dekat.

Dapatkan Mug Couple Magic Mr Right dengan harga Rp 129.000,- Beli di sini

3. Orang tua ingin ambil alih

Keterlibatan orang tua dalam pesta pernikahan kadang membuat mereka lupa kalau itu adalah pesta Anda. Jika hal ini terjadi maka bicarakan kepada orang tua bagaimana pesta yang Anda inginkan dan berapa budgetnya.

Hal ini berguna agar orang tua Anda tidak merasa diperas sehingga harus mengatur semuanya. Daripada bertengkar, lebih baik buatlah daftar vendor yang Anda inginkan dan minta bantuan orang tua untuk memilihkannya. Dengan begini hubungan akan tetap terjaga dan orang tua Anda akan merasa dilibatkan.

4. Selera Anda bentrok dengan orang tua

Meskipun pernikahan sejatinya adalah acara Anda dan pasangan, tapi tidak dapat dipungkiri orang tua seringkali ingin ikut ambil bagian dalam menentukan berbagai hal seperti konsep acara bahkan konsep undangan. 

Orang tua biasanya ingin sesuatu hal yang bersifat tradisional sementara Anda lebih menginginkan sesuatu yang kekinian dan mencerminkan gaya Anda berdua. Jika sudah begini, ajaklah orang tua untuk berkompromi dengan mencampurkan sedikit gaya moderen dengan tradisional

Baca juga: 10 Cara Kreasikan Bunga di Hari Pernikahan

5. Orang tua ingin memiliki undangan sendiri padahal tidak berkontribusi secara finansial

Masalah finansial memang jadi hal yang sering menyebabkan pertengkaran jelang pernikahan. Terlebih jika telah menyangkut orang tua yang ikut membiayai pernikahan Anda. 

Jika hal itu terjadi, biasanya orang tua akan memiliki daftar undangan tersendiri yang berisi kolega kerja mereka. Tapi, bagaimana jika orang tua mempelai yang satunya tidak ikut berkontrbusi secara finansial?

Menurut etika yang ada, jika orang tua salah satu mempelai tidak ikut membayar biaya pernikahan maka nama mereka hanya tercantum di bawah nama mempelai tanpa memiliki undangan sendiri.  Terkesan kejam tapi memang hubungan suami istri kadang harus beriringan dengan hubungan keluarga.

6. Mempelai pria menginginkan pesta bujang

Anda tahu bahwa pasangan dan teman-temannya adalah pria yang baik, tapi tak dapat dipungkiri ada perasaan khawatir jika kebiasaan lamanya muncul ketika melaksanakan pesta bujang.

Daripada Anda kesal sendiri, lebih baik katakan pada pasangan tentang kekhawatiran Anda sehingga ia dan teman-temannya dapat lebih bijak dalam mengambil keputusan. Pastikan juga bachelor party dilaksanakan dua minggu sebelum pernikahan untuk memberikan waktu bagi pasangan untuk memulihkan diri dari kesenangannya di pesta bujang.

Dapatkan Stone Printing Photo Circle dengan harga Rp 146.000,- Beli di sini

7. Anda tidak setuju dengan rencana bulan madu

Masalah memilih destinasi bulan madu nampaknya menjadi salah satu hal yang paling sering diributkan jelang pernikahan. Biasanya Anda ingin bulan madu dengan suasana yang menenangkan tapi pasangan justru ingin berpetualang.

Solusi mengatasi masalah ini adalah dengan memilih paket honeymoon yang memiliki dua kegiatan sekaligus yaitu kegiatan yang menenangkan seperti menikmati spa, dan kegiatan berpetualang seperti hiking atau diving.

8. Orang tua ingin mengundang banyak keluarga sementara Anda tidak setuju

Mengundang saudara yang tidak begitu Anda kenal kadang memang menjengkelkan. Namun demi tata krama terkadang orang tua Anda tetap ingin mengundang mereka. Jika pesta pernikahan Anda berlokasi di tempat yang terbatas maka jelaskan bahwa Anda tidak bisa mengundang semua orang. Sebagai gantinya, orang tua dapat mengadakan pesta sendiri khusus keluarga di kediaman setelah pesta pernikahan selesai.

Baca juga: Trik Menghindari Pertengkaran dengan Pasangan saat Honeymoon

9. Orang tua tidak setuju dengan hiburan yang Anda pilih

Anda sudah memilih playlist untuk pesta pernikahan namun orang tua menginginkan live music atau genre lagu lain yang tidak sesuai dengan keinginan Anda berdua. Cara mengatasi pertengkaran jelang menikah seperti ini adalah dengan mengkombinasikan live music, playlist, dan genre lagu yang sudah dipilih agar baik Anda atau orang tua dapat menikmati pilihan hiburan musik yang disukai masing-masing.

10. Pasangan Menginginkan Barang Tertentu

Terkadang mempelai pria/ wanita menginginkan barang-barang tertentu yang tidak akan segar ketika sampai di tempat pernikahan seperti makanan atau bunga yang sedang tidak musim. Biasanya barang-barang tersebut tidak akan segar ketika acara pernikahan dimulai karena Anda harus memesannya dari luar kota bahkan luar negeri. 

Oleh karena itu coba diskusikan dan beri tahu pasangan bahwa mereka bisa meminta barang lain yang serupa atau mencarinya di sekitar lokasi pernikahan. Jangan terlalu egois untuk memenuhi semua keinginan pribadi Anda. Lebih baik menekan sedikit keinginan pribadi ketimbang harus bertengkar dengan pasangan. 

Direview tanggal: | Terakhir Diedit:

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait

icon-arrow-left Kembali ke Love Journal
Keranjang Belanja
Halaman Privasi
Kembali —

Halaman ini dibuat untuk menjaga privasi Anda
ketika berbelanja di Asmaraku.com

Gambar Halaman Privasi